Selasa, 22 Desember 2020

Berpacu dalam Xtra Miles

Bismillahirrahmanirrahim.....

Pekan ini kami ditantang kembali oleh Ibu untuk berpacu kembali di zona Xtra miles, dengan tagline 
Kota Produktif, Warga Kreatif, Penuh Ide Solusi , sayapun kembali bertanya-tanya, apa yang belum saya lakukan atau kontribusi di dalam Hexagon City?

Jika pekan sebelumnya kami diajak untuk bergerak dengan extra miles yang hingga saat ini pun aksinya masih terus diupayakan, di pekan ini ada kejutan lagi! Kami diajak berkontemplasi terkait perjalanan hingga saat ini dikaitkan dengan tagline kelas Bunda Produktif. 

Masih on track atau tidak ya? 

Apakah saya sudah produktif di kota ini?

Pertanyaan tersebut mulai membuat saya tersadar, kok sepertinya saya tidak begitu kontribusi dengan aktivitas kota, masih fokus dengan PP sendiri, dan juga sudah mulai "loyo" dan kurang amunisi karena suami mulai memberikan lampu kuning begitupun anak-anak terkait dengan management gadget saya.

Namun, kembali lagi saya diingatkan bahwa tujuan awal saya bergabung di kelas Bunda Produktif adalah untuk menyalurkan passion memasak saya agar bisa berdampak dan produktif. Dan di Kelas Bunda Produktif ini saya pun belajar bahwa produktif itu tidak hanya secara finansial, namun dengan kita berbagi ilmu dan berdamoak bagi orang lain atau lingkungan sekitar, itu juga produktif. Dan akhirnya berdiskusi dengan suami untuk makin bisa efektif dalam penggunaaan gadget. 

Ibu Septi selaku founding mothers mewanti-wanti agar jangan sampai kita terkena jebakan Rat Race. Yaitu kondisi dimana kita melakukan hal yang sama terus menerus, secara berulang, dan stagnan. Jika hal tersebut terjadi pada aktivitas kita, kemudian kita tidak melakukan extra miles, maka kondisi akan tetap sama, tidak berubah ke arah yang lebih baik.

Kali ini saya ingin menambah X-tra Miles dengan penjabaran sebagai berikut : 
  • Ide solusi : Kontribusi di kota 
  •  X-tra Miles Concept Note : Menyisihkan waktu dini hari selama 20menit untuk menyimak FB grup Kelas Bunda Produktif
  • X-tra Miles Action : Melihat rekaman pitching day hari 1,2 dan juga PP teman-teman
  • X-tra Ordinary Concept Note : Membuat notifikasi aktif dan membuat alarm sehingga bisa ikut live jika ada informasi terkait hexagon city
  •  X-tra Ordinary Action :Ikut live di pitching day ke 3 dan juga bisa melihat informasi yang update di hexalink.
  • Go to the Extra Impact : Untuk impact akhirnya ada rasa dalam diri bahwa betapa euforia dan semarak kehidupan kota ini bergerak dengan cepat, sehingga memacu adrenalin untuk maskin semangat dan berfikir bagaimana cara untuk bisa "win-win solution " pengaturan management waktu dan gadget Namun, impact ini adalah ranah Allah SWT, maka untuk melihat dampak, saya cukup bertawakkal pada-Nya dan berikhtiar dengan extra miles. Tugas saya saat ini adalah menjalankan apa yang sudah dituliskan dengan penuh komitmen dan konsisten.
#hexagoncity
#hexagonia
#zonaextramiles
#chalangedeepdive
#kuliahbundaproduktif
#institutibuprofesional

Minggu, 13 Desember 2020

Jurnal Hexagonia Pekan 8 # Zona Extra Miles

Bismillahirrahmanirrahim..... 


"Mari kita atur produktifitas kita dengan menjalankan Xtramiles, jangan sampai kita mengharapkan hasil yang berbeda dan optimal dengan usaha yang begitu-begitu saja "

Itulah, garis besar dari penjelasan Ibu tentang Zona Extra Miles pekan ini yang saya pahami. Namun, ketika itu diaplikasikan dengan Project Passion kami, maka mulai ada kebingunan untuk mengaplikasikannya. Maka sayapun membuat jurnal pribadi terlebih dahulu. Membuat project list kemudian mengklasifikasikannya ke dalam empat kuadran Impact Effort Matriks. Fokus saya saat mengklasifikasikannya terpaku pada effort dan impact dari setiap kegiatan. Mana yang high effort, low effort, mana yang high impact, low impact. Kemudian memikirkan, mau dipindah ke kuadran mana setiap kegiatan tersebut dan X-tra Miles apa yang mau dilakukan untuk memindahkannya.

Maka berikut jurnal pribadi awal yang saya buat :


Untuk memindahkan kegiatan-kegiatan ke kuadran lainnya dengan proporsi lebih tepat sehingga hasilnya berlipat pula, maka perlu ada ide X-tra Miles yang harus djalankan. Ide yang paling mendasar adalah memperbaiki manajemen waktu, energi dan fokus. Terkait hal tersebut, strategi yang akan diterapkan adalah 

  1. Aktif berdiskusi di WAG CH Leader dan messenger, kemudian menandai chat dan informasi penting, untuk kemudian di informasikan secera sistematis di WAG Co Housing
  2. Meluangkan wakti 30 menit untuk belajar video editing dan pembuatan ebook
  3. Mengikuti live founding mother dan juga walimota menyapa, dan H+1 langsung berdiskusi di wag
  4. Mengkonversikan resep diform ke dalam canva.
  5. Menyimak aktif pelatihan internal Co-House  dengan seksama

Maka saatnya masing-masing Hexagonia menentukan aksi X-tra Miles-nya maka saatnya mengumpulkannya sehingga menjadi action items tim Co-House. Berikut hasilnya :


Salah satu hal yang high effort namun high impact adalah pada saat kita merevisi kesepakatan pada saat milestone sebelumnya dimana hanya tim ebook yang akan melakukan penulisan di canva, tapi di revisi menjadi masing2 hexagonia akan menuliskan masing-masing dan sehingga tim edit ebook tinggal finishing. Betapa hal tersebut bisa speed up pembuatan ebook kami, alhamdulillah...

Terimakasih kerja sama san saling supportmya di CH11 ini😍🙄🙄🙄

Banyak sekali pelajaran yang didapat di zona Xtra Miles ini,  saatnya kita benar-bemar harus selalu improve dan mengevaluasi cara kerja kita. Gagal? Jatuh bangun, tidak masalah, asalkan kita selalu evaluasi dan tidak menempuh jalan yang sama, karena bisa dipastikan hasilnya akan sama saja.


#hexagonia
#zonaxtramiles
#hexagoncity
#kotaproduktif
#bundaproduktif
#institutibuprofesional


Sabtu, 28 November 2020

Jurnal Hexagonia Pekan ke 7 # Zona 4E Kontribusi

 Bismillahirrahmanirrahim...


Pekan ini pada awalnya mengira tidak ada jurnal, sehingga hati pun ter"hore-hore" karena berarti bisa fokus ke tantangan 30 hari yang sempet bolong-bolong. Namun, ternyata kita ada jurnal dong, untuk mereview bagaimana peran kami  selama beberapa pekan sebagai hexagonia di hexagon city untuk mewujudkan project passion kami.

Dan, jurnal kali ini adalah jurnal tentang kontribusi kami sebagai hexagonia di hexagon city. D


1. I am Passionate Person

Insya allah, semoga passion yang dipilih ini adalah passion yang "passionate", karena dari awal bingung memilih passion ibu dan anak atau memasak, karena pada saat bunda cekatan fokus bermain bersama anak, namun tidak dipungkiri memasak juga salah satu kegiatan yang membuat mata berbinar.


2. Character Cultivator is me

Untuk mendukung project passion, karakter yang dipilih adalah learner dan konsisten. Learner dan konsisten adalah salah satu bakat teratas pada saat test TM, dan ingin "mengaktivasikan" karakter tersebut agar semakin "shining like a star". Untuk project yang dipilih pun butuh learner dan konsisten untuk bisa tetap berada di track dan meraih goal.


3. I'm Empowering Good Habbit 

Perlu habbit yang baik untuk mewujudkan passion project kami, saling support dan mengingatkan akan goal yang ingin kami raih. Habbit yang dipilih disini, memang masih up and down dilakukan, konsisten setor jurnal tantangan, meluangkan waktu 15 menit mempelajari resep dan tips trik memasak, kadang masih bolong-bolong karena ada kondisi di rumah yang membutuhkan fokus ketika kami kami isolasi mandiri terkait covid. Dan , ketika sudah kelar, insya allah habbit ini akan konsiste dilakukan lagi.


4. Let's makethe  4E shine

Menyusun aktifitas masing-masing hexagonia, dan kemudian memprioritaskannya ini membuat tersadar, bahwa ternyata ada aktifitas yang masih dalam tahap 1 E, tapi gpp senua butuh proses, dan karena kami adalah team, maka bisa jadi kelemahan yang ada bisa di back up oleh teman yang ternyata sudah 4E di aktifitas yang sama.

Senangnya, ketika akhirnya bisa saling bergandengan tangan bersama-sama menggapai mimpi :-)


Semangaaaatt, semoga seangat ini tetap terjaga , aamiinnn...



#hexagonia

#hexagoncity

#kelasbundaproduktif

#institutibuprofesional

Senin, 23 November 2020

Jurnal Hexagonia Pekan 6 # Zona 4E

 Bismillahirrahmanirrahim


"Kuberlari-lari mengejar passionku....."


Ahahha, ini yang saat ini dirasakan memasuki zona 4E :-)

Namun, alhamdulillah kehidupan bertetangga kami di cohouse lemongrass ini semakin membahagiakan, ditengah-tengan beberapa kendala yang ada, kami saling bergandengan tangan untuk tetap membuat project kami tetap jalan.

Di zona 4E ini, kami mulai mengklasifikasikan apa sih aktifitas yang kami jalankan, kemudian membuat prioritas dan menjadikannya aktifitas untuk"speed up" milestone kedua di project kami.

Setelah kami mengumpulkan aktifitas masing-masing, dan kemudian berdiskusi, inilah prioritas kami dan aktifitas yang akan kami lakukan untuk milestone selajutnya.


Prioritas yang akan kami kerjakan adalah sebagai berikut:

1Menunjukkan komitmen mengumpulkan resep setiap hari
2Standarisasi Penulisan Resep
3Food Photography
4Design E-book
5Membuat Membuat video challange tips dan trik

Kami mengambil masing-masing peran dengan bahagia. Dan, inilah peran yang akan kami ambil:


#HexagonCity

#ZonaE

#ProjectPassion

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional

Rabu, 11 November 2020

Challange Day 7# Menu Western

Pizza Ekonomis 

Bahan:
Roti tawar 3 lembar, potong kotak2
50 ml susu UHT putih
1 butir telor kocok lepas
2 sosis bratwurst potong-potong
Keju mozzarella ( saya pakai keju quick melt)
Saos bologness secukupnya ( bisa diganti dengan campuran saos tomat dan saos sambal)
Oregano secukupnya


Langkah
1. Campurkan telor kocok, susu dan roti yang sudah dipotong-potong kecil jadi satu, aduk hingga seluruh bagian roti basah
2. Tuangkan campuran roti tersebut ke teflon dengan api kecil.
3. Oleskan saos bologness ke adonan hingga rata, tambahkan sosis dan keju cepat leleh
4. Tutup  dan tunggu kuranglebih 10 menit.
5. Hidangkan

Selasa, 10 November 2020

Challange Day 6 # Olahan Tempe

Bismillahirrahmanirrahim

Menu paling cepet dan praktis tapi bikin ngabisin nasi versi saya ini🤭🤭

Orek Tempe 

Bahan:
1/2 papan tempe, iris bentuk korek api
2 siung bawang putih, iris tipis
3 siung bawang merah, iris tipis
7 biji cabai rawit, iris serong
2 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk

Langkah:
1. Goreng tempe hingga setemgah matang, sisihkan
2. Tumis bawang merah, putih dan cabai hingga wangi harum, tambahkan daun salam dan daun jeruk
3. Masukkan tempe, tambahkan kecap, gula jawa dan garam juga kaldu jamur secukupnya dan secukupnya air
4. Masak hingga air mengental

Senin, 09 November 2020

Jurnal Hexagonia Pekan 5 # Habbit to Nation

Bismillahirrahmanirrahim

Masya allah, 2 pekan yang menantang!!!

Kelas Bunda Produktif ini benar-benar profesional, ketika goal kita bikin project step-stepnya sama kayak kalau kita bikin project beneran didunia nyata ( kalau kita didunia hexagonia🤭), bahkan lebih detail sampai kita harus menentukan habbit, yaa habbit atau kebiasaan baik yang digunakan sebagai kendaraan mencapai goals project.

Setelah dipekan sebelumnya kita menentukan goal project dan karakter yang akan dilatih, makan pekan ini kita belajar untuk menentukan milestone, menjalankan habbit dan mengevaluasi diri sendiri.

Dan setelah melewati beberapa diskusi, minggu ini kita pemantapan terhadap goal yang sudah sebelumnya di preaentasikan, makan ada sedikit pergeseran atau modifikasi atas goals dan milestone kami.
Dari milestone 1 ini, habbit yang saya pilih mewakili karakter saya untuk dibumikan adalah :

Dan ini adalah habbit yang temen2 pilih untuk bersinergi mencapai goal yang sudah kami tentukan🥰
Dan berikut adalah hasil self evaluation saya 
Belum bisa full 100% konsisten setoran resep memasak tepat waktu dan juga sesuai tema, karena terkendala pada saat sabtu minggu jatah libur masak, dan juga meal prep yang tidak ada bahan sesuai tema, jadi pada saat tema tertentu tidak ada bahannya di kulkas.

Insya allah minggu ini akan diperbaiki, menyesuaikan meal prep dengan tema dan juga usahakan setiap weekend tetap masak.

Pekan ini, kami makin bahagia dan berbinar menjalankan passion dan peran kami, insya allah kami akan bersinergi bersama-sama untuk mencapai goal yang sudah kami targetkan, aaamiin....

#hexagonia
#hexagoncity
#bundaproduktif
#institutibuprofesional
#zonahabbit
#ratudapoer
#ch11

Jumat, 06 November 2020

Challange Day 5# Olahan Daging

Bismillahirrahmanirrahim

Krengsengan Daging Sapi

Mumpung ada mama di rumah, ada stok daging, dan karena selalu dapat komen dari suami  kalau krengsengannya ga sama rasanya kayak masakan mama, cusss lah hari ini eksekusi olahan daging.

Yuukk, kepoin resep nya😍

Bahan:
500gram daging sapi yang sudah di presto denga 500 ml air
10 siung bawang merah
6 siung bawamg putih
6 buah kemiri yang sudah di sangrai
5 cabe keriting ( bisa di skip kalau buat anak)
1 sdt merica butiran
65 ml santan
3 sdm kecap manis
Garam
Gula
Kaldu jamur 

Langkah:
1. Haluskan bumbu-bumbu, dan kemudian tumis dengan daun salam dan sereh.
2. Masukkan daging, tumis hingga wangi
3. Tambahkan air kaldu dari bekas presto daging
4. Tinggu kita-kira 10 menit hingga agak mentusut airnya
5. Tambahkan kecap, garam, gula dan kaldu jamur dan tinggu hingga menyusut
6. Hidangkan dengan dirambahkan bawang goreng.


Kamis, 05 November 2020

Challange Day 4# Olahan Ayam

Bismillahirrahmanirrahim...

Challange hari ini adalah olahan ayam, niatnya pengen bikin olahan ayam yang unik, tapi ternyata anak-anak sudah heboh lapar, akhirnya kita bikin menu 30 menit saja.

Sop cekernya cukup dipresto selama 15 menit bersama bumbunya, dan chicken katsu  ala-alanya butuh waktu 20 menit.

Yuuukk, simak deh resep nya ya...😍

Sop Ceker Ayam

Bahan:
250gram ceker ayam ukuran sedang
2 siung bawang putih
2 siung bawang merah
Jahe satu ruas jari
Air kira2 750 ml
Lada
Garam 
Gula
Kaldu Jamur

Langkah-Langkah:
1. Cuci bersih ceker ayam dan lumuri jeruk nipis kurang lebih 3 menit
2. Geprek bawang merah , bawang putih dan jahe
3. Masukkan air, ceker ayam, bawang putih, bawang merah dan juga jahe, masukkan garam, lada, gula dan kaldu bubuk secukup nya.
4. Presto selama 15 menit
5. Hidangkan , dan makan dalam kondisi panas.

Chicken Katsu  ala-ala saos bolognes

Bahan:
100 gram dada ayam fillet
 Bawang putih bubuk secukupnya
Lada secukupnya
Garam secukupnya
Tepung ayam goreng krispi 
Oregano secukupnya


Langkah-Langkah:
1. Potong dada ayam tebal kira-kira 2 cm
2. Lumuri dengan lada, garam, dan bawang putih bubuk secukupnya
3. Biarkan 5.menit agar bumbu meresap
4. Siapkan adonan basah dan adonan kering
5. Lumurkan daging yang sudah dibumbui ke adonan basah dan kering kemudian goreng di minyak panas dengan api sedang.

Rabu, 04 November 2020

Challange Day 3# Olahan Sayur


Bismillahirrahmanirrahimà...

Bayam adalah sayur favorit anak-anak, setiap putaran menu peeminggu pasti ada sayur bayam, namun kali ini supaya ga bosan kita coba bikin sayur tumis bayam jagung.

Sayur Tumis Jagung
Bahan:
1 ikat bayam , siangin dan cuci bersih
1 buah jagung, cuci dan pipil jagung 
3 siung bawang merah
2 siung bawang putih
Garam
Gula
Kaldu jamur

Langkah-langkah
1. Tumis bamer, baput hingga layu masukkan jagung tunggu beberapa menit.
2. Setelah jagung layu, masukkan bayam dan tunggu sekitar 5 menit .
3. Tambahkan 1 gelas air, dan tunggu hingga jagung dan bayam laýu
4. Tambahkan garam, gula dan kaldu jamur secukupnya
5. Koreksi rasa dan matikan kompor.
6. Tambahkan bawang goreng ( jika suka)

Selasa, 03 November 2020

Challange Day 2# Olahan Seafood

Bismillahirrahmanirrahim

Untuk tantangan hari kedua, menu yang dipilih adalah seafood. Namun ada pesan sponsor, yaitu mengenalkan kailan kepada Kakak, karena ini sayuran baru makan dicampur dengan udang favorit Kakak. 

Tumis Kailan Udang
Bahan :
250 gram pokcay
100 gram udang
1 siung bawang putih
1/2 siung bawang bombay
1 sendok teh saos tiram
1 sendok makan minyak wijen
Garam
Gula
Lada 
Kaldu jamur

Langkah :
1. Tumis baput dan bamboy sampai layu, masukkan udang tumis hingga udang berubah warna
2. Masukkan kailan dan tunggu hingga layu, masukkan garam, gula, lada dan kaldu jamur
3. Hidangkan dan pastikan baca bismillah sebelum makan .

Cumi Goreng Tepung Krispi

Bahan:
150gram cumi , iris tipis
2 sdmTepung terigu 
1 sdm Tepung Sagu
Garam
Lada
Kaldu Jamur

Langkah-langkah
1. Balurin cumi dengan jeruk nipis tunggu kurleb 5 menit
2. Campurkan telung terigu, tepung sagu, garam, lada dan kaldu jamur aduk hingga rata
3. Masukkan cumi kedalam adonan tepung, tekan-tekan pastikan seluruh cumi terbalur rata
4. Goreng dalam api sedang, cukup 3 menit
5. Hidangkan dan konsumsi dalam keadaan hangat


Alhamdulillah, kakak pun mau mencoba tumis kailan, walau sedikit🤭

Semoga nanti makin suka sayur ya kak😍😍

Challange day 1#Olahan Tahu

Bola-bola Tahu Krispi

Bahan :
2 kotak tahu ukuran 5×5cm
50gram udang cincang halus
1 buah wortel ukuran kecil
Telor 1 butir
1 siung bawang putih, cincang halus
1/4 bawang bombay cincang halus
2 sendok makan tepung terigu yang dilarutkan dengan 5 sendok air
Tepung panir secukupnya
Keju parut secukup nya
Gula
Garam
Lada bubuk
Kaldu jamur ( optional)

Cara membuat
[ ] Tumis bawang putih, bawang bombay, wortel dan udang sampai layu ( Bahan A)
[ ] Haluskan tahu hingga lembut
[ ] Masukkan tumisan bahan A kedalam tahu, aduk hingga rata.
[ ] Kocok telor, dan masukkan ke adonan tahu, tambahkan gula, garam, lada dan kaldu bubuk secukupnya
[ ] Bulatkan adonan tahu dengan menggunakan 2 buah sendok, gulingkan ke tepung terigu, kemudian ke tepung panir, dan goreng dalam minyak panas dengan api sedang.

Penyajian:
Hidangkan dengan tambahan saos sambal, tomat atau mayonaise, jangan lupa baca basmallah sebelum makan yaaa.
Tahunya krispi diluar lembut di dalam lohh...

Waktu pembuatan:
30 menit

Porsi : 15 bola tahu ukuran sedang





Challange pertama, olahan tahu!!
Wah, pas banget ini di challange olahan tahu, bagi saya yang sukaaaa bamget dengan tahu namun anak-anak dan suami kurang suka kalau hanya sekedar goreng tahu saja, maka putar ide lah yaa mau dibikin apa tahu ini.

Terinspirasi dari perkedel tahu, maka bola-bola tahu ini dibuat lebih menarik dan isi yang lebih variatif.

Dan hasilnya, alhamdulillah habis ludes buat lauk dan di gadoin😍😍


Alhamdulillah, tantangan hari1 ini sukses...

Senin, 26 Oktober 2020

Jurnal Hexagonia Pekan 4 : Character to Nation

Bismillahierahmanirrahim...


Setelah minggu lalu kami belajar dan menuangkan project  kami dalam project passion, maka minggu ini kami akan belajar dan mengeksekusi tahapan-tahapan yang harus kami lakukan untuk mencapai tujuan dari project tersebut.

Diminggu ini kami mulai memantapkan lagi apa sih sebenernya tujuan dari project kami, apa saja tantangannya, modal apa yang kami miliki untuk menjalankan project, dan juga apa sih yang mau kami lakukan untuk bisa accelarate project.

Kenapa harus dibreakdown seperti itu ya? Ya biar kita bisa mulai tahu dari mana nih kita mulai, yuukk disimak yaa... 
Ini bisa buat kita belajar juga untuk membuat project keluarga loh😍

1. Tujuan
Dalam setiap perjalanan, menentukan tujuan adalah suatu keharusan, supaya kita bisa fokus, konsisten dan juga tahu jalan mana yang harus dilalui dan ditempuh. Oh iya, tujuan ini  juga  bisa sebagai strong why ketika kita mulai lelah dan lemah dalan berjalan.

2. Boost
Nah ini adalah modal dan menjadi penyemangat untuk menjalankan project. Boost karakter ini adalah semacam karakter kinerja yang baik yang akan mendukung terlaksananya project dengan baik. Dan, berikut adalah beberapa karakter kinerja yang akan menjadi booster untuk mempercepat project kami:
✔Learner
✔Konsistensi
✔Kreatif
✔Detail
✔Ontime
✔Optimis
✔Sharing is Caring
✔Pemantik Semangat
✔Kebersamaan



Dan karakter baik itu tidak bisa diajarkan di kelas, melainkan ditularkan, sehingga kami baiknya memilih satu saja karakter untuk dilatih terus menerus sehingga menjadi darah daging. Namun , bisa juga kami paralel melakukan karakter yang sudah ada sembari menantang salah karakter yang ingin ditaklukkan. Dari karakter kinerja diatas, saya  pun memilih karakter learner untuk terus dilatih sehingga mendarah daging dan menjadi habbit,  apalagi learner ini adalah salah satu bakat teratas berdasarkan hasil TM dan juga konsisten yang akan saya coba taklukkan dan menjadi kebiasaan baik saya, karena selama ini kadang saya masih mood swing ketika menjalani sesuatu, namun kok banyak orang melihat saya ini orangnya konsisten , agak bertolak belakang kan yaa🤭


3. Delay
Hmmm,  dalam perjalanan pasti ada tantangan kan yaaa??? Delay ini adalah berbagai karakter yang bisa membuat project kita selesai dalam waktu lebih lama dan menjadi penghambat jalannya project.

Faktor-faktor yang berpotensi menjadi delay adalah: moody, slow respon, dan support sistem yang tidak mendukung ( faktor internal)

4. Risk
Yup, selain tantangan pasti ada resiko yang harus dihadapi dalam setiap perjalanan. Disini diperlukan managemen resiko untuk bisa mengatasinya. Dengan tahu resiko apa saja yang mungkin timbul, maka kita akan bisa menyiapkan rencana-rencana untuk mengatasi jika salah satu resiko terjadi.

Faktor resiko yang mungkin ada dalam project kami ini adalah tidak tepat waktu, tidak ontime dan juga individualist ( mementingkan diri sendiri)

Dan taraaa, inilah gambaran perjalanan project yang akan kami jalani 6 bulan kedepan dengan segala perencanaan dan pertimbangan yang sudah ditulis.

https://drive.google.com/file/d/1uzfUYoEDWYgTL7PXIPIMFJCmEesOlxr4/view?usp=drivesdk


Apakah yang akan terjadi kedepannya, apakah akan mulus ? Karena ini adalah project bersama maka kita perlu bersama-sama bersinergi untuk "make it happen" 


Terimakasih warga lemongrass yang saya yakin tetap semangat menjalani project ini, walau kita punya tantangan masing-masing , tapi insya allah kita pasti bisa menaklukan tantangan kita, aaamiiin...


Semangaaatt....!!!

#hexagonia
#hexagoncity
#charatertonation
#bundaproduktif
#institutibuprofesional
#pekanke4



Senin, 19 Oktober 2020

Project Passion Lemongrass Family

 Bismillahirrahmanirrahim

Passion Project ini adalah project bersama yang akan dilakukan bersama-sama dengan bahagia.

Berkarya dan berdampak, dimana produktivitas itu tidak hanya dinilai dengan uang. Produktivitas bisa dengan berbagi dan memberikan nilai pada sesuatu hal.

Atas dasar ini, kami para warga hexagonia cluster memasak Jl. Lemongrass ingin memberikan suatu karya sebuah ebook kumpulan resep menu rumahan, jajanan pasar, snack/kue gluten free, cemilan dan juga masakan korea beserta tips dan trik untuk proses persiapan, pengolahan dan juga penyimpanannya. Tag line kami adalah sehat, karena sehat adalah bekal kita untuk bisa tetap berkarya dan berdampak. 

Dengan berbagai latarbelakang, tantangan dan juga fokus yang berbeda-beda maka muncullah Passion Project Lemongrass Family yaitu Healthy Home Recipe sebagai wujud konstribusi kami untuk mendukung Passion To Nation.

Bagaimana proses kami menemukan project ini? Penuh tantangan, dan pesan founding mother  kalau leader itu pantang baper, kalau ada anggotamya yang masih silent reader walau sudah dipancing, maka berbaik sangkalah mungkin cara kita kurang tepat, mungkin yang bersangkutan sedang sibuk dengan domestiknya, ada keluarga yang sakit dll.... Karena urusan keluarga adalah no 1.


Alhamdulillah walaupun kami jarang sekali bisa ngobrol bareng dalam satu waktu bersamaan, tapi kami tetap saling menanggapi di jam online masing-masing.

Kurang efektif? Mungkin, namun inilah tantangan kami, yang insya allah akan lebih baik kedepannya.

Dan kami pun akhirnya membahas project lewat zoom, terimakasih mba minta, mba tyas, mba harsi, mba nung, dan mba itha yang sudah meluangkan waktunya dan waktu satu jam lebih tidak berasa untuk membahasnya.

Setelah zoom, kami pun masih lanjut diskusi di wag, share hasil kesepakatan project dan finalisasi project.

Inilah project yang insya allah akan kami jalani 6 bulan kedepan:


Terimakasih lemongrass team, mari kita bersama sama bahagia untuk mewujudkan passion project kita.


#hexagonia

#hexagoncity

#kelasbundaproduktif

#passionproject

#clustermemasak

#lemongrassfamily

#institutibuprofesional





Jurnal Hexagonia Pekan 3 : Passion to Nation

Bismillahirrahmanirrahim....

Bagaimana perasaan saat mengerjakan jurnal minggu ini ? Campur aduk gaess rasanya😅😅

Setelah mendadak harus menjadi cohos leader , otomatis nambah lagi wag yang harus diikuti dan juga bertanggung jawab atas kelangsungan warga 1 blok  lumayan membuat ga bisa tidur🙈

Tapi, alhamdulillah.... bisa dan senang bisa mengambil peran di Hexagon City. 

Setelah mendengar pemaparan Ibu tentang Passion, membuat saya menyadari bahwa saya ini termasuk yang masih galau dengan passion saya sendiri. Apakah passion memasak yang saya pilih ini benar-bemar membuat saya passionate??
Tapi, saya harus bertanggungjawab dan tidak bisa merubah passion yang sudah dipilih.

Passion ini adalah sesuatu yang sangat kuat seseorang terhadap sesuatu, dan seringkali menjadi akar ( internal motivation) dari berbagai hal seseorang melakukan sesuatu.

Bahwa passion tidak sama dengan hobi, namun passion bisa dimulai dari hobi. Jika kita passionate terhadap sesuatu maka kita akan percaya diri dan bahkan ketika tidak ada orang pun kita akan melakukan hal tersebut.

Namun show must go on yaa...  semoga ditengah-tengah perjalanan kelas Bunda Produktif ini saya menemukan passion dalam hobi memasak saya, karena memang saya suka memasak, bahagia ketika keluarga suka dengan masakan saya, dan tertantang ketika mereka kurang suka.

Dan taraaaa.... inilah Passion Canvas saya:
Untuk passion saya memilih saat ini untuk fokus di main course menu, kenapa? Karena ingin terus menghidangkan menu sehat untuk keluarga dan juga punya angan-angan mempunyai usaha catering sehat.

Namun, banyak sekali tantangan yang dihadapi terutama rasa malas untuk trial menu baru atau menyempurnakan menu yang sudah ada, dengan pembenaran diri sudah sibuk dengan urusan domestik.
Akhirnya berdiskusi dengan suami, membuat kesepakatan dan minta dukungan agar saya bisa passionate dan produktif dengan hobi saya, Alhamdulillah suamipun mendukung 100% dan mengijinkan saya untuk terus upgrade skill baik hardskill maupun soft skill.

Dan untuk menantang diri sendiri, sayapun mempunyai ide untuk menantang diri sendiri agar dapat menyajikan menu sehat low budget selama 30 hari, mendokumentasikannya di media sosial dan semoga bisa menginspirasi para ibu yang kehabisan ide ketika mau masak apa?

Bismillah, semoga yang tertuliskan akan menjadi pengingat dan konsisten untuk dijalankan, aamiinn


#hexagonia
#hexagoncity
#kuliahbundaproduktif
#institutibuprofesional
#jurnalpekan3
#passioncanvas
#projectpassion


Jumat, 02 Oktober 2020

Jurnal Hexagonia Pekan 2 : Pemilu Walikota Hexagonia

 Bismillahirrahmanirrahim

Masya Allah, bangga bangeet pokoknya bisa ikut kelas bunda produktif bersama our founding mother Bu Septi :-)

Betapa tidak, hanya dikelas bunda produktifnya Ibu Profesional doang yang kita para muridnya diberi kavling, ,membangun rumah impian bersama dengan teman-teman yang mempunyai passion yang sama dan ada Pemilu untuk memilih Walikota , keren bangeeet kaann???

Ada 6 kandidat yang keren-keren dan mukanya sudah ga asing sekali, saya milih siapa yaaaa?? semuanya keren, jadi bingung milihnya....

Insya allah semua amanah, jadi siapapun yang terpilih pasti akan bekerja melayani para hexagonia dengan sepenuh hati, apalagi para kandidat ini akan bersinergi semuanya untuk kemajuan kota hexagonia  tidak ada yang berambisi untuk kepentingan diri sendiri

Eh iya, kami para warga hexagonia juga diberi ID Card , duh ini keren bangeeeett pokoknya :-)


Yuk, para hexagonia kita bergembira dalam pemilihan walikota kita, jangan lupa siapkan ID card mu dengan foto terbaik mu😍



#hexagonia

#hexagoncity

#bundaproduktif

#institutibuprofesional

Senin, 28 September 2020

Jurnal Hexagonia Pekan 1 : Yunita's Hexa House

Bismillahirrahmanirrahim

Perjalanan Ibu pembelajar kembali dimulai, saat nya menata kembali fokus,  melatih konsistensi dan terus menerapkan apa yang sudah pelajari di jenjang sebelumnya.


Dikelas Bunda Produktif ini kami akan di kumpulkan berdasarkan passion kami masing-masing, dan ga boleh berubah di tengah perjalanan. Kami harus bertanggung jawab atas pilihan yang kami ambil, belajar menerima konsekwensi jika pilihan yang kami ambil itu adalah  pilihan yang asal pilih.


Tantangan pertama di Bunda Produktif adalah membuat hexahouse, dan dari lahan yang disediakan silahkan desain berdasarkan apa yang diinginkan dan dimimpikan. Dari dulu ingin banget punya rumah yang open space , dan saatnya keinginan dituangkan dalam desain hexahouse ini

Ruangan hanya ada 3 ruangan utama, yaitu Chitchat Room tempat kami ngobrol ngalor ngidul bersama teman dan sahabat juga keluarga,  Private Room untuk tempat beristirahat dan juga ruang utama nya adalah Research Room tempat untuk menuangkan ide dan eksekusi memasak, disekelilng ruangan akan dikelilingi dengan taman-taman kecil untuk mempersejuk ruangan, apalagi sekitar Research Room, untuk memanfaatkan limbah memasak akan ada kebun kecil untuk re-growth dan menanam tanaman obat-obatan tradisional.

Mimpi memang harus dituangkan dalam bentuk nyata biar ga diawang-awang terus, semoga suatu saat akan  tercapai , aamiin ya allah.... 


#hexagonia
#hexagoncity
#bundaproduktif
#ibuprofesional

Selasa, 21 Juli 2020

Aliran Rasa Tahap Kupu-kupu Buncek batch 1


Bismillahirrahmanirrahim...

Selama kurang lebih 6 bulan dengan filosofi metamorfosis seekor kupu-kupu, kami mahasiswi Bunda Cekatan menjalani setiap tahapan dengan penuh makna. 

Di tahapan telor, kami berusaha untuk mengenali diri sendiri, menentukan jalan apa yang harus dilalui untuk bahagia melalui mind mapping kita. Selanjutnya kita melalui fase ulat, dimana kita bebas untuk makan apa saja di hutan ilmu, dan disini lah kita berlaku seperti ulat yang "nggragas" makan semua, namun diantara bertebaran ilmu kita dilatih untuk berprinsip menarik namun tidak tertarik agar kita bisa fokus sesuai jalan kita. Setelah itu kamipun  berpuasa layaknya kepompong, kami melakukan kebiasaan-kebiasaan kecil yang menunjang goal utama kami. Tahapan paling menarik adalah tahap kupu-kupu, dimana kami berperan ganda, sebagai mentor dan juga sebagai mentee merayakan false celebration, kok bisa?? ahahha, itulah seru dan uniknya belajar di kelas bunda cekatan ini, dan saya bahagia dan bersyukur bisa ikut belajar bersama dengan teman-teman seperjuagan, bersama mentor dan 4 orang mentee dan juga gurunda kami Ibu Septi

Walaupun corak warna kupu-kupu ku  tidak berwarna warni seperti kupu-kupu lain, dan kepak sayap nya pun tidak secepat kupu-kupu lain, namun kubahagia karena kumenemukan apa yang membuatku bahagia dan membahagiakan orang-orang di sekelilingku.

Mengapa bertahan?

Karena dorongan kuat untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan sangat penasaran dengan apa yang ada diperjalanan paling ujung, sehingga senantiasa menyiapkan diri dengan perbekalan yang memadai untuk bisa terus 

Apa yang semakin baik

Makin memahami dan mengenal diri sendiri,mengontrol emosi, mengetahui letak-letak kesalahan diri dan mencari solusi untuk memperbaikinya, menikmati diri menemani, membersamai anak-anak belajar dan bermain setiap fase umurnya. 

Dan, akhirnya kami menjadi kupu-kupu cantik versi kami masing-masing...

Jangan lupa bahagia :-)


Video selebrasi Tangerang Kota bisa dilihat  -Selebrasi Tangerang Kota-



#aliranrasabuncek1
#selebrasibuncek1

Senin, 06 Juli 2020

Jurnal kupu-kupu pekan ke-7

Bismillahirrahmanirrahim

Merayakan keberhasilan terhadap progress yang sudah kita lakukan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap diri kita sendiri, agar kitapun terjaga semangat dan bahkan makin semangat agar cekatan dalam topik yang dipilih dan berbahagia.

Sejujurnya, agak down setelah minggu kemarin lupa setor jurnal padahal sudah dikerjakan dan mendapat feedback dari mentor, tapi ini menjadi pelajaran berharga, yaitu " Jangan pernah menunda pekerjaan, karena kita ga pernah tau apa yang terjadi dalam 1 detik kedepan".

Dan, masya allah ini pun menyentil saya pribadi, bahwa waktu kita ini samgat berharga, dan rasanya tak berguna ketika kita mengeluh atau tidak bahagia dengan kehidupan kita, mari kuta ciptakan kebahagiaan kita masing-masing💪💪💪

Nah, pekan ini saya sudah mengumpulkan surat cinta untuk mentor dan para mentee

Dan saya pun mendapat balasan dari mentor tercinta Mba Shinta, 
dan juga dari partner peermentoring , Mba Sherly 
Dan dari mentee yang unik , mba Ety yang ingin masak cepat namun ga pengen ribet tapi juga belum tergerak untuk food prep  ataupun membuat bank menu, karena menemunkan kebahagiaan pada saat membuat menu bersama kelharga.
Rasanya nano-nano, dan dari program mentorship ini ya g emenentukan keberhasilan itu bukanlah mentor, namun diri kita sendiri, mentor hanyalah fasilitator, walau banyak ilmu yang di bagikan namun ketika kita tidak bergerak, hasilnya adalah nol, jadiii yuukk kusemangatin diriku sendiri agar selalu berprogress dalam setiap proses yang di jalani, dan inilah gambar kupu-kupu versi ku yang menggambarkan perjalanan belajar menjadi kupu-kupu...

#jurnalpekan7
#kelaskupu-kupi
#buncekbatch1
#institutibuprofesional
#terimakasihmentor
#terimakasihmentee
#

Selasa, 23 Juni 2020

Jurnal Kupu-Kupu Pekan 5


Bismillahirrahmanirrahim


False Celebration!!

Ini adalah istilah yang pertama kali saya dengar, Masya Allah benar-benar banyak ilmu baru yang saya peroleh di kelas Bunda Cekatan ini. Untuk pekan ini kami merayakan False Celebration, dimana mengakui kesalahan dan belajar dari keaalahan lalu menyusun strategi ke depan supaya gagal lagi.

Dan ini lah action plan dan progress saya:


Beberapa hal yang tidak on track ini penyebabnya adalah disaat saya sedang belajar dan berlatih mengelola emosi, saat itu pula kami sekeluarga sedang dalam masa transisi dari keseharian full membersamai anak, menjadi belajar berniaga dan juga memproduksi produk sendiri.

Sedikit cerita, sejak awal Juni ini kami resmi membuka Dapur Sikeling yang produk utamanya adalah Sambal dan Aneka Frozen Food Homemade.


Segala sesuatu kami lakukan berdua dengan suami saja, dari belanja bahan baku sampai delivery produk, nah keseharian yang hanya urusan domestik bertambah.

Otomatis butuh banyak energi, dan level mengelola emosi, sehingga yang dalam keseharian dulu saja banyak emosi apalagi sekarang😥😥


Namun, saya percaya bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan, dan insya allah saya pun yakin bisa melalui dan uograde diri menjadi sesuai dengan tujuan di program mentorship ini, yaitu cekatan mengelola emosi.

Di langkah saya harus rutin untuk menambah kualitas dan kuantitas ibadah, eh saya terlalu capek , swhingga saya tidak on track sama sekali😥😥

Namun, ketika bertanya kepada suami dan anak respon mereka sih positif, katanya paling tidak dalam sehari itu ummi paling banyak marah-marah 3 kali (kata Ara) tapi sudah sering tidak marah-marah.

Bahkan kata suami pun sekarang saya sudah bisa membiarkan rumah dalam keadaan berantakan tapi saya tidak cemberut.

Menurut mentor saya, saat ini saya masih perlu berlatih berdamai dengan inner child dengan teknik "nurturing your innerchild" sehingga saya bisa benar-benar berlatih untuk berdamai dengan innerchild dan mampu mengelola emosi dengan baik.

Setiap malam sebelum tidur, saya pun mulai membiasakan diri untuk bertanya apakah hari ini Ummi marah-marah? karena apa? dan sayapun minta maaf dan menjelaskan kenapa marah-marah, dan juga masing-masing dari kami berjanji bahwa besok kami tidak akan mengulangi hal tersebut.
Namun, kadang besok nya saya masih mengulanginya lagi.

benar-benar butuh latihan dan banyak doa kepada Allah SWT, karena Allah yang maha membolak balikkan hati hambanya.

#jurnalpekan5
#kelaskupukupu
#buncekbatch1
#institutibuprofesional






Selasa, 16 Juni 2020

Jurnak Kupu-Kupu Pekan 4

Bismillahirrahmanirrahim


Pekan yang menantang!!

Sebenernya tugas kali ini kami para mahasiswi buncek ditugaskan untuk melakukan konfirmasi program mentorship kami dengan metode "Check In" .

Sebagai mentee, kita akan di review oleh mentor ataupun diri sendiri apakah dimanakah prioritas diletakkan, apajah sudah konsisten melakukan setiap action plan yang sudah dibuat dan juga kita saling check apakah masih ada bonding pada hubungan mentorship ini.

Sebagai mentorpun, kita akan berbesar hati untuk menerima feedback dari para mentee pada proses mentoship ini.

Alhamdulillah mentor saya untuk menjadi cekatan dalam mengendalikan emosi masih dengan sabar mendampingi saya untuk belajar mengendalikan emosi, pun para mentee tidak ada yang meninggalkan saya :-)


Tugas kali ini adalah meletakkan prioritas dan juga komitmen dalam menjalankan setiap step dalam mentorship ini.

Selama sepekan ini, sayapun ditantang oleh mentor saya untuk mulai bisa melakukan jeda dan reframming setiap ada emosi negatif, semangaatt semoga terus konsisten ...

#jurnalpekan4
#kelaskupukupu
#buncekbatch1
#institutibuprofesional

Senin, 08 Juni 2020

Jurnal Kupu-kupu Pekan ke 3

Bismillahirrahmanirrahim


Alhamdulillah setelah libur lebaran, kami para mahasiswi Bunda Cekatan sudah akan mulai belajar kembali di pekan ke-3 , apa yang akan kami pelajari?


  1. Susun skala prioritas – Buka kembali mindmap dan urutkan prioritas. Apakah prioritas utama pada apa yang dipelajari saat ini atau tidak. Bidang mentorship apakah sama dengan prioritas utama?
  2. Susun tujuanmu – Ambil 1 bidang saja yang memiliki prioritas utama. First thing first, turunkan menjadi goals. Apa high energy ending anda? Lihat bagaimana perjalanan Anda! Di tengah perjalanan silakan evaluasi kembali tujuan Anda.
  3. Rincikan langkahmu – Tulis step by step dan deadline rencana Anda. Terima konsekwensi yang Anda buat dalam setiap langkah Anda
Ada kata-kata Bu Septi yang terngiang-ngiang di benak saya, yaitu a goal without plan is a wish, nah jangan-jangan selama ini saya hanya ngayal , duuhh... betapa sia-sianya selama ini kan...


Dan dipekan ke-3 pun saya agak melengceng, karena yang ilmu di mentorship ini berbeda dengan di tantangan 30 hari, walau masih di mind map. Tetapi, karena saya merasa butuh banget dengan Ilmu Managemen Emosi, sayapun memutuskan untuk tetap melanjutkan proses belajar bersama mentor saya Mba Shinta.

Dan, berikut adalah goal dan plan yang akan saya lakukan:



Untuk langkah-langkah sudah direvisi dan dikerucutkan oleh mentor saya Mba Shinta Rini, menurut beliau target nya adalah saya mampu berdamai dengan innerchild saya selama 6 pekan, sehingga targetnya seharusnya dalam 1-2 bulan ini inner child sudah tuntas.

Dan pada selanjutnya harus benar-benar menjadi pribadi yang lembut, sabar, banyak bersyukur dan lebih tidak "kemrungsung"

#jurnalpekan3
#kelaskupu-kupu
#buncekbatch1
#institutibuprofesional



Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim... Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian...