Bismillahirahmanirrahim....
Perjalanan para Ibu Pembaharu saat ini sudah di titik mulai menentukan target, setelah sebelumnya kita sudah menganalisa dengan dalam tentang problem statement kita dan tim.
Metode yang digunakan adalah metode SMART ( Spesific, Measurable, Achieveable, Relevant dan Timebound), tim juga harus mulai mapping apa saja sumber daya yang ada di timnya.
Saya mulai tercerahkan setelah materi ke3 ini, namun sedikit ada pergeseran dan tim mulai "galau" sebenernya apa problem statement tim kami. Namun, akhirnya kami sepakat mengambil Problem Statement " Burnout Orangtua dan Anak di Masa Pandemi"
Perjalanan tim kami dimulai dari kegelisahan kami sebagai orantua melihat anak-anak kami yang mulai jenuh dengan sekolah online nya, bahkan ada beberapa poin kemunduran, seperti kedisiplinan, kemandirian juga kebutuhan sosialisasi dan motoriknya . Setelah dirunut, masa pendemi yang bekepanjangan ini ternyata kita orang tua dan anak sama-sama mengalami kejenuhan dengan keadaan saat ini, diamana sekolah online tidak bisa berinteraksi langsung dengan guru dan teman-temannya, tidak bermain atau bersosialisasi di luar rumah, seperti terkungkung. Dan, ternyata bukan anak-anak saja yang bosan , tapi kami orantuanya pun juga sudah mulai jenuh.
Apa yang harus dilakukan?Setelah kami introspeksi dan sharing bersama tim, ternyata keresahan dan kejenuhan kami sama, sehingga kamipun memutuskan untuk membenarkan kembali 2 dari 5 Pilar Pengasuhan Anak, dengan refernsi kami Buku Enlighting Parenting yang ditulis oleh Okina Fitriani. Kami juga memutuskan untuk saat ini hanya menggunakan satu sumber untuk kemudian kita praktekkan bersama-sama.
Dari hasil diskusi panjang kami selama lebih dari 2 jam via zoom, berikut resume nya :

I. Menyelesaikan Emosi
Menyelesaikan emosi (kekuatan 5 pilar: hal 59) dengan mengelola emosi sendiri : memiliki helicopter view, mengubah limiting belief, framing dan reframing serta memaafkan.
- Identifikasi: berapa kali marah dalam sehari.
- Penilai: diri sendiri dan anak yang menilai
- Latihan: Latihan menahan marah selama 14 hari (6 -20 September)
- Cara mengukur: menurut kita sendiri
- Evaluasi kembali bersama tim. diskusi tantangan dan pengalaman share di IG buncer
II. Membangun Komunikasi yang Cerah
- Identifikasi: apakah pesan kita tersampaikan kepada anak?
- Penilai: diri sendiri dan anak yang menilai
- Latihan: Latihan berkomunikasi. berfikir sebelum berbicara. buat dahulu skenario saat akan berkomunikasi dengan anak.
- Cara mengukur: buat tabel, bahasa sebelumnya, dan bahasa yang telah diperbaiki
- Waktu : 1 bulan 21 sept-21 oktober 2021
- Evaluasi kembali bersama tim. diskusi tantangan dan pengalaman share di IG buncer
III. Membuat Visi dan Misi Keluarga
- Identifikasi: keluarga kita adalah tim atau kerumunan?
- Penilai: diri sendiri dan keluarga
- Latihan: kumpul bareng tanpa gadget pada saat weekend, ajak mainbareng hal yang ringan, lanjut pertemuan selanjutnya diskusi ringan, lalu mulai membuat visi misi.
- Cara mengukur: buat visi misi keluarga
- Waktu : 22 oktober - 22 november 2021
- Evaluasi bersama tim. adakah perubahan?
Kesulitan yang kami hadapi adalah kami belum menemukan dengan pasti program apa yang akan kami lakukan serta output apa yang mau dihasilkan. Pada pembicaraan sebelumnya sempat dibahas tentang support system berupa komunitas wag, edukasi via sosial edia atau webinar. Hanya saja kami perlu menimbang kembali mengenai kekuatan yang kami miliki dan waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Pada kurun waktu September ini kami masih fokus untuk self assesment untuk membangun emosi pada orangtua dan anak, baru setelah itu kami review dan berbagi perjalanan via sosial media (IG: Bunceri4)
Sekian dulu jurnal kali ini, semoga Allah membimbing dan meridloi setiap proses yang kami jalanin.
Kelompok Buncer,
Bunda Ceria Tangguh, Melompat Lebih Tinggi