Selasa, 25 Februari 2020

Jurnal Pekan 6 : Berbagi Makanan Kesukaan Teman Kita

Bismillahirrahmanirrahim

Jurnal    : Ulat Pekan 6
Nama     : Yunita Bayu Ambarwati
Regional : Tangerang Kota
NIM        : 3119551919


Setelah sepekan kemarin kita "Camping Virtual", dapat pengalaman baru, dag dig dug jika ga dapat respon, dan juga bertemu dengan teman yang baru kenal tapi mengobrol seperti teman lama, pekan ini kita belajar untuk berbagi makanan kesukaan teman-teman kita.

Memberikan hadiah atau kado kepada teman sesuai dengan kesukaannya, adalah tantangan di pekan ini, karena kebanyakan teman-teman ini makanan utamanya berbeda dengan makanan utama saya.

Namun, walau kado ini bukan "homemade" tapi dapat dari beli, berbekal dengan ketulusan hati dan berharap kado yang diberikan ini membawa manfaat, Bismillah, akhirnya kado pun di sebar :-)




Daaan, Alhamdulillah.... sayapun menerima kado dari Mba Ningrum (IP Sulawesi) tentang ebook Guidebook for Ramadhan, Mba Amlika (IP Banten) Ebook Jelajah Angkasa, Mba Nurul Zidny (IP Bogor) tentang tutorial DIY Busy Book, Mba Arya (IP Pekanbaru) tentang Bullet Journal ....

Apa perasaan saya ketika menerima kado? waah, jangan ditanya pasti bahagia :-)
Ditanya mau kado apa saja sudah bahagia, apalagi tiba - tiba di kasih kado yang dibungkus cantik dan isinya bermanfaat, makin bahagia laah...

Semoga segala ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat untuk semua, aamiinn....



#janganlupabahagia
#jurnalminggu6
#materi6
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional




Senin, 17 Februari 2020

Jurnal Pekan 5 : Apa Kelas Favoritmu

Bismillahirrahmanirrahim

Jurnal    : Ulat Pekan 5
Nama     : Yunita Bayu Ambarwati
Regional : Tangerang Kota
NIM        : 3119551919

Setelah perjalanan yang cukup jauh dan cukup kenyang dengan makanan utama dan juga cemilan-cemilan, akhirnya menemukan rumah tempat kita merasa nyaman. Nah, di minggu ini kita mau keluar sejenak untuk camping bersama teman-teman di Bumi perkemahan hutan pinus bersama Kak Peni penjaga camping ground nya.

Aha, tugas jurnal minggu ini seru dan juga bikin deg-degan dalam perjalanan menemukan teman untuk ngobrol bareng tentang perjalanan menemukan keluarga dan apa sih kelas favoritnya.

Saya termasuk golongan orang - orang yang WOO nya paling buncit, suka bingung mau mengawali pembicaraan apalagi dengan orang yang tak kenal sama sekali. Tapi setelah live bersama Ibu Septi, sayapun iseng langsung coba asal klik yang ikut hadir di Live dan ternyata lansgung direspon :-)

Waah, langsung semangat ahahahh....

Lanjut dalam semalam dapat 5 teman, dan kami ngobrol ada yang secukup dan seperlunya tapi ada juga yang merespon dengan sangat baik. Apakah ada yang tidak merespon? tentu ada, tapi membesarkan diri mungkin dia tidak install messenger sehingga tidak tahu kalau di message (eh, tapi sempet baper ding :-) )

Banyak sekali cara teman-teman bagaimana merespon tugas ini, ada yang langsung bikin status di Facebook memperkenalkan diri, ada pula yang bikin form responden untuk langsung diisi ketika menyapa kita. 

Kalau saya, merasa jika pakai form saya kayak melakukan survey, padahal tujuan saya melakukan tugas ini adalah untuk mendapatkan insight dari teman teman bagaimana perjalanan menemukan keluarga, apa yang disukai, dan strong why mereka tentang makanan utama atau cemilannya. Oleh karenanya, saya memilih untuk drop tentang diri saya di komen atau door to door menyapa teman acak.

Daan , setelah menyelesaikan tugas ini  setiap hari banyak sekali friend list yang harus di confirm di facebook. Wah, pertemanan saya naik 25% dari semula...

Betapa tugas yang menyenangkan :-)

Dari hasil responden teman-teman bunda cekatan, keluarga Manajemen EMosi paling favorit dari 23 responden , rata-rata para bunda cekatan ini memilih keluarga manajemen emosi, karena sesuai dengan mind map dan juga ingin belajar untuk mengelola emosi lebih baik, diskusi di grup nya pun "hidup" dengan dibentuk grup grup kecil lagi (inner child, self healing). Membuat saya ingin buru buru untuk bertamu ke keluarga ini, karena manajemen emosi adalah satu satu makanan utama di mind map .
#janganlupabahagia
#jurnalminggu5
#materi5
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#institutibuprofesional


Senin, 10 Februari 2020

Jurnal Pekan ke 4 : Makanan Besar ku

Bismillahirrahmanirrahim



Perjalanan kelas ulat makin membuat saya seperti kelaparan dengan ilmu ilmu yang bertebaran. Parade Go Live , dan rumah-rumah yang menawarkan banyak ilmu serasa ingin di lahap semuanya, namun lagi lagi mantra " Menarik tapi Tidak Tertarik"   kembali diingat kembali. Bu Septi pun mengingatkan jangan sampai kita terkena gejala FoMO (Fear of Missing Out) yang nantinya kita hanya jadi para pengumpul ilmu namun tidak menerapkannya di kehidupan, apalah artinya? 

Minggu ini saya memutuskan untuk tetap di Keluarga Bermain dengan Anak (Temanda Family) karena setiap diskusinya "daging" semua dan sedang dipelajari satu satu untuk mengevalusi apakah cocok di terapkan dengan anak anak.

Ragam metode untuk tahapan tumbuh kembang anak  yang dibahas adalah :
1. REA (Reggio Emilia Approach)
Dimana secara pendekatan dan nilai - nilai utama yaitu keperpusatan anak, pendekatan scientifik dan berbasis pada budaya setempat. Untuk metode REA ini tema belajarnya berangkat dari anak, dan bisa diolah menjadi penelitian untuk kemudian didokumentasikan) . Menganut kurikulum emergent, yang dibentuk berdasarkan ide dan minat yang muncul dalam diri anak. Orang tua sebagai fasilitator yangmendukung proses belajar anak
2. CCL
CCL (Children centered learning) , dimana pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak, semua aktivitas sesuai dengan ketertarikan anak, kemampuan pribadi anak & gaya belajar anak. Orang tua sebagai fasilitator anak.
3. FBE (Fitrah Based Education)
Framework Fitrah Based Education sesuai dengan tahapan usia, dengan 8 fitrah yang dibangkitkan , yaitu fitrah keimanan (o-6th), perkembangan, belajar dan bernalar (7-10), bakat, seksualitas, estetika dan bahasa, individualitas dan sosialitas, dan fitrah jasmani
4. Islamic Montessori
Ada 6 area stimulasi bertahap, yaitu islamic student, kehidupan sehari-hari, sensori, bahasa, matematika dan alam semesta.
5. Neuroparenting
Memahami tumbuh kembang otak anak, dimana kecerdasan awal anak adalah dikendali gerak dan emosi, yang itu kemudian menjadi pondasi dasar stimulasi kecerdasan rasio anak.

Dan berdasarkan penjelasan dari para narasumber di Keluarga Temanda (Mba Rayi, Mba Restu, Mba Ken, Mba Ainun, dan juga Mba Kidung Ardha) dari semua metode diatas dapat di tarik benang merahnya, bahwa filosofinya bersifat pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Yang membuat berbeda adalah kurikulumnya, dimana montessori memiliki kurikulum berdasarkan apparatusnya, REA yang bersifat emergent, sedangkan waldorf didesain tahapan perkembangan anak yang 5 aspek memiliki perkembangan sendiri- sendiri. Guru disini menetapkan materi dan cara belajar yang disesuaikan dengan perkembangan anak.

Waaah, banyak yaaa....

Saya menjadi sangat tertarik untuk mempelajarinya, dengan detail dan pada akarnya sehingga tidak hanya aplikasi tanpa tahu filosofinya apa.


Dalam satu kelurga ini saja saya sempet oleng, karena tergoda untuk icip dan bertamu ke Keluarga Porta (Portofolio Anak) , disini teman teman belajar untuk membuat bank data aktivitas anak untuk dapat  . Selain itu juga sempet masuk bertamu di keluarga Manajemen Emosi, namun belum icip karena dalam 24 jam, prosentase terbesar waktu saya ada bersama anak, sehinggan ingin bermain bersama, dan belajar untuk dokumentasikan dulu. Untuk Manajemen Emosi dan Waktu yang ada di peta sepertinya harus antri dulu , walau ini juga sangat diperlukan agar aktifitas nya selalu menyenangkan tanpa ada halangan emosi dan pengaturan waktu .

#janganlupabahagia#kuliahbundacekatan#tahapanulat-ulat

Minggu, 09 Februari 2020

Mindset Pebisnis

Bismillahirrahmanirrahim




Mindset Pembisnis

Materi : Mindset Pembisnis
pemateri : Buba Dinda Aulia Marhaeni
Jumat, 07 Februari 2020

MINDSET/POLA PIKIR adalah pondasi awal dan utama yang perlu kita benahi sebelum kita memulai dan melanjutkan bisnis kita. 

2 Syarat dalam berbisnis :

1.  MAU 
poin ini menjelaskan Bagaimana upaya kita untuk MAU berupaya memiliki yang namanya KUALITAS DIRI (Mau membangun pribadi diri/mental/jiwa yang baik). 

poin ini lebih menitik beratkan tentang MINDSET/POLA PIKIR kita dalam menjalankan bisnis. karena hal ini akan sangat berdampak pada bisnis kita didepan.

2. MAMPU 
poin kedua ini sama pentingnya, ini tentang Skills/ hal hal teknis.

kita harus terus belajar untuk mengasah SKills kita sesuai dengan bidang bisnis yang mau ditekuni. 

namun SEHEBAT apapun skills, jika diri kita belum siap, MINDSET BISNIS kita masih salah maka dalam menjalankan bisnis pun akan sulit. 

Mindset ➡action➡ hasil

Nah HASIL yang baik itu adalah Buah dari ACTION yang baik. 

ACTION yang baik adalah hasil dari MINDSET yang baik.

Kalo Mindset kita (+), maka setiap ACTION kita akan (+), sehingga HASIL yang kita peroleh pun (+)

Kalo MIndset kita (-), maka setiap ACTION kita akan (-), sehingga HASIL yang kita peroleh pun (-)

Ada 2 tipe karakter seseorang : 

1⃣ Orang yang punya MINDSET KAYA = dalam gambar dianalogikan orang golongan GARIS ATAS 

2⃣ Orang yang punya MINDSET MISKIN = dalam gambar dianalogikan orang golongan GARIS BAWAH

Jadiiii..

Kalo MAU sukses, maka benahi dulu mindset dan mental kita. 

Supaya apa? 
bisa bahagiakan orang-orang tersayang, orang tua kita, istri/suami kita. Bisa sedekah nggak pake mikir. Bisa wakaf buku ke pelosok negeri. Bisa umroh.. lagiiii.. dan lagiiii... nikmatnya sujud di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, bisa haji. Bisa bikin rumah singgah, rumah baca, panti, dll

paparan 8 kunci MINDSET menjadi KAYA

1⃣ KUNCI PERTAMA 

📌 Golongan garis atas = EXCELENT RECEIVER
Maksud poin ini adalah kita merasa layak menerima hal-hal baik untuk kita sematkan pada diri kita sendiri. 

📌 Golongan garis bawah = POOR RECEIVER
golongan ini adalah orang yang merasa tidak pantas menerima hal-hal baik untuk disematkan pada dirinya (orang yang pesimis)

Contoh :

MIsal kita punya target omset 1M/bulan. 

Yuuuk kita rasakan bedanya golongan atas dan golongan bawah. 

▶ Golongan atas akan berkata : "Saya ijinkan diri saya untuk mendapatkan OMSET 1 M/bulan"

▶ Golongan bawah akan berkata : "Duuuuh... kayaknya susah deh klo omset segitu, impossible banget"

Saat berbisnis kita Harus punya cita cita besar/Goal target yang tinggi,

naah cita cita ini ga mungkin bisa kita tenagai kalo kita ga punya EXCELENT RECEIVER

Maka ijinkanlah diri kita untuk menerima hal-hal baik.

2⃣ KUNCI KEDUA 

📌 Golongan garis atas = I CREATE MY LIFE
golongan ini adalah golongan orang yang Responsable/bertanggung jawab atas pilihannya. 

orang garis atas ini akan selalu berkata : 
"Saya yang mendesain/merencanakan Kehidupan saya dengan warna saya sendiri. Saya akan bertanggung jawab atas pilihan saya"

📌 Golongan garis bawah = LIFE HAPPENS TO ME
orang garis bawah ini adalah orang yang selalu merasa jadi KORBAN [playing victim]. 

saat ada masalah ia BLAME OTHER (Menyalahkan orang lain)

Contoh :
Saya memilih jalan hidup saya sebagai pebisnis/Pengusaha. Ini pilihan hidup saya.
yang namanya usaha ada kalanya sepi orderan, ada kalanya rameee orderan. karena ada produk elektronik dalam media edukasi yang saya pasarkan, ada kalanya produk tersebut awet, ada kalanya produk tersebut error saat diterima. itu berdampak pada OMSET. adakalanya OMSET BESAR, ada juga kalanya OMSET KECIL. 

Nah.. respon apa yang diberikan saat OMSET TERJUN BEBAS turun DRASTISS?


Maka, jika saya memilih : 

▶ Golongan atas akan berkata : 
"Ini pilihan hidup saya, dan saya akan bertanggung jawab atas pilihan ini, saya akan benahi market saya, saya akan benahi manajemen saya, saya akan benahi keuangan saya, saya akan memberikan masukan kepada Tigaraksa dan Alqolam, saya akan mencari solusi dan saya akan evaluasi semua hal yang menjadikan bisnis saya seperti ini"

orang dengan MINDSET KAYA akan bercermin diri saat masalah menghampiri itu adalah buah dari kelalaiannya, buah dari resiko berbisnis dan ia mau bertanggung jawab membenahi dan mencari solusi itu semua.

yuuuk kita bedakan Respon yang diberikan oleh golongan Orang garis bawah :
▶ Golongan bawah akan berkata : 

"Ini omset ko turun terus sih, ini pasti gara gara tim marketing yang kerjanya ga bener, ini pasti juga karena bagian produksi nih yang ga totalitas, ini pasti Alqolamnya yang ngga beres, ini pasti Tigaraksanya yang curang.. haduuuuh... ini pasti si CS Admin yang ngelayanin konsumen ga ramah begini, ini pasti gara gara bagian keuangan yang pencatatannya jelek nih jadi keuangan banyak yang bocor. Gara gara team ga bener kerjanya nih saya nyaris bangkrut, gara gara ga totalitas mereka kerja saya jadi begini"

orang garis bawah ini akan selalu merasa jadi korban 😔

Tentu MINDSET yang harus dibangun oleh seorang Pebisnis adalah Mental garis atas. 

Setiap menghadapi kesulitan, Bangkit dan cari solusinya. 

kita harus siap dikejutkan oleh masalah masalah yang hadir silih berganti. MEntal garis atas ini SANGAT PENTING bagi kita selaku pelaku bisnis.


3⃣ KUNCI KETIGA 
📌 Golongan garis atas = COMMMIT TO BE RICH
Ini adalah golongan orang yang berani BERKOMITMEN untuk KAYA/SUKSES. 

misal : komitmen belajar, komitmen untuk memberikan service excellent, komitmen melahirkan produk berkualitas, komitmen siap mengurangi waktu tidur, siap berkorban, komitmen membunuh rasa malas, komitmen untuk terus berbagi, komitmen untuk terus konsisten, komitmen untuk nggak baperan, dsb.

📌 Golongan garis bawah = WANT TO BE RICH
golongan garis bawah ini adalah orang yang hanya sebatas INGIN KAYA aja.

Semua orang pasti ingin menjadi Kaya, pasti mau Sukses. 

Tapi ga semua orang mau Komitmen memperjuangkan kesuksesannya.

Pengen sukses ya wajib dan siap sedia untuk berkomitmen 

4⃣ KUNCI KEEMPAT 
📌 Golongan garis atas = ADMIRE OTHER RICH PEOPLE

Ini adalah orang yang apabila melihat orang lain sukses merasa senang, bahagia dan kagum.  

ia mudah mendapatkan keteladanan, setiap kebaikan dari orang yang dikagumi mudah ngerembes dalam dirinya.

📌 Golongan garis bawah = RESENT RICH PEOPLE

Ini adalah orang yang apabila melihat orang lain sukses merasa benci, dengki, menolak dan negatif.

Contoh :
Ada orang yang usahanya sukses, dia update status di fb/ig kalo dia bisa berangkat umroh dan beli mobil dari hasil usahanya itu. 

Kita amati respon kedua golongan orang garis atas dan garis bawah : 

▶ Golongan atas akan :
langsung komen di statusnya = 
"Masya Allah selamat ya, saya kagum atas kegigihanmu dalam berusaha, tolong doakan saya pun bisa sukses sepertimu ya"

▶ Golongan bawah akan berkata : 
"hmm.. palingan juga mobilnya nyicil, sombong banget sih harus pamer pamer segala"

5⃣ KUNCI KELIMA 

📌 Golongan garis atas = FOCUS ON OPPORTUNITY
Ini adalah golongan orang orang yang Fokus pada Peluang. 

📌 Golongan garis bawah = FOCUS ON OBSTACLE
golongan ini adalah orang yang fokus pada masalah.

6⃣ KUNCI KEENAM 

📌 Golongan garis atas = BIGGER THEN THEIR CHALLENGE
orang ini akan selalu merasa lebih besar dari tantangan/masalah yang ada. Apapun masalah yang dihadapi Ia selalu merasa lebih besar dai masalah itu. 

"Allah tidak membebani (menguji) seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya..." (Q.S Al Baqarah : 287)

📌 Golongan garis bawah = SMALLER THEN THEIR CHALLENGE
golongan ini adalah orang yang selalu merasa lemah, ia selalu merasa lebih kecil dari masalahnya, saat masalah datang ia tak mau melangkah. ia menyerah pada keadaan.


7⃣ KUNCI KETUJUH 

📌 Golongan garis atas = CONSTANTLY LEARN & GROW
orang garis atas ini adalah orang yang selalu mau belajar.  (setiap ada ilmu baru atau bahkan ilmu yang udah dia tau sekalipun ia mau tetap belajar, ia akan berkata = 
"saya akan tetap belajar, mungkin ada hal yang belum saya paham, belum saya mengerti, dan belum saya lakukan, atau mungkin ada ilmu yang saya lupa.

📌 Golongan garis bawah = THINK ALREADY KNOW EVERYTHING
orang ini selalu merasa semua hal sudah ia ketahui (setiap ada ilmu, ia selalu berkata : "aahhh, kalo ilmu begini sih aku udah tau"


7⃣ KUNCI KETUJUH 

📌 Golongan garis atas = CONSTANTLY LEARN & GROW
orang garis atas ini adalah orang yang selalu mau belajar.  (setiap ada ilmu baru atau bahkan ilmu yang udah dia tau sekalipun ia mau tetap belajar, ia akan berkata = 
"saya akan tetap belajar, mungkin ada hal yang belum saya paham, belum saya mengerti, dan belum saya lakukan, atau mungkin ada ilmu yang saya lupa.

📌 Golongan garis bawah = THINK ALREADY KNOW EVERYTHING
orang ini selalu merasa semua hal sudah ia ketahui (setiap ada ilmu, ia selalu berkata : "aahhh, kalo ilmu begini sih aku udah tau"

8⃣ KUNCI KEDELAPAN 

📌 Golongan garis atas = THINK BIG

Ini adalah golongan orang yang terbiasa untuk berfikir besar, berfikir kalo Berbisnis itu harus BESAR. 

Kenapa?? 

Karena berfikir besar akan mendorong kita untuk selalu melakukan hal hal yang besar. 
Kita ga akan tega membuang buang waktu kita untuk hal hal yang kecil (yang kurang produktif) 

misal : Scrolll akun gosip

📌 Golongan garis bawah = THINK SMALL

golongan ini adalah orang yang ga berani berfikir besar. Ia tak punya nyali untuk memasang targetan targetan besar. terlalu nyaman berada di zona aman. 

misal : Ia berbisnis yang penting bisa makan, maka targetannya hanya mentok disitu


#Mentoringbatch3
#GenQ
#Materi3

Aliran Rasa Kelas Telur

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah akhirnya berhasil juga  melewati tahapan kelas telur-telur Bunda Cekatan. Selalu teringat perkataan Bu Septi, jangan hanya sekedar mengumpulkan tugas, karena itu akan merugikan diri diri sendiri maupun pihak-pihak yang sudah bekerja keras untuk program ini. Langsung teringat pada saat menjalani kelas Matrikulasi dan Bunda Sayang, yang kadang memang suka asal mengumpulkan tugas, dengan pembenaran tdak ada waktu karena masih bekerja di ranah publik,

Tiap jurnal dibuat dari hasil perenungan dan diskusi dengan suami juga anak, karena tujuan tiap jurnal yang dibuat ini adalah untuk memahami diri sendiri agar senantiasa bahagia dalam menjalani peran sebagai seorang perempuan, istri dan ibu.
Semakin paham untuk selalu bahagia menjalani tiap aktivitas, semakin disiplin dengan skala prioritas dan juga konsisten juga komitmen terhadap tujuan.

Rasa terimakasih tak terhingga ini spesial untuk suami yang mau berbagi kebahagiaan bermain bersama anak anak dikala istrinya menimba ilmu , dan juga anak anak yang selalu support Ummi nya, bahkan Kakak selalu bilang " Oh, Ummi mau belajar ya? bentar aku cariin buku Ummi ya.... "

Masya allah....

Anak anakpun paham dan selalu mendukung umminya...

Tak lupa juga terimakasih untuk Bu septi dan team bunda cekatan yang sudah menggodok materi dan menyajikan untuk kami, para mahasiswi nya agar kami menemukan jalan kebahagiaan kami...

Barakallah semua, semoga segala kebaikan tersurahkan kepada semuanya ...

#aliranrasa
#kelastelurtelur
#bundacekatan
#batch1
#InstitutIbuProfesional

Onde Onde Pelangi

Bismillahirrahmanirrahim


Adek Rayyan ini tergolong anak yang hobinya ngemil, tapi makanan utamanya kurang. Nah, Ummi kudu wajib bin harus kreatif buat menyajikan makanan cemilan yang ga sekedar cemilan. Salah satunya jajanan onde-onde, yang selalu kalau ikut ke pasar "malak" Umminya onde-onde.

Browsing lah Ummi nya gimana sih resep bikin onde-onde, dan di youtube ketemulah dengan resep onde-onde ekonomis ini, yang bikin menarik adalah kulit onde-onde nya dibikin warna warni yang bikin anak anak makin tertarik untuk mengkonsumsinya.

Dan inilah Resep Onde-Onde Ekonomis ala Ummi Arrayyan 


Bahan kulit:
250 gr tepung ketan
1 sendok munjung tepung beras
4 sdm gula (sesuai selera, jika kurang tambahkan)
Garam secukupnya
180-200 ml air hangat
Wijen secukupnya

Bahan Isian:
100gr kacang hijau kupas (rendam 1-2 jam)
Pandan
5 sdm gula pasir
Garam
Vanili
Pewarna (saya menggunakan pasta pandan)
1-2 sdm margarin


Cara Membuat Isian Kumbu Kacang Hijau
1. Simpul 2-3 helai daun pandan (bisa diganti dengan 1/2 sdt vanili)
2. Kukus kacang hijau kupas selama 20 menit dan tambahkan daun pandan yang sudah disimpul
3. Haluskan kacang hijau yang sudah matang, tambahkan gula, garam dan vanili  kemudian tumis dengan margarin hingga teksturnya menjadi lebih padat.
4. Setelah dingin bentuk bola bolah (ukuran sesuai selera)

Cara membuat kulit onde-onde
1. Campurkan tepung ketan, tepung beras, gula, dan garam, tambahkan air sedikit demi sedikit dan uleni hingga kalis.
2. Pisahkan adonan menjadi 2 adonan (satu original dan satu hijau)
3. Ambil secukupnya, bentuk bulat pipihkan dan masukkan isian dan bulatkan kembali.
4. Gulingkan buletan onde-onde ke dalam wijen
5. Goreng onde onde dalam minyak hangat dan api kecil.


Tips Onde-Onde Pelangi Renyah
- Goreng onde onde dalam minyak yang belum begitu panas, api kecil dan minyak usahakan bisa merendam onde-onde
- Jika setelah menggoreng tahap pertama, matikan kompor dulu tunggu hangat baru masukkan onde-onde selanjutnya, agar kulit onde onde tidak pecah.
- Usahakan adonan kulit ini sampai habis, karena pernah di coba dimasukkan kulkas hasilnya tidak sesempurna sebelumnya.




Menjaga Kewarasan Ibu Rumah Tangga

Bismillahirrahmanirrahim...


Bagaimana cara supaya tidak mengeluh menjaga 3 anak balita tanpa bantuan ART?

1. TERIMA dulu hal ini sebagai bagian dari takdir Allah yang diberikan kepada kita.

2. Memahami bahwa menjadi istri dan ibu adalah PERAN yang akan kita jalani pada saat kita telah menikah dan memiliki anak
Setelah kita menerima takdir  dan memahami hal tersebut adalah dari peran kita, lalu kita cari tahu deh apa sih yang bikin kita merasa lelah banget? ngurus anaknya? beres-beres rumahnya? atau semuanya?

Nah.... coba kita belajar manejemen waktu dan manejemen rumah.

Misal nih, sama sama punya 3 balita dan ga ada ART, tapi Ibu A bisa santuy sementara Ibu B kok "ngos-ngosan" banget, kenapa yaa kira-kira?

Contoh:
Ibu A bangun lebih pagi, beberes saat anak masih tidur, nyiapin masakan dari malem sebelumnya, anak bangun tinggal fokus ngurusin anak.

Contoh lain:
Ketiga balita sama-sama main, tapi rumah Ibu A ga heboh-heboh amat berantakannya, sementara rumah Ibu B luaaarr biasa. Kenapa? Bisa jadi karena Ibu A menata mainan anaknya dengan lebih teratur, ngambil mainan ga semua dibongkar. Sementara Ibu B mainan anaknya campur semua dalam satu kardus, tiap maen heboh deh jadinya pas mau beberes. Capek duluan sama anaknya, akhirnya marah - marah ga jelas sama anaknya.

3. Komunikasikan dengan suami, karena suami istri harus berbagi peran dalam mengurus anak.

4. Fokus dengan keluarga sendiri, jangan bandingan dengan keluarga lain yang kelihatan lebih "wow"

5. Istirahat sejenak ketika lelah menghampiri. ENtah dengan baca buku, minum teh, tidur bareng anak-anak, dan lain lain yang bisa bikin kita semangat kita bangkit lagi.

6. Memohon kekuatan kepada Allah , mohon keberkahan waktu sama Allah.


Semangaaatt buibu :-*


Sumber : IG story Julia Sarah Rangkuti 

Senin, 03 Februari 2020

Jurnal Pekan 3 : Perjalanan Menemukan Keluarga

Bismillahirrahmanirrahim...

Pada pekan ke-3 ini , tugas para ulat adalah menemukan rumah untuk mencari makanan utama dan bertumbuh bersama , menjadi makin terampil. Wah, seru sekali tugas ini, melihat banyak sekali makanan lezat, banyak hal yang menarik tapi kami harus konsisten dan kembali ke track peta kami. Pada awal mula nya masih tersesat, walaupun rumah sebelum nya sesuai dengan peta, namun karena masih rumahnya terlalu luas, belum ketemu kamar yang "klik", sampai akhirnya bertemu dengan rumah mungil yang "klik" pada pas dihati, yaitu Rumah Bermain yang kami sebut dengan "Temanda Family (Teman Ananda)"

Pada awal tugas, kami di minta untuk berbagi pengalaman, dan "Strong Why" nya kenapa memilih kelurga Bermain Bersama Anak, sebagai berikut:


*Mengapa memilih keluarga*? 
Karena ingin aktivitas bermain bersama anak menjadi momen yang menyenangkan, dan bernilai bagi ibu dan anak

*Bagaimana cara mengajak anak bermain?*
Masih mengikuti mood anak, dan belum terstruktur namun berusaha untuk selalu ada aktivitas melibatkan motorik kasar dan halus .

*Kendala apa yang sering terjadi?*
Mood dan tipe anak yang cepat bosan dan mungkin permainan yang ibu tawarkan kurang menarik

*Bagaimana respon anak saat bermain bersama?*
Antusias dan seneng

*Keajaiban apa yg terjadi saat dan setelah bermain bersama?*
Pada saar bermain terlihat senang, dan setelah bermain selalu bilang" besok kita main kayak gini lagi ya Mi"

*Apa perasaan bunda saat bermain bersama anak?* 

Seneng dan bahagia melihat anak anak bahagia

Berada di keluarga ini benar-benar membuat saya kenyang, dan ter"wow" kan dengan berbagai share dari para buncek yang masya allah membuat saya berbinar-binar dan makin semangat untuk membersamai bermain bersama anak anak.

Bahwa banyak sekali metode metode dalam membersamai dan "tools" untuk indikator perkembangan anak (ada yang menggunaka FBE, Montessori, Walrdorf, CCL , REA, Neuroparenting, STPPA) namun mau pakai metode manapun hal yang terpenting adalah Hadir Utuh dan Penuh Kesadaran .

Nah, selama ini saya masih asal comot menggunakan beberapa metode di atas, karena memang baru sekedar tahu dan membaca otodidak belum belajar secara detail dari sang guru , sehingga berharap di keluarga yang baru ini dapat belajar menemukan metode yang pas untuk pendidikan anak-anak , dapat merancang kegiatan ada, serta dokumentasi dan observasinya.

Karena anak bukanlah kertas kosong, namun sejak dilahirkan sudah dilengkapi dengan potensinya, dan tugas kita sebagai orang tua adalah harus bisa untuk peka, mengamati dan memunculkan segala potensi dan firah anak yang baik tersebut.

Mari kita bermain bersama, memperbanyak aktivitas dan ngobrol bareng anak dengan menghadirkan mata hati dan pikiran yang jernih. Karena pada dasarnya semua aktifitas yang anak lakukan itu berharga.




#janganlupabahagia
3jurnalminggu3
#materi3
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekiip
#institutibuprofesional




Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim... Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian...