Setelah pekan pertama kami saling berkenalan dengan para mentor dan juga mentee, pekan kedua ini kami sebagai mentee mengassestmen diri kami sendiri terkait dengan bidang yang ingin kita pelajari.
Saya adalah mentee dari Mba Shinta IP Balikpapan yang ternyata adalah seorang psikolog, sejak awal pekan pertama saya sudah curhat banyak tentang manajemen emosi saya yang kacau, dimana saya sudah dilabeli seisi rumah sebagai Ibu yang hobinya marah-marah, tapi tapi masakannya enak🤭🤭
Dan dari curhatan pertama itu, ternyata mba Shinta pun bercerita dulu pun beliaupun memiliki pengalaman yang sama seperti saya, dan berhasil melewatinya.
Sebelum kami video call, saya memberikan penjelasan tentang bagaimana saya mengelola emosi, level skill saya dan apa saja tantangan saya lewat tulisan dan video,
Dan ketika vcall pun, yang dijadwalkan hanya 15menit, ternyata berlangsung 1 jam lebih, Mba Shinta share pengalaman dan beliau berkata , melihat saya adalah serasa flashback pada dirinya dulu. Kami sama-sama ounya innerchild yang sama, dengan posisi sama sama anak pertama dan yang menjadi " korban" adalah anak pertama kami.
Mbak Shintapun, dengan sabar mendengarkan cerita saya, dan juga memberikan tips "jeda" dan "re-framing" untuk mengelola emosi, dan butuh latihan yang terus menerus. Selain itu juga membagikan file ppt tetang innerchild , oh iya Mba Shinta pun mengingatkan, segala daya upaya kita untuk berubah tidak akan berarti apa-apa tanpa bantuan Allah SWT, oleh karenanya pertama adalah minta bantuan Allah untuk memudahkan kita berubah menjadi lebih baik.
Dan, terakhir Mba Shinta juga memberikan referensi buku yang berjudul " Gadis kecil bernama ARA" dan "Tolong Dengarkan Aku", karangan Bunda Ve . Saya pun dowload buku di ipusnas, karena ini buku lama yang sepeeti nya sudah tidak beredar di pasaran.
Cerita dengan para mentee pun tak kalah seru, dan dari 3 mentee ini akhirnya bersama Mba Sherly IP Jambi, kami memutuskan sebagai peer mentoring, karena saya mengukur kapasitas saya sebagai mentor sama dengan Mba Sherly, karena Mba Sherly berniat untuk lebih fokus di kecepatan memasak, karena selebjhnya masak sudah oke, dan jago banget🤭😍☺️. Saya sempet sharing tips untuk memasak cepat adalah ketika semua sudah di prepare seperti food prep, penyusunan menu weekly dan juga menyusun bank menu. Nah, ketiga hal ini belum tergerak untuk dilakukan Mba Sherlg, segingga kadang suka blank tentang apa yang mau dimasak, apalagi Mba Sherly dituntut untuk multitasking dengan pekerjaan yang lain.
Lain hal dengan Mba Ety IPSemarang, waah obrolan kami seru, karen ternyata Mba Ety ini kocak sekali, pengalamannya memasak memancing gelak tawa, bahkan Mba Ety ini pun bilang diantara mentee saya pasti dia yang paling kacau🤭🤭☺️.
Mba Ety ini, ingin sekali bisa masak simple, praktis dan cepat agar tidak kegerahan ketika memasak, karena jika sudah gerah lama maka akan memancing emosinya.
Dengan Mba Ety pun, saya sharing soal hal apa yang merusak mood saya dalam memasak, yaitu cucian piring menumpuk dan dalur berantakan, dan berbagi tips untuk mengatasi hal tersebut, dan semoga bisa diaplikasikan untuk mengatasi "gajah" yang menghalangi Mba Ety dalam memasak.
Untuk mentee yang ketiga ini, Mba Depi IP Karawang, kami sempet sudah menjadwalkan vcall, namun ternyata belum bertemu fix jadwalnya, akhirnya kami hanya share lewat wa saja. Mba Depi ini tidak suka masak, namun seneng kalau melihat anak dan suami lahap makannya.
Ini adalah serba serbi cerita tentang mentoring di pekan ke 2 ini, dan sudah tidak sabar untuk menjalani di oekan ke tiga, karena sudah mulai bahagia dengan proses mentoring ini. Semoga kedepannya kami sebagai mentee dan mentor mendapatkan ilmu ya g berkah dan barokah, dan kami dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
#jurnalpekan2
#tahapkupukupu
#buncekbatch1
#institutibuprofesional