Kamis, 14 Mei 2020

Jurnal Kupu-Kupu Pekan 2

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah pekan pertama kami saling berkenalan dengan para mentor dan juga mentee, pekan kedua ini kami sebagai mentee mengassestmen diri kami sendiri terkait dengan bidang yang ingin kita pelajari.

Saya adalah mentee dari Mba Shinta IP Balikpapan yang ternyata adalah seorang psikolog, sejak awal pekan pertama saya sudah curhat banyak tentang manajemen emosi saya yang kacau, dimana saya sudah dilabeli seisi rumah sebagai Ibu yang hobinya marah-marah, tapi tapi masakannya enak🤭🤭

Dan dari curhatan pertama itu, ternyata mba Shinta pun bercerita dulu pun beliaupun memiliki pengalaman yang sama seperti saya, dan berhasil melewatinya.

Sebelum kami video call, saya memberikan penjelasan tentang bagaimana saya mengelola emosi, level skill saya dan apa saja tantangan saya lewat tulisan dan video,

Dan ketika vcall pun, yang dijadwalkan hanya 15menit, ternyata berlangsung 1 jam lebih, Mba Shinta share pengalaman dan beliau berkata , melihat saya adalah serasa flashback pada dirinya dulu. Kami sama-sama ounya innerchild yang sama, dengan posisi sama sama anak pertama dan yang menjadi " korban" adalah anak pertama kami.
Mbak Shintapun, dengan sabar mendengarkan cerita saya, dan juga memberikan tips "jeda" dan "re-framing" untuk mengelola emosi, dan butuh latihan yang terus menerus. Selain itu juga membagikan file ppt tetang innerchild , oh iya Mba Shinta pun mengingatkan, segala daya upaya kita untuk berubah tidak akan berarti apa-apa tanpa bantuan Allah SWT, oleh karenanya pertama adalah minta bantuan Allah untuk memudahkan kita berubah menjadi lebih baik.
Dan, terakhir Mba Shinta juga memberikan referensi buku yang berjudul " Gadis kecil bernama ARA" dan "Tolong Dengarkan Aku", karangan Bunda Ve . Saya pun dowload buku di ipusnas, karena ini buku lama yang sepeeti nya sudah tidak beredar di pasaran.

Cerita dengan para mentee pun tak kalah seru, dan dari 3 mentee ini akhirnya bersama Mba Sherly IP Jambi, kami memutuskan sebagai peer mentoring, karena saya mengukur kapasitas saya sebagai mentor sama dengan Mba Sherly, karena Mba Sherly berniat untuk lebih fokus di kecepatan memasak, karena selebjhnya masak sudah oke, dan jago banget🤭😍☺️. Saya sempet sharing tips untuk memasak cepat adalah ketika semua sudah di prepare seperti food prep, penyusunan menu weekly dan juga menyusun bank menu. Nah, ketiga hal ini belum tergerak untuk dilakukan Mba Sherlg, segingga kadang suka blank tentang apa yang mau dimasak, apalagi Mba Sherly dituntut untuk multitasking dengan pekerjaan yang lain.

Lain hal dengan Mba Ety IPSemarang, waah obrolan kami seru, karen ternyata Mba Ety ini kocak sekali, pengalamannya memasak memancing gelak tawa, bahkan Mba Ety ini pun bilang diantara mentee saya pasti dia yang paling kacau🤭🤭☺️.
Mba Ety ini, ingin sekali bisa masak simple, praktis dan cepat agar tidak kegerahan ketika memasak, karena jika sudah gerah lama maka akan memancing emosinya.
Dengan Mba Ety pun, saya sharing soal hal apa yang merusak mood saya dalam memasak, yaitu cucian piring menumpuk  dan dalur berantakan, dan berbagi tips untuk mengatasi hal tersebut, dan semoga bisa diaplikasikan untuk mengatasi "gajah" yang menghalangi Mba Ety dalam memasak.

Untuk mentee yang ketiga ini, Mba Depi IP Karawang, kami sempet sudah menjadwalkan vcall, namun ternyata belum bertemu fix jadwalnya, akhirnya kami hanya share lewat wa saja. Mba Depi ini tidak suka masak, namun seneng kalau melihat anak dan suami lahap makannya.


Ini adalah serba serbi cerita tentang mentoring di pekan ke 2 ini, dan sudah tidak sabar untuk menjalani di oekan ke tiga, karena sudah mulai bahagia dengan proses mentoring ini. Semoga kedepannya kami sebagai mentee dan mentor mendapatkan ilmu ya g berkah dan barokah, dan kami dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

#jurnalpekan2
#tahapkupukupu
#buncekbatch1
#institutibuprofesional



Kamis, 07 Mei 2020

Jurnal Kupu-Kupu Pekan 1

Bismillahirrahmanirrahim



Tantangan di tahapan kupu-kupu ini adalah Menthorship Program, dimana kami para bunda cekatan ditantang untuk dapat membagikan pengalaman atau keahliannya di suatu bidang kepada Ibu lain yang membutuhkan dan juga diwajibkan untuk belajar, mendalami bidang yang ada di mind mapping.

Begitu mendengar tantangan ini saya langsung down, karena saya merasa sebagai Ibu atau pribadi yang kemampuannya rata-rata di semua bidang, belum ada yang ahli. Namun ada salah satu teman mengatakan, mungkin keahlian yang kita anggap itu "receh" bagi orang lain itu adalah sesuatu yang ingin dia pelajari.

Akhirnya, saya memutuskan untuk share tips-tips memasak cepat, sehat dan bahagia dimana didalamnya ada unsur juga membuat cemilan buat anak-anak. Kenapa ini yang di share? karena saya suka memasak :-)

Woow, tak lama saya posting sudah ada satu mentee yang berminat, dan saya gembira sekali , otomatis rasa kepercayaan diri saya meningkat. Mentee saya adalah Mba Depi (IP Karawang ), kemudian mba Ety (IP Semarang) dan Mba Sherly (IP Jambi), dan saya menolak 4 orang mentee (Mba Eny Triwarni , Mba Dhea Rachman (IP Tangkot), Mba (Asri Risnawati) , dan Mba Evy Wiliyanti.
Para mentee ini semuanya ingin sekali bisa memasak cepat, variatif dan tentunya sehat. Ada yang memang kuranng bahagia dalam memasak, ada pula yang merasa lelah karena tidak nyaman dengan keringat dan akhirnya membuat lelah dan ingin cepat-cepat selesai ada pula yang ingin bisa cepat memasak, kerena selama ini dalam hal memasak beliau merasa lamban sedangkan hal lain bisa cepat.

Sedih juga menolak mentee, apalagi 2 orang diantaranya adalah rekan seperjuangan di regional Tangerang Kota, namun saya harus berani dan tega bilang tidak, karena saya menilai kapasitas saya hanya cukup maksimal 23 mentee saja.

Perjalanan menemukan mentor saya pun, alhamdulillah mulus. Saya berniat untuk menyelesaikan masalah manajemen emosi saya, dan ketika mencari pertama di list mentor bertemulah dengan Mba Shinta (IP Balikapapan) yang juga memang sarjana psikologi. Rasa syukur pun terucap, mengingat Mba shinta pun mengaku punya pengalaman sama dengan saya, dan akhirnya berhasil melaluinya.

Sayapun makin tak sabar untuk mulai berbagi pengalaman dengan para mentee dan menimba ilmu dari mentor saya .


#jurnalke1
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Minggu, 03 Mei 2020

Resep Steak Ayam

Chicken Steak Black Pepper

Bahan :
Dada ayam fillet, 
Tepung serba guna,
Telor
Air es

Bahan untuk marinasi:
3 siung bawang putih, haluskan.
Garam
Kaldu jamur
Lada bubuk

Sayuran pelengkap: 
wortel, buncis, french fries siap goreng.

Bahan saus black pepper: 
Bawang putih, 
Bawang bombay, 
Tomat 
Saus barbeque D*l Monte, 
Saos tomat, 
Lada hitam (kalau ada), 
Saos tiram, 
Kecap manis, 
Gula garam, 
Larutan maizena.

Langkah : 
1. Dada ayam cuci lalu di iris tipis, lalu pukul2 hingga seratny lembut. (dari 1 dada ayam fillet bisa dapet 7-8 potong steak ukuran sedang)

2. Lumuri bumbu marinasi hingga rata, diamkan 15 menit.

3. Siapkan 3 wadah untuk :
telor kocok lepas, tepung bumbu serba guna yg di cairkan dgn air es, dan tepung serba guna utuh (keadaan kering)

4. Gulingkan ayam ke tepung cair, lalu ke tepung kering, dan terakhir ke telor, ulangi hingga 2-3x proses gulingan 

5.Goreng dalam minyak panas (terendam).

Langkah membuat saus :
1. Geprek bawang putih lalu cincang halus, bawang bombay dan tomat cincang dadu.
tumis dengan minyak, masukkan air +/- 700ml.
2. Tambahkan 4-5 sendok saus barbeq d*l monte, 3 sdm saus tomat, 3 sdm kecap manis, gula, garam, 1sdm saos tiram.
aduk rata.
3. Masukkan lada hitam yg di giling kasar dan larutan maizena masak hingga mengental.

tips :sebisa mungkin rasa saus jangan terlalu berlebihan, jangan asin karena tepung bumbu dari steak udah gurih 😁

oh ya, sayur pelengkap bisa di kukus atau rebus. mana yg selera aja
bagi yg berniat buka usaha kuliner, biasa aku beli kaya gini seporsi bisa di jual 15-20rb loh, tapi ayamnya lebih kecil wkwkwk. lumayan kan bikin menu beda selagi mall byk yg tutup, bisa ngobatin kangen makan steak dan jadi peluang usaha 😍

happy cooking 😍

Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim... Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian...