Sabtu, 31 Juli 2021

Ibu Pembaharu # Review Feedback System 2

Setelah kami menjalani perjalanan menemukan masalah, mereview jurnal buddy, berkampanye mencari tim, kemudian merumuskan action plan bersama team, kami kembali mereview jurnal teman, melihat keseruan dibalik layar buddy kami mulai dari kampanye hingga merumuskan solusi.

Menurut wikipedia, Buddy System atau Sistem Buddy adalah prosedur dimana dua orang, "teman" beroperasi bersama sebagai satu unit sehingga mereka dapat memonitor dan saling membantu.

Buddy kali ini adalah Mba Syafi'ah yang ternyata adalah temen sekampung, sesama Arema coret yang cuma terpisahkan kurang dari 10 km,betapa surpraise dan senangnya saya.

Yang menghubungi pertama kali adalah Mba Syafi'ah, dan ternyata beliau mempunya jam online tertentu di pagi dan sore, masya allah ini membuat saya terkagum-kagum, ini adalah kekonsistenan yang perlu dicontoh.

Begitupun ketika membaca jurnalnya yang dalam bentuk video, ternyata suaranya yang empuk menjelaskan dengan detail permasalahannya.'Dari slide yang dibaca, Mba Syafi'ah ini mempunyai masalah dengan perkembangan anak selama masa pandemi yang tidak lepas dari gadget, sehingga menimbulkan "gap" antara orang tua dan anak. Disini Mba Syafi'ah ingin sekali mempunyai banyak ide bermain bersama anak sehingga dalam membersamai anak tetap bahagia baik ketika belajar atau bermain. Dalam perjalanan menemukan tim nya pun, Mba Syafi'ah bertemu dengan teman yang berdomisili sama, hal ini adalah salah satu nilai plus karena satu wilayah sehingga mudah koordinasi.

Berikut saya coba memberikan beberapa masukan , semoga Mba Syafiah berkenan ya Mba :-)

1. Tim sudah terbentuk, dan sudah ada pembagian jobdesk sesuai dengan softskill dan hardskill, saran saya perlu membuat nama tim dan tagline untuk membedakan kefokusan dari masalah

2. Membuat timeline program agar tim lebih mendalami big picture dan apa yang harus dilakukan selanjutnya

3. Untuk solusi ketika kehabisan ide bermain bersama anak, mungkin bisa di mappingkan berdasarkan umur anak, sehingga lebih tepat sasaran ketika membuat printable atau metode bermain dan belajar bersama anak, dan juga tentang tips manajemen waktu untuk alokasi bermain bersama anak.




Semangaaatt Mba Syafiah, semoga segera menemukan AHA moment nya untuk menemukan ide bermain bersama anak, bisa jadi ide bermain berasal dari anak-anak :-) 


Selamat bermain bersama ananda tercinta :-)


#materi2

#membanguntimyangsolid

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia


FanPage Ibu Pembaharu: 

https://www.facebook.com/ibupembaharu


IG Keluarga Pembaharu

https://instagram.com/keluargapembaharu?utm_medium=copy_link


IG Ibu Pembaharu

https://instagram.com/ibupembaharu?utm_medium=copy_link



Rabu, 28 Juli 2021

KIMS # Mengenal Metode ABC MainSTrEAM

Dipertemuan keempat ini kami belajar Metode ABC, eh apa sih metode ABC itu?

Jujur baru pertama kali mendengar dan memahami apa itu Metode ABC, dan ketika menilik ke dalam diri sendiri ternyata sudah dilakukan, namun belum mengerti dan belum sedetail dengan metode ABC yang dijelaskan oleh Bu Yuni.

Jadi Metode ABC ini kita disuruh untuk Amati - Bayangkan/Bertanya  - Cek/Cari tahu sebelum kita melakukan sesuatu, nah sebenarnya dalam keseharian kita sudah melakukan hal ini, seperti ketika kita mau belanja sesuatu kita pasti amati spesifikasi apa yang kita mau beli, kemudian bayangkan mau di taruh dimana, digunakan untuk apa saja, dan cek di toko mana yang paling murah.

Nah, sebelum kita mengajarkan anak-anak dan membiasakan anak untuk berfikir detail dan keseluruhan kita tentunya harus membiasakan diri kita dengan aktivitas ABC ini kan ya?
Butuh latihan memang, dan menggali apa yang harus diketahui. Banyak sekali manfaat nya, apalagi buat saya yang Ibu-ibu ketika mau membeli sesuatu itu kadang suka lapar mata saja :-)

Jadi di kita diajarkan dan dilatih untuk meningkatkan kemampuan mengamati, membayangkan dan mencari tahu  atau memeriksa ulang hal-hal penting dalam aktivitas kita sehari-hari.


Selamat menerapkan metode ABC, semangaaatt.....!!!



Rabu, 21 Juli 2021

KIMS 3 #Pengenalan Pendekatan STEAM

Ketika kita belajar tentang pengasuhan, apa sih tujuan kita mendidik anak-anak? tentunya agar anak-anak kelak menjadi anak yang mandiri, anak yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan sekitarnya dan selalu bahagia dalam hidupnya.

Tapiiiii.... apakah kita tahu forecast masa depan yang akan dijalani anak-anak kita kelak?ternyata ini adalah point terpenting untuk menentukan bekal anak-anak kelak, selain bekal ilmu agama yang everlasting tentunya ya,,,,,

Dan dimateri ke3 KIMS ini, Kak Yuni selaku founder KIMS memberikan kita materi tentang generai industri 4.0 menuju 5.0, dan ketika melihat videonya, waahh jadi deg-degan, apa yang sudah kusiapkan untuk anak-anak kelak, yang lebih penting lagi saya punya ilmu apa untuk membekali anak-anak agar menjadi skillful worker.

Disini Bu Yuni menjelaskan tentang 4C, dimana 4C ini merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan di abad 

  • Creativity and Innovation
  • Critical Thinking and Problem Solving
  • Communication
  • Collaboration

Nah, selanjutnya terkait pendekatan STEAM. STEAM ini kan akronim dari Sains, Teknologi, EngineeringArt, dan Matematika. Berikut ini penjelasan singkat dari masing-masing komponen pada kata STrEAM:

  • Sains merupakan keterampilan mengamati, membuat pertanyaan, membuat prediksi, merancang, melaksanakan ekspresiman,d an berdiskusi.
  • Teknologi dan Tradisional pada dasarnya merupakan inovasi, alat, atau segala sesuatu baik benda elektronik maupun tidak yang membantu pekerjaan manusia.
  • Engineering merupakan pengetahuan keterampilan, atau proses dari sebuah desain dan konstruksi yang bermanfaat bagi manusia.
  • Art tentu saja seni. Kok seni berhubungan dengan sains teknologi dan lain-lain, sih? Itu karena proses art atau seni membutuhkan pemikiran kreatif untuk menyelesaikan masalah. Ilmuwan meski cara berpikirnya sistematis dengan metode ilmiah juga perlu punya pemikiran kreatif, kan?
  • Terakhir adalah, Matematika. Segala sesuatu yang berkaitan dengan angka, pola, pengukuran, serta logika sistematis dalam memecahkan masalah ada di ranah matematika. 

Menurut Bu Yuni, minimal dalam satu aktivitas tersebut ada 2 dari 5  unsur-unsur STEAM, karena aktivitas ini harus integrasi, kalau kurang dari 2 bukan aktivitas STEAM berarti. 

Dan, aktivitas yang dipilih yang mengandung unsur STEAM adalah Memasak Sate

Apakah ada STEaM dalam membakar sate? 

Science: Belajar tentang perpindahan panas dan juga proses perubahan wujud benda

Tecnology: Menggunakan kipas untuk membantu mendistribusikan panas dan menjaga api tetap menyala

Engineering: Pengetahuan ttg jenis bahan bakar untuk membakar sate, desain alat pembakaran kenapa harus ada sekat besinya

Art: Bagaimana cara agar sate tidak gosong dan matang merata

Mathematic: Memastikan tiap tusuk jumlah daging nya adalah sama yaitu 4 potong, menghitung berapa jumlah tusuk sate yang optimal untuk dibakar.


Wah, masya allah ternyata membakar sate ini banyak sekali ilmu yang diperoleh yaa....

Betapa banyak ilmu yang bisa kita sampaikan ke anak-anak dengan aktifitas sederhana yang mungkin simple dan kita lakukan setiap hari.

Yuuukk, kita main STEAM bareng😍😍😍



Senin, 19 Juli 2021

Ibu Pembaharu #Membangun tim yang solid



Di minggu ini kami diminta untuk memulai bergerak dengan mengkampanyekan apa yang menjadi problem statement yang sudah dibuat.
Waah, kampaye? macam politikus aja nih, heheh...

Akhirnya diberanikanlah kampaye di medsos, dimana yaaah agak ga pede sebenernya, tapi mengingat insya allah akan membawa manfaat akhirnya share lah problem statement untuk mencari ibu-ibu yang juga mempunyai masalaah yang sama.

Berikut link kampaye saya : 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10223143692052037&id=1574224050


Untuk memudahkan siapapu tertarik dengan atau merasa sefrekwensi dengan masalah yang saya hadapi adalah dengan membuat user persona, dan berikut adalah user persona yang saya buat:


Dan juga untuk mempermudah memahami problem statement , dibuatlah story boardnya, 


Sebelum mencari tim yang solid, kita pun harus memetakan potensi apa yang kita punyai dan kita butuhkan agar permasalahn kita dapat solusinya.

Setelah seminggu kampanye, akhirnya di detik-detik terakhir bertemu juga dengan jodohnya, dan betapa bahagianya ternyata jodohnya adalah saudara seperjuangan di bunda produktif.

Pertama-tama, saya dihubungi dengan Mba Harsi dan tanpa berfikir lama sayapun segera mengiyakan pinangannya, dan setelah ngobrol kamipun merekrut Mba Itha dan juga Mba Minta, walaupun Mba Minta sudah tidak lanjut ke Bunsal, tapi mempunyai permasalahan yang sama.

Sore inipun kami cuss ketemu via zoom, dan dari ngobrol temu kangen ternyata memang benar semua masalah kami ini ada benang merahnya, yaitu perkembangan anak-anak kami yang cenderung lambat bahkan kok terkesan stuck semenjak pandemi ini, dari kebiasaan baik dan disiplinnya, juga kemampuan kognitifnya, juga yang tak kalah penting adalah kemampuan sosialisasinya.

Dari pertemuan singkat kami selama kurleb 1.5 jam, akhirnya kami merumuskan beberapa solusi yang pastinya nanti akan berkembang lagi yaitu diantaranya:

1. Bagaimana kami upgrade ilmu dan memantaskan diri menjadi fasilitator anak dalam proses belajarnya?

2. Cek dan ricek kembali apakah selama ini keluarga kita sudah ada road map keluarga yang jelas? apakah kepala keluarga dan kita (sebagai istri) sudah berjalan selaras dan beriringan? atau masih ada gap?

3. Bagaimana cara mengkonsistensikan anak-anak melakukan kebiasaan baik yang sudah dilakukan?

Wah, ternyata banyak sekali solusi yang harus kita pikirkan kembali dan berdiskusi kembali, insya allah kami akan membawa solusi yang mencerahkan :-)


#materi2
#membanguntimyangsolid
#ibupembaharu
#bundasaliha
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestakaryauntukindonesia


Selasa, 13 Juli 2021

Ibu Pembaharu # Review Feedback System

 Review Feedback System, wah berpasangan lagi 💗💗

Yap, dipekan ini setelah kami sebelumnya menguraikan masalah kami dengan opini kami, tentunya akan lebih valid jika kita direview oleh orang lain. Mungkin akan ada yang bertanya-tanya kenapa sih harus di review? oleh orang yang ga kenal dengan keseharian kita lagi. Justru bagi saya ini akan menjadi review yang netral, semacam "helicopter view" sehingga dapat membantu kevalidan identifikasi masalah dan solusi yang kita buat. Bagi saya, review ini akan membuat saya melihat dari sisi lain .

Di review feedback system ini saya berpasangan dengan Mba Rita dari IP Jakarta. Setelah mendapat list, saya langsung menghubungi beliau, dan kami berjanji untuk berdiskusi, Alhamdulillah Mba Rita langsung merespon dengan sangat baik.

Setelah membaca jurnal Mba Rita, saya surpraise karena jurnalnya dalam bahasa inggris, ternyata Mba Rita ini adalah seorang Instruktur Bahasa Inggris dan sedang menantang dirinya untuk menuliskan jurnal dalam bahasa inggris. Di jurnalnya, Mba Rita menjelaskan masalah yang dihadapinya adalah masalah manajemen waktu, sikap yang introvert dan meniru gaya orang lain ketika melakukan pelatihan. 

Kesan pertama yang aku terima adalah kejujuran, diaman Mba Rita dengan jujur dan berani menyampaiakan permasalahan yang dihadapinya selama ini. Menerima dengan ikhlas kekurangan diri  dan yakin bisa menaklukkan masalahnya. Sehingga sayapun termotivasi , bahwa sayapun juga akan bisa menaklukan masalah saya,

Selama ini tanpa kita sadari, dalam menyelesaikan masalah adalah dengan meniru dari apa yang sudah ada, dari berbagai referensi, namun biasanya akan ber beda penyelesaiannya tergantung dari referensi dan pengalaman tiap orang.

Bismillahirrahmanirrahim, jia kita bisa menyelesaiakan masalah kita, bukan tidak mungkin kita bisa menjadi referensi Ibu-ibu diluar sana yang mempunyai masalah yang sama dengan kita. Karena masalah adalah sebuah tantangan untuk diselesaikan bukan untuk ditinggalkan.

Dan berikut adalah umban balik saya untuk Mba Rita, semoga berkenan ya Mba....




#umpanbalik1
#Identifikasimasalah
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Senin, 12 Juli 2021

KIMS#2 _ Ibu Main Stream Paham HAKI

 Ternyata, jika kita mendapatkan ilmu atau informasi itu kita selain kita harus cek dan ricek valid tidak nya sumbernya namun kita juga harus mempertimbangkan banyak hal sebelum re-share ilmu/informasi yang sudah kita peroleh, seperti apakah informasi tersebut bermanfaat atau tidak, ketika memutuskan untuk di-share kita harus mencantumkan sumber berita, tidak mengubah isi berita, dan jika dimungkinkan meminta ijin penulis beritanya.


Masyaallah, materi kali sangat berguna bagi saya mak-mak yang suka googling informasi, download worksheet buat anak-anak di rumah, ternyata oh ternyata ketika kita mengambil karya orang lain itu ada etikanya, tohpun saya menggunakannya untuk pribadi, coba misalnya nih kita bikin karya yang membutuhkan waktu lama namun tiba tiba ada yang menggunakannya tanpa ijin, pasti syedih dong yaa?

Tapi, bukan berarti kita tidak boleh share hal-hal yang baik, karena beberapa pembuat konten memang sengaja membuat untuk disebarluaskan agar mendapat manfaat dari apa yang dibuat, namun ada etikanya jadi cek dulu licence nya .

Salah satu web tempat kita bisa cek macam-macam licence itu bisa di baca di https://creativecommons.or.id/lisensi-cc-bahasa-indonesia/ ada logo-logo tertentu yang menjelaskan tentang license apa yang dimiliki oleh karya tersebut.

Yuk, mari kita melek HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) supaya kita bisa menghargai hasil karya orang lain, dan juga kita bisa loh mendaftarkan karya kita untuk dilindungi. Hal ini penting untuk membatasi penggunaan apakah untuk pribadi maupun komersil. 



Minggu, 04 Juli 2021

Materi Kuliah 1 Bunda Saliha

 Bismillahirrahmanirrahim.......




Alhamdulillah , perkuliahan Bunda Salihah Institut Ibu Profesional telah dimulai pekan ini, dan inilah saatnya memilih BERUBAH atau KALAH. 

Untuk menjadi seorang pembaharu, maka kita harus bisa mengubah masalah menjadi tantangan, mengubah empati menjadi aksi, dan melakukan inovasi sosial untuk inovasi bersama.

Di dunia saat ini, dengan mudahnya kita mengatakan bahwa jumlah masalah lebih banyak dari jumlah solusi. Untuk itu kita perlu menambah jumlah solusi agar keadaan bisa berbalik. Caranya dengan menambah agen perubahan atau changemaker. Tentang hal ini kita tidak perlu khawatir, karena Everyone is A Changemaker, Everymother is A Changemaker. Kita hanya perlu movement, bergerak dan bergerak.

Untuk sampai pada titik tersebut, seorang ibu perlu melakukan Cognitive Emphaty yang mendalam dengan secara aktif mendengarkan dan memperhatikan masalah sosial yang terjadi di sekitarnya kemudian memikirkan solusi-solusinya. 

Berikutnya ia akan melengkapi dirinya, timnya dan komunitasnya untuk berkolaborasi dalam mengajarkan solusi yang berarti. Karena Changemaker need an Ecosystem, maka sebuah teamwork akan sangat membantunya. Dampaknya pun akan membesar jika dikerjakan secara tim, dibandingkan dengan sendirian.

Ibu pembaharu juga membutuhkan New Leadership untuk mengembangkan ketahanan dan kepemimpinan dalam upaya memecahkan masalah sosial, dilengkapi dengan Creative Problem Solving Skill.

/Indikator Sukses/

Untuk menuju ke arah sana, hal pertama yang harus ditentukan adalah indikator kesuksesan yang ingin diraihnya. Di kampus Ibu Pembaharu, ini berupa indikator komunal dan personal. 

Indikator komunal berlaku untuk semua mahasiswi, ditentukan oleh komunitas, yaitu:
1. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 tantangan
2. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 review yang ada
3. Mampu mengubah empati menjadi minimal 1 aksi untuk 1 solusi 
4. Ikut berpartisipasi aktif minimal 2 dari 3 event besar di Kampus Ibu Pembaharu yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus, Oktober dan Desember 2021
5. Mampu membuat 1 portofolio aksinya dalam bentuk websites/pdf/karya digital lain

Sementara untuk indikator personal, sifatnya custom. Ini ditentukan oleh diri kita sendiri. Setelah berfikir dan merenung, saya menetapkan 4 indikator kesuksesan, yaitu:
1. Saya mampu menuntaskan membaca 1 buku tiap pekan.
2. Saya konsisten membagikan isi buku yang saya baca tiap pekan baik dalam bentuk lisan (berupa siaran live di akun media sosial) sebagai bagian dari upaya mengajak masyarakat untuk melek literasi dan mencintai aktivitas Tholabul Ilmi.
3. Saya mampu membuat resume buku yang telah dibaca. 
4. Saya mampu menulis 1 artikel perjalanan saya tiap pekan.

/Problem Statement/

Sangat penting bagi kita untuk memahami persoalan apa yang sesungguhnya sedang kita hadapi. Dari sekumpulan masalah tersebut, kemudian dikelompokkan menjadi masalah pribadi, keluarga, dan lingkungan. Selanjutnya ditentukan satu masalah yang ingin diselesaikan dalam bentuk aksi nyata.

Setelah berfikir serius, setidaknya saya menemukan 12 masalah dalam hidup saat ini. Yang terbagi ke dalam masalah pribadi (5 item), masalah keluarga (3 item), dan masalah lingkungan (4 item).

Saya memilih satu masalah pribadi untuk diselesaikan terlebih dahulu. Terkait dengan salah satu passion saya di dunia literasi. Masalah tersebut adalah saya punya banyak buku (lebih dari 1000 judul), tetapi belum semuanya terbaca secara tuntas. 

Hal ini sangat mengganggu, dan saya yakin inilah masalah saya. Karena ketika melihat deretan buku di rak, muncul rasa bersalah karena belum semua buku sempat terbaca secara tuntas. Selain itu, saya juga merasa gemas jika menemui persoalan di tengah masyarakat, sementara saya tidak tahu solusinya. Padahal hal tersebut ada di antara buku yang saya miliki. Keinginan membaca sampai tuntas pun selalu muncul meskipun tidak selalu terealisasi karena berbagai kesibukan. Mata berbinar dan muncul keinginan kuat untuk berbagi isinya usai membaca tuntas sebuah buku. Satu alasan lagi, suami telah mengeluarkan warning untuk tidak membeli buku lagi sebelum semua buku yang ada di rumah tuntas dibaca. 

Menurut saya, masalah tersebut telah terpecahkan ketika saya bisa rutin menuntaskan membaca sebuah buku dalam periode tertentu (1 pekan tuntas 1 buku), kemudian membagikan isinya kepada orang lain, dan bisa menuliskan kembali poin penting buku (resume) dalam sebuah catatan pribadi.

/Root Cause Analysis/

Root Cause Analysis (RCA) adalah teknis analysis bertahap dan fokus pada penemuan akar penyebab suatu masalah, bukan sekedar dilihat dari gejala-gejalanya. Dikenal juga sebagai Why Why Method.

Tujuan RCA sendiri adalah untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa masalah itu bisa terjadi, dan apa yang harus dilakukan agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.


Ibu Pembaharu # Identifikasi Masalah

Bismillahirrahmanirrahim...

Alhamdulillah pekan ini perkuliahan Bunda Salihah, Institut Ibu Profesional telah dimulai dan  inilah saatnya memilih BERUBAH atau KALAH

Wow, setelah membaca jadwal dan agenda perkuliahan, juga website Ibu Pembaharu di -www.ibupembaharu.com rasanya merinding dan bertanya-tanya dalam hati, apakah saya mampu bergerak menjadi seorang pembaharu? Yang mampu  mengubah masalah menjadi tantangan, mengubah empati menjadi aksi, dan melakukan inovasi sosial untuk inovasi bersama.

Rasanya belum terpikirkan, hehehehe.... 
Tapi yang saya tahu, saya punya banyak masalah yang mungkin ada ibu-ibu diluar sana yang mempunyai masalah yang sama dengan saya, yang saya harus lakukan hanyalah menemukan solusi dari setiap masalah yang saya temui, jikapun itu tidak membawa perubahan paling tidak saya tahu pasti akan ada solusi-solusi lain yang bisa menyelesaikan masalah saya. Gimana kah caranya? Menurut Bu Septi, caranya adalah  dengan menambah agen perubahan atau changemaker, tentang hal ini kita tidak perlu khawatir, karena Everyone is A Changemaker, Everymother is A Changemaker. Kita hanya perlu movement, bergerak dan bergerak.

Untuk langkah awal dan sebagai materi pertama perkuliahan ini adalah IDENTIFIKASI MASALAH. 

Setelah berfikir serius, saya menemukan beberapa masalah yang erat hubungannya dengan peran saya sebagai seorang ibu dan juga sebagai individu (peran sebagai istrinya  di skip dulu :-) )

Peran sebagai Ibu ini lah yang membuat saya berpindah passion dari memasak menjadi tentang parenting,  karena di masa pandemi ini, waktu saya 24 jam dihabiskan bersama anak-anak, baik bermain maupun belajar sudah tentu bersama saya, dan ini sangat butuh ilmu dan saya merasa ini adalah masalah saya.

Dan ternyata ilmu saja belum cukup kalau diri ini masih belum bisa mengendalikan emosi dan juga membagi waktu dengan baik, karena sebagai ibu dan juga istri sudah tentu saya mempunyai beragam kegiatan domestik yang harus saya kerjakan, terlebih lagi sebagai individu sayapun butuh aktualisasi diri agar mempunyai nilai lebih dan manfaat bagi sekitar.

Bagi saya masalah tersebut telah terpecahkan ketika anak-anak mempunyai progress yang sesuai dengan perkembangan umurnya dalam tumbuh kembangnya baik secara akademis, life skill maupun secara psikologisnya.

Untuk menemukan akar penyebab suatu masalahnya, digunakan metode RCA (Root Cause Analysis) dimana kita melakukan teknis analysis bertahap dan fokus pada penemuan akar penyebab suatu masalah

Tujuan RCA sendiri adalah untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa masalah itu bisa terjadi, dan apa yang harus dilakukan agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

RCA ini banyak sekali metodenya bisa dengan 5 why, fishbone diagram,  pareto chart, diagram sebab akibat atau yamg lainnya. 

Untuk menganaliisa  RCA ini saya menggunakan fishbone diagram, untuk kemudian lanjut menggunakan why why analysis untuk lebih memperdalamnya.

Problem : 
Anak-anak mempunyai slow progress dalam tumbuh kembangnya baik secara akademis, life skill maupun secara psikologisnya. 





Dari jawaban-jawaban tersebut, saya menemukan akar masalahnya, yaitu tidak fokus dengan satu teori tentang ilmu tumbang anak dan tidak menjadikan berkegiatan dengan anak berdasarkan ilmu yang diperoleh adalah prioritas. 

Sehingga action plan yang akan dilakukan adalah menentukan satu teori tumbang anak yang akan dipelajari secara mendalam untuk kemudian dipraktekkan dan menjadikannya prioritas wajib dalam kegiatan sehari-hari.


Salah satu hal yang sedang dilakukan adalah tergabung dengan komunitas bermain, yang juga membahas tentang perkembangan anak sesuai dengan umurnya, dengan harapan bisa konsisten 












Bismillah, semangaaat.!!!

Semoga Allah mudahkan, aamiinn.....




#materi1
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia

Sabtu, 03 Juli 2021

KIMS#1 Mengenal Rumah Main STrEAM

Bismillahirrahmanirrahim.....

Ikutan komunitas lagi? yakin bisa maksimal? Dibeberapa grup yang diikuti aja masih sering jadi silent reader🤨🤨

Tapi kalau mendengar kata bermain bersama anak, entah kenapa saya jadi semangat lagi, dan karena sebelumnya sudah tergabung di grup wag Main StREAM jadi sedikit banyak sudah mengetahui gambaran permainannya.

Bismillah, ikut daftar untuk ikut belajar di Komunitas Ibu Main StREAM ( KIMS) dan rasanya bahagia sekali akhirmya terpilih di seleksi awal untuk belajar bersama Ibu-ibu kece lainnya.

Nah, seperti biasa yaa ketika ikut komunitas untuk belajar kita pasti akan ada tugas ga cuma haha hihi aja😄😄 . Tugas Main #1 ini adalah menentukan visi mengikuti KIMS dan rencana mengikuti orientasi (plan), hal ini dibutuhkan agar tahu strong why dan komitmen kita ketika ikut kelas.

VISI mengikuti KIMS adalah sebagai sarana belajar bagi saya untuk menemani dan ikut bertumbuh bersama anak-anak.
Eh  , memangnya untuk nemenin anak tumbuh perlu ikut komunitas? Kalau menurut saya sih perlu yaa.... karena saat ini perkembangan jaman begitu pesat sehingga mendidik anak pun butuh ilmu agar anak bisa mengikuti perkembangan jamannya. Selain itu saya pun butuh komunitas yang menginspirasi agar dapat menstimulasi anak, karena kalau ga wah bisa bubar nih bermain-bermain saja. Karena KIMS ini fokus untuk stimulasi bermain bersama anak dengan core nya STrEAM ( Science, Technology/traditional, Engineering, Art, dan Mathematic) .

PLAN, nah ini adalah tantangan bagi saya agar komitmen mengikuti dan mengaplikasikannya. Dan di KIMS ini lumayan ketat juga , jatah presensinya adalah 80% , dimana kalau kurang bisa dipastikan kita tidak lulus, kalau ga lulus berarti ga bisa ikut jenjang berikutnya dan ini berarti kita stop belajarnya dong ya...

Jadi, PLAN saya adalah sebagai berikut:
1. Mengikuti kelas setiap sabtu
2. Mengerjakan tugas di awal waktu pemgumpulan, karena kalau ditunda tunda bisa lupa bisa juga males dan ketumpukan dengan tugas yang lain.
3. Mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat dalam keseharian, apalah artinya kita menuntut ilmu tapi ga di praktekkan kan ya....

Bismillah semangat belajar, semoga Allah meridloi dan memudahkan proses belajarnya, semangaaaatttt💪💪💪💪

#KIMS
#exercise1

Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim... Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian...