Minggu, 22 Desember 2019

Materi 2 Bunda Cekatan : Temukan Keterampilanmu

Bidmillahirrahmanirrahim

Ditugas kedua ini, kami mahasiswi Bunda Cekatan akan mereview kembali aktifitas-aktifitas suka dan bisa kami di telur telur hijau, apakah aktifitas tersebut penting dan mendesak? Dan keterampilan apa yang harus kami tingkatkan untuk bisa mendukung aktifitas kami tersebut agar indeks kebahagiaan kami meningkat dalam peran sebagai perempuan, isrri maupun sebagai seoramg Ibu.

Dari aktifitas yang suka dan bisa ini ada beberapa keterampilan yang harus di upgrade, agar kita makin cekatan dalam menjalani aktifitas tersebut.
#Management Emosi

Bagi saya ini adalah slaah satu ilmu pokok dalam kehidupan rumah tangga yang saya jalanin, bagaimana saya harus menekan ego ketika harus berselisih pendapat dengan suami, atau juga pada saat kondisi tubuh lelah pada saat membersamai anak anak. Dan saya memilih untuk meningkatkan bagaimana sebenernya saya harus lebih sabar dan lebih rasional dalam kehidupan keseharian.

# Management waktu

Keterampilan untuk kandang waktu ini  masih perlu jam terbang yang tinggi, dan sangat perlu kedisiplinan dan juga kekonsistenan dalam menjalaninya, dan sering kali tidak sesuai dengan kesepakatan karena seringkali ada rasa malas yang mendera.

# Parenting Islami dan FBE

Beberapa kali sudah mengikuti Seminar tentang Parenting Islami dan juga Seminar FBE, namun kami belum sepenuhnya bisa memahami dan menerapkan dalam membersamai anak anak, sehingga perlu sekali kami bergabung dalam komunitas komunitas atau belajar bersama suami tetang ilmu parenting yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

# Memasak

Salah satu aktifitas suka, penting dan harus dilakukan adalah memasak. Salah satu kebahagiaan adalah ketika anak dan suami lahap makan, sehat dan berat badan anak nail terus. Oleh karenanya Ibu merasa pelu upgrade ilmu tentang memasak ini, bagaimana kandungan gizinya, sehingga pas dalam menyajikan makanan, Harapannya masak tidak hanya masak, tapi masakan yang sehat, yang diperlukan tubuh, mampu disajikan dalam waktu yang efektif dan efisien, dan semoga bisa jadi lahan produktif nantinya, aamiinn

Semangat😘😘🥳

#janganlupabahagia
#jurnalminggu2
#materi2
#kelastelurtelur
#bundacekatan
#institutibuprofesional

Senin, 16 Desember 2019

Materi 1 Bunda Cekatan : Melacak Kekuatan Ibu

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah akhirnya setelah lulus dari Bunda Sayang, saya berkesempatan untuk mengikuti kelas di Bunda Cekatan yang dipandu langsung oleh Ibu. Deg-degan sih dan berasa agak "keder" karena kelas ini sentral dan sekelas barengan sama fasil-fasil dulu waktu mengambil kelas Matrikulasi dan kelas Bunda Sayang.

Tapi, Bismillah dengan niat untuk terus belajar , meng-upgrade kemampuan dalam menjalani peran sebagai pribadi, istri dan seorang ibu, semoga setiap tugas yang dijalani bukan hanya untuk sekedar lulus tapi memang karena kebutuhan diri sendiri. 


Nah, dari materi pertama yang disampaikan oleh Ibu Septi, Ibu menjelaskan  bahwa "Seorang Ibu harus dan berhak bahagia" Karena ibu yang bahagia, akan menularkan kebahagiaan itu kepada suami dan anak-anaknya. Bahagia juga akan membuka rejeki yang banyak, nah kok bisa yaa? Oleh karenanya tugas pertama kita di jelas telor telor adalah menetaskan kebahagiaan kita.

Lalu, bagaimanakah agar ibu bisa bahagia?

Mulailah dari memilah-milah akivitas kita, dengan membuat list aktivitas/kegiatan yang membuat kita bahagia dan yang tidak membuat kita bahagia. Setelah itu, masukan kedalam kuadran aktivitas. Dengan kuadran aktivitas kita dapat mengasah kemampuan agar semakin kompeten dan efektif juga efisien , dan untuk pekerjaan yang saat ini lita tidak suka dan tidak bisa, bisa kita delegasikan.

1. Memasak

Salah satu kegiatan rutin sejak berumah tangga adalah memasak, dari yang awal awal dulu cuma bisa sayur bayam dan sop, alhamdulillah sekarang sudah bisa memasak berbagai macam masakan  erbekal beruru resep di blog atau di cookpad. Dan kenapa menjadi kebahagiaan? melihat suami , dan anak anak atau orang lain suka dan lahap makan nya itu bisa charge kebahagiaan banget.

2. Bermain bersama anak

Bermain bersama anak anak adalah sesuatu hal yang ditunggu tunggu pada saat dulu masih bekerja di ranah publik. Dan saat ini, setelah kurang lebih 6 bulan menjalani peran ibu yang bekerja di ranah domestik, justru anak anak yang selalu menagih " Hari ini kita maen apa Mi"?dan ternyata bermain bersama anak ini membuat lupa waktu dan selalu terbersit rasa bahagia melihat anak anak bahagia dan tertawa.

3. Berbagi dan Melayani

Saya ini orangnya empatinya sangat tinggi dan juga suka baperan, dan menemukan kebahagiaan ketika melihat orang lain itu bahagia dengan sedikit apa yang kita bagi itu membuat saya selalu bersyukur dengan apa yang sudah Allah karuniakan  kepada saya dan keluarga

4. Beberes Rumah

Karena saya suka sekali dengan keteraturan dan kerapian, meliha sesuatu yang berantakan membuat mood menjadi tidak baik, sehingga beberes rumah ini menjadi salah satu hobi dan ketika melihat rumah rapi itu rasanya bahagia dan mood menjadi bagus

5. Travelling

Sejak kecil, kedua orang tua suka sekali mengajak kami anak anaknya untuk berjalan jalan entah ke taman bermain, kebun raya ataupun ke candi . Akhirnya ketika dewasapun , travelling menjadi salah satu hobi saya. Dan karena kini , sudah berkeluarga, berjalan jalan bersama suami dan anak ini sangat bermanffat untuk mengikat bonding kami selaku orang tua dan anak dan juga bisa sebagai acara untuk release stress dengan rutinitas keseharian  .

Yuk, mari kita berbahagia agar kebahagiaan pun akan tersebar kesekeliling kita .....

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelurtelur
#bundacekatan1
#institutibuprofesional



Selasa, 10 Desember 2019

Chicken Katsu

Sudah sejak full dirumah, sudah tidak disiplin lagi bikin weekly menu, dan tiap pagi akhirnya mikir dulu dan berusaha untuk fifo kan stock makanan di kulkas.

Pagi ini, sudah masak sayur sop dan untuk lauk sudah diniatkan masak ayam keriting ( ayam fillet di goreng pake tepung garing), eh ternyata ayam masih beku. Sudah setengah 6 , akhirnya untuk lauk abi , sayur sop ples telor kecap dan untuk anak anak sayur sop ples sate ayam ( sate ayam yang semalem masih sisa dimasukin kulkas, tinggal diangetin)

Abisa anter sekolah kakak, buka WAG Mama Belajar dan ada postingan dari Mak Kanan ttg Chicken Katsu, cusss lah eksekusi.

Berikut resep nya:

Resep Chicken katsu ala Mie Ayam Tetangga

Bahan :
1. Ayam dada fillet 250gr
2. Tepung terigu 150gr
3. Tepung roti 100gr
4. Garam 1 sdt
5. Ketumbar 1/2 sdt
6. Bawang putih bubuk 1 sdt
7. Lada 1/2 sdt
8. Kaldu jamur 1 sdt
9. Telur 1 butir
10. Minyak untuk menggoreng

Cara memasak:
1. Potong dada fillet sesuai yang diinginkan. Lalu geprek ayam agar pipih. Lalu beri taburan garam dan lada ( Saya pake ayam fillet paha, karena lebih empuk untuk anak anak)
2. Campurkan tepung terigu bersama garam, ketumbar, bawang putih bubuk, lada dan kaldu jamur. Aduk hingga rata.
3. Kocok telur hingga tercampur rata.
4. Taruh tepung roti di wadah.
5. Ambil dada ayam yang sudah digeprek lalu balurkan ke tepung terigu, tekan-tekan ayam agar tepung menempel. Lalu masukkan ke kocokkan telur dan masukkan ke tepung roti.
Lakukan sampai ayam habis.
6. Goreng katsu sampai kecoklatan dan sajikan bersama saos tomat atau sambal.


Taraaa dan inilah hasilnya 

Krenyes2 tapi empuk, karena pakai fillet ayam bagian paha, dan anak anak pun makan lahap sepiring😍😍😍😍


Catatan ummi 09/12/2019

Rayyan turning 3yo

Time flies...
26-11-2019

Sudah 3 tahun saja kamu Nak, masih terasa banget deg degan pada saat menunggu kamu lahir kedunia, perjuangan kita untuk bisa full mengAsihi dan juga menyapih, dan sekaramg kamu bukan batita lagi.

Barakallah fii umrik Nak, doa Ummi dan Abi senantiasa terpanjatkan untukmu, semoga menjadi anak yang selalu bahagia, sehat, mampu menebarkan kebahagiaan disekelilingmu, dan kelah menjadi pengusaha yang hafal Alquran , menjadikan Aquran dan hadist menjadi penuntun arah hidup mu.


Ini pertama kalinya ulang tahun Rayyan di rayakan, dalam arti ada tiup lilin, kue dan juga nasi kuning. 2 tahun sebelumnya hanya doa dan ucapan selamat saja, yang kamu pun pasti sudah lupa.

Disaat usiamu kini kamu sudah mulai merekam apapaun ini, Ummi ingin Rayyan mengingat bahwa kami bersukacita menyambut hari kelahiranmu seraya berdoa tanpa ada unsur mengkultuskan hari lahir.

Rayyan, yang pertama kali tiup lilin terlihat bahagia dan senang sekali, meniup lilin dan mendapatkan kue donut favoritnya. Setelah itu kita makan bersama Uwak dan Kakek.

Minta kado, topi Thomas, jas hujan dan rel kereta api🤭

Dan selalu bilang, Rayyan sudah besar ya Mi, bukan batita lagi tapi balita😘

Sabtu, 23 November 2019

Tentang Ara

Nadira Shanum Azkiara


Anugerah terindah yang pernah kumiliki ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

Kedatangannya tak terduga...

Setelah menikah, saya hanya kosong satu bulan dan langsung hamil, alhamdulillah....

Saat itu kami kadang bimbang merasa belum siap, baru menikah, menapaki kehidupan nyata yang penuh dengan konflik,  dan sejujurnya selama masa kehamilan pada saat itu saya banyak stress dan tertekan, dimulai dari pekerjaan yang stressfull (sering terbawa mimpi tentang pekerjaan, dan tidak nyaman aka tertekan dengan atasan, heheh) dan juga penyesuaian kehidupan berumahtangga yang tidak selalu indah.

Namun, kedatangannya sangat ditunggu....

Kami merawat dan membesarkanmu (blum bisa dibilang mendidik) dengan segala keterbatasan ilmu, namun, percayalah Nak, kami sangat mencintaimu dengan cara kami.

Dan blog ini Ummi buat untukmu, agar kau bisa melihat segala dokumentasimu


Nadira Shanum Azkiara (Gadis Suci yang Terpilih dan diberkahi Allah)
Nadira ( Perempuan – Islami ) artinya Berharga, Terpilih
Shanum (Perempuan - Islam ) artinya Yang Diberkahi Allah
Azkiara (Perempuan - Islam ) artinya Gadis Suci

RESIGN

R.E.S.I.G.N


Yup, setelah hampir 10 bekerja setelah lulus kuliah akhirnya berhenti juga saya bekerja di ranah publik.

Bimbang? Pasti....

Apa sih yang bikin bimbang? 

1. Orang tua, terutama Papa...
Karena saya tahu pasti, sebagai anak pertama kesayangannya ( saya paling dekat dengan Papa dibandingkan dengan Mama), beliau ingin saya menjadi wanita yang bisa mandiri diatas kakinya sendiri. Dan saya tahu pasti, beliau sempat kecewa dengan keputusan saya kekecewaannya itu berhasil di redam oleh suami .

2. Finansial
Kalau masalah ini, sebenernya juga tahu kalau jika istri bekerja itu sesungguhnya hanya untuk mencukupi kebutuhannya sendiri, sedangkan seluruh keluarga rejekinya sudah ditanngung suami, tapi yaaa... karena selama menikah 5 tahun ini, penghasilan kami ini fitfy fitty, bahkan sedikit lebih banyak penghasilan saya. Dan juga cicilan rumah yang aduhai, keinginan punya kendaraan roda 4 bikin  maju mundur untuk resign

Tapi ternyata semua kebimbangan itu langsung hilang, tatkala saya melihat ketidakpastian nasib anak anak kami di rumah, terutama anak pertama kami Ara yang sudah 5 tahun ini tak terhitung berapa kali berganti pengasuh. Banyak cerita bagaimana dia diperlakukan oleh pengasuhnya yang kami yakin hal tersebut berbekas dan mempengaruhi mental psikologisnya.

Ditambah selama hampir 6 tahun berkerja ini merasa tidak pernah maksimal, sehingga sering merasa karier ya begini begini saja, di rumah anak juga tidak maksimal. Jadi, apa lagi sih yang ditunggu buat berhenti bekerja? mengharap kan PHK an juga belum pasti ( sebenernya ngareeep banget, kan lumayan bisa lunasin rumah , heheh)

Dan, akhirnya tepat pada tanggal 15 April 2019 saya resmi mengajukan surat resign kepada atasan, dan karena harus mencari pengganti saya diminta extend 1 bulan, biasanya 1 month notice tapi jadi 2 month notice.

Yah, begitulah.... 

Sedih??? pastilah....
Berpisah secara fisik dengan teman teman yang biasanya haha hihihi...
Yang selama hampir 6 th dalam sehari hampir 9-10 jam bersua,  ga bisa lagi dapat barang barang gratis, heheheh ( eh iya saya bekerja sebagai Quality Assurance di PT. PZ Cussons Indonesia, yang memproduksi aneka cosmestic dan house hold baik untuk baby, kids, toodler ataupun adults)


Tapi, saya menjemput amanah yang sebener benernya, sebagai seorang Ibu yang diamani 2 orang anak untuk membangun sebuah peradaban (hahah, bahasanya berat, seberat tugas yang harus ditunaikan)

Note:
Foto diambil saat pertama kali ikut Family Gathering  

Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim... Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian...