Senin, 20 Desember 2021

Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim...

Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian para wanita yang hebat dan membanggakan, membuktikan pada dunia bahwa kita para wanitapun mampu membuat perhelatan akbar. 

860 tiket sold out yang mungkin untuk beberapa orang (baca: saya)lumayan mahal, namun terbayar dengan ilmu dan juga inspirasi yang jauh lebih besar dibandingkan nilai tiketnya.

Konferensi kedua yang diadakan ditahun 2021 ini, yang sebelumnya 2 tahun yang lalu Konferensi Ibu Profesional pertama dilaksanakan di Yogyakarta. KIP tahun ini berlangsung secara full virtual dari tanggal 17 - 22 Desember 2021. 

Acara dihadiri 1000 private audiens, menghadirkan 14 Narsum dengan 22 Sesi yang dapat dipilih serta 48 Booth yang dapat dikunjungi. 

Diawal kami memasuki kelas virtual KIP suasana virtual serasa offline mampu membuat kami berdecak kagum akan desain kelas yang dirancang panitia KIP 😍

Suasana yang nyaman, walau diawal beberapa kali kami terkendala pada saat akan memasuki kelas dengan loading yang cukup lama. Tetapi ada antisipasi sebagai alternatif pada saat sulitnya kami memasuki room kelas, ada fasilitas youtube yang disediakan panitia.

Kami banyak mendapatkan insight dari beberapa narasumber yang memberikan materi di event KIP.

Setiap narasumber memiliki kehebatannya masing-masing dibidangnya. Yang saya tunggu dari paparan para narasumber ini adalah bagaimana perjalanan mereka semua diawal hingga proses yang masih terus dijalaninya hingga saat ini dengan memberi dampak sosial bagi sekitar. Bagaimana membagi peran sebagai ibu, wanita dan isteri serta lingkungannya ❤

Insight yang saya dapatkan dari beberapa narasumber diantaranya:

Ibu Ines Setiawan

Diawal perkenalan 14 narasumber, satu narasumber yang telah dikenali dari ke 14 narasumber adalah bu Ines. 

Sosok wanita, seorang guru yang memiliki kecintaan yang besar untuk generasi penerus, tergambar dari apa yang dipaparkannya. Apa yang disampaikan sederhana, tetapi cukup mengena karena berangkat dari kesamaan diri kita semua memiliki permasalahan yang sama dengan kita. Ada point penting yang saya garisbawahi dari pemaparan bu Ines, bahwa jangan berpikir sesuatu yang rumit akan inovasi, mulai dari yang sederhana saja. Inovasi tidak harus sesuatu yang baru, yang menggemparkan, ambil saja atau mulai saja dari berani mengambil tanggungjawab akan masalah yang kita hadapi, hal ini bisa menjadi solusi yang baru bagi kita dan mampu menjawab tantangan/masalah di lingkungan sekitar kita.

* Siti Julaihah (Mba Juju)

"Jadilah diri sendiri jangan meniru siapa-siapa."

"Uang hanyalah bonus dari keseungguhan yang kita lakukan."

Narasumber lain akan dilanjutkan setelah beberapa materi ada yang bisa didengarkan live ataupun melalui youtube , karena dinakhir tahun ini kegiatan keluarga kami sangat padat, alhamdulillahnada rekaman sehingga bisa tetap mengikutikunya di lain waktu.

Beberapa dokumentasi selama mengikuti event KIP diantaranya πŸ‘‡




Satu Dekade bukanlah waktu yang sebentar

Yaumul Milad Ibu Profesional

Terimakasih telah menemani kami para wanita dan ibu untuk senantiasa bertumbuh menjadi lebih baik, menemukan jati diri kita untuk selalu menebar kebermanfaatan

Menyediakan ruang belajar ternyaman agar mampu berkarya, berkembang,berbagi dan berdampak
Kita tak akan pernah sempurna, namun setidaknya kita selalu berusaha dan belajar untuk selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik....

Teruslah semangat untuk menyebar kebahagiaan bersama Ibu Profesional ❤❤❤


#akupesertakip2021
#KonferensiIbuPembaharu
#1dekadeibuprofesional
#DariRumahUntukDunia
#semestaberkaryauntukindonesia
#ibuprofesionaluntukindonesia
#selamatsatudekadeibuprofesional
#konferensiibupembaharu
#ibuprofesional


Selasa, 14 Desember 2021

Jurnal Scale Up Impact

 Bismillahirrahmanirrahim...


Tak terasa perjalanan kami sebagai mahasiswi Bunda Saliha di Kampus Ibu Profesional sudah mencapai tahapan akhir .

Sudah pantaskah saya lulus? Layakkah saya menjadi IbuPembaharu?

Jika parameternya adalah hanya mengumpulkan tugas tantangan maupun sistem umpan balik, insya allah semuanya sudah terpenuhi, namun dalam hati kecil saya pribadi belum dapat memberikan impact pada lingkungan.

Namun bagi keluarga inti yang menerima impact dari project ini, alhamdulillah kami banyak menerima perubahan dari aksi atau tantangan yang dilakukan. Ketika kami , Keluarga Sikeling semakin memahami peran masing-masing anggota keluarga, terlebih sang nahkoda kapal, semakin berkontribusi dalam menjalankan visi dan misi keluarga.

Di dalam team Bunda Ceria, kami paham betul bahwa kami bekerja team, dimana bukan one man show, kami saling support, karena dalam perjalanan kami qadarullah bergantian sakit atau ada anggota keluarga nya yang sakit, sehingga apapun output dan bahagaimana hasilnya ini adalah hasil kerja tim.

Walau kadang ada penyesalan karena kami selalu ada prioritas yang lebih penting dibanding projek kami, namun kami tetap bangga dengan perjalanan yag sudah kami jalankan selama ini, dan inilah perjalanan kami sebagai tim Bunda Ceria,


https://www.canva.com/design/DAEybOX_YE4/share/preview?token=zONeuF1nMeTmkYfI8s8-Sg&role=EDITOR&utm_content=DAEybOX_YE4&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=sharebutton

Salam Bunda Ceria, semoga perjalanan kami tidak hanya sampai sini....



Semangaaaattt :-)

Senin, 01 November 2021

Kongres Ibu Pembaharu #Grup10PendidikanBermutu

Bismillahirrahmanirrahim

Kami tim Bunda Ceria masuk ke Grup 10 Pendidikan bermutu, disini semua grup berkolaborasi untuk menunjukkan aksinya.

Dan berikut adalah pembagian aksi di tim Bunda Ceria

Kami selama 3 hari bersama dalam satu group bekerjasama menyelesaikan tantangan demi tantangan yang diberikan selama kongres berlangsung, sangat seru sekali dengan orang orang baru kami diminta cepat beradaptasi dan cepat mengambil solusi agar bisa menyelesaikan tantangan dengan baik. alhamdulillah mbak Harsi sebagai leader tim Bunda Ceria  dan teman-teman tim di kongres juga yang saling dukung dan semangat menjalani tantangan demi tantangan, walau masih banyak kekurangan tapi kami tetap saling support dan berusaha semaksimal mungkin.

Dan berikut adalah link video kami : 
IG: 
Part 1 : https://www.instagram.com/reel/CVk2d0Bhz9X/?utm_medium=copy_link

Part 2: https://www.instagram.com/tv/CVnQiDGBt08/?utm_medium=copy_link

Part 3: https://www.instagram.com/tv/CVqCGFXhnsl/?utm_medium=copy_link

#aksiuntuksolusi
#ibupembaharu
#bundasaliha

Jurnal Review Aksi Untuk Solusi

Bismillahirrahmanirrahim

Kali ini buddy saya adalah Mba Marfa dari IP Banten, beliau terlebih dahulu menyapa saya pada saat hectic di tengah-tengah kami menyiapkan Kongres.

Mba Marfa dengan Tim Omah Sehatnya mengusungntema bahwa hidup sehat itu tidak.sulit dan bisa dilakukan oleh setiap orang, asalkan ada kemauan kuat tentunya.

Mba Marfa memberikan link jurnal nya: 

https://docs.google.com/document/d/15jSb2z2FspkCPmhEWOeAGV33jngSM1A-IDsC3z6cIPs/edit?usp=drivesdk

Dan berikut adalah hasil review saya terhadap jurnal Mba Marfa: 

Semoga berkenan ya mba dengan review nya, semangat terus mba Marfa dan tim😘😘

#ibupembaharu
#bundasalihabatch1
#institutibuprofesional
#aksiuntuksolusi
#kongresibuprofesional


Selasa, 26 Oktober 2021

Jurnal 6 : Aksi untuk Solusi

Bimillahirrahmanirrahim

Dalam tahapan AKSI untuk SOLUSI ini akan menentukan termasuk golongan tim mana kah kita?

  • 10% anggota tim yang berhasil mengawal hingga akhir dan semakin membesar
  • 10% gagal, berhenti atau
  • 80% yang penting sampai
Tantangan tim kami makin besar untuk mengkampanyekan problem statemen kami dalam rangka mendapatkan solusi. Saat ini timkami sudah mempunyai IG dan FB yang akan kami maksimalkan karena untuk website (yang merupakan ha yang sangat baru bagi kami) masih dalam tahap optimalisasi. 

Dalam pengelolaan media sosial IG dan FB ini adalah peran yang saya ambil dalam tim, namun karena titik awal masing-masing anggota tim ini berbeda-beda, maka output yang dihasilkanpun akan berbeda-beda, sehingga agak kesulitan dalam menuangkan kan dalam bentuk konten. Selain itu, saya insecure dengan IG tim lain yang sudah melesat. Bahkan, saya sudah sempat untuk mengajukan mundur kepada leader tim, saya merasa tidak pantas sebagai ibu pembaharu, karena output saya sangat tidak terlihat secara kuantitatif. Namun, disaat curcolan saya dibawa ke forum disaat kami bertemu via zoom, temen-teman setim kembali menyemangati dan fokus dengan tujuan kami.

Untuk memonitoring tugas kami menggunakan Gantt Chart, 
Untuk to do list dan materi apa saja yangkami butuhkan adalah tersebut di bawah ini, untuk pelatihan web kami sudah mengikutinya,dan dapat kami jadikan bekal untuk membuat web tim Bunda Ceria.


Dalam pembagian tugas dan apa saja yang harus kami kerjakan awalnya terbersit ingin sekali berbagi melalui webinar atau kulwapp, namunkami putuskan saat ini yang akan kami fokuskan adalah kongres Ibu Pembaharu , optimalisasiwebsite dan juga mediasosial (IG dan FB)

Semoga apa yang kami rencakanan dimudahkan oleh Allah SWT dan kami pun dengan kesungguhan hati dalam menjalaninya.



aksiuntuksolusi 

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia





Selasa, 05 Oktober 2021

Jurnal Review Identifikai Aksi

 Bismillahirrahmanirrahim...

Buddy di Materi  5 ini adalah Mba Winarti IP  Kaliantan Barat yang mempunyai fokus masalah di keluarga(manajemen waktu dan pendidikan)

Berikut adalah jurnal Mba Winarti: 

https://www.canva.com/design/DAErR_5P_yg/22NsPuIcOWr3vYyZg9hxuA/view?utm_content=DAErR_5P_yg&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=publishsharelink

Mba Winarti ini mengambil tim anggota keuarga inti yang terdiri darisuami dan2 orang anak,dengan mengabil tema begadang. Setelah membaca jurnal Mba Winarti, ternyata mempunyai aliran rasa yang sama dengan saya ketika menjalani tugas di materi ke  ini, mulai tidak percaya diri dan tidak yakin bisa kah lanjut? Namun, akhirnya Mba Winartipun lanjut dan kembali menata semangat untuk melesat lagi.

Dan, berikut adalah review terhadap jurnal Mba Winarti, semoga berkenan ya Mba:-)



Semangat ya Mba, semoga project Keluarga Mukmin berjalan lancar dan dapat menebar manfaat , aamiinn :-)

#keluargapembaharu
#institutibuprofesional
#bundasaliha



Selasa, 28 September 2021

Jurnal 5 : Identifikasi Aksi

 Bismillahirrahmanirrahim..

Identifikasi Aksi untuk Menjadi SOLUSI

Ditahapan ini, kita harus memastikan kembali agar peta kita tidak salah, karena tahapan 1-4 akan menentukan langkah tahap 5-8 nanti, dengan men-clear-kan masalah dan tujuan yang smart, maka kita siap untuk beraksi dari apa yang kita rencanakan.

Di pekan 5 ini, sejujurnya saya mulai merasa lemah dan tidak percaya diri dengan apa yang akan kami bagikan, karena merasa banyak pihak yang sudah mengangkat tema besar parenting dan sudah expert, apakah kami (baca:saya) yang masih berjibaku dengan mencari formula yang pas dengan keluarga kami. Namun, akhirnya saya kembalikan niat saya untuk fokus pada solusi masalah dari problem statement kami, dan semoga membawa manfaat.

Setelah tujuan kami tetapkan, saatnya untuk menidentifikasi aksi yang akan kami lakukan agar tujuan kami tidak ngawang-ngawang di atas kertas, dan salah satu goal kami adalah membuat rekam jejak perjalanan tim kami di instgram (media sosial pilihan kami) ebagai sarana untuk menebar manfaaat.

Berikut adalah hasil diskusi kami selama 2 minggu setelah mereviw dan merancang aksi :





Tantangan didepan mata makin tampak jelas, insya allah kami komitmen dan konsiten menjalankan apa yang sudah kami rencanakan, semoga Allah SWT mudahkan dan ridloi, aamiin...



#IdentifikasiAksi
#IbuPembaharu
#BundaSalihah
#Darirumahuntukdunia
#Hexagoncity
#InstitutIbuProfesional
#Semestaberkaryauntukindonesia
#IbuProfesionaluntukIndonesia



Minggu, 12 September 2021

Review Feedback System 4: Menentukan Target Tim

Bismillahirrahmanirrahim...

Selalu semangat ketika tugas review, karena semacam belanja ide :-)
Kali ini pasangan buddy saya adalah Mba Widya KUrnia dari Bekasi, setelah beberapa buddy sebelumnya jauh-jauh, kali ini searea Jabodetabek, senang sekali :-)

Mba Widya ini mengambil tema tentang bagaimana mengatur manajemen waktu, dengan fokus mengerjakan to do list dan membangun habbit yang baru.

Dan, berikut review dari saya ya Mba, semoga berkenan.



Semangat Mba Widya dan tim, semoga habbit yang baru dibangun dapat menyelesaikan masalah tim dan juga Ibu-ibu diluar sana, aamiin...

Selasa, 07 September 2021

Jurnal 4 Ibu Pembaharu : Menentukan Target Tim

Bismillahirahmanirrahim....

Perjalanan para Ibu Pembaharu saat ini sudah di titik mulai menentukan target, setelah sebelumnya kita sudah menganalisa dengan dalam tentang problem statement kita dan tim.

Metode yang digunakan adalah metode SMART ( Spesific, Measurable, Achieveable, Relevant dan Timebound), tim juga harus mulai mapping apa saja sumber daya yang ada di timnya.

Saya mulai tercerahkan setelah materi ke3 ini, namun sedikit ada pergeseran dan tim mulai "galau" sebenernya apa problem statement tim kami. Namun, akhirnya kami sepakat mengambil Problem Statement " Burnout Orangtua dan Anak di Masa Pandemi"

Perjalanan tim kami dimulai dari kegelisahan kami sebagai orantua melihat anak-anak kami yang mulai jenuh dengan sekolah online nya, bahkan ada beberapa poin kemunduran, seperti kedisiplinan, kemandirian juga kebutuhan sosialisasi dan motoriknya . Setelah dirunut, masa pendemi yang bekepanjangan ini ternyata kita orang tua dan anak sama-sama mengalami kejenuhan dengan keadaan saat ini, diamana sekolah online tidak bisa berinteraksi langsung dengan guru dan teman-temannya, tidak bermain atau bersosialisasi di luar rumah, seperti terkungkung. Dan, ternyata bukan anak-anak saja yang bosan , tapi kami orantuanya pun juga sudah mulai jenuh. 

Apa yang harus dilakukan?Setelah kami introspeksi dan sharing bersama tim, ternyata keresahan dan kejenuhan kami sama, sehingga  kamipun memutuskan untuk membenarkan kembali 2 dari 5 Pilar Pengasuhan Anak, dengan refernsi kami Buku Enlighting Parenting yang ditulis oleh Okina Fitriani. Kami juga memutuskan untuk saat ini hanya menggunakan satu sumber untuk kemudian kita praktekkan bersama-sama.

Dari hasil diskusi panjang kami selama lebih dari 2 jam via zoom, berikut resume nya :




I. Menyelesaikan Emosi
Menyelesaikan emosi (kekuatan 5 pilar: hal 59) dengan mengelola emosi sendiri : memiliki helicopter view, mengubah limiting belief, framing dan reframing serta memaafkan.
  • Identifikasi: berapa kali marah dalam sehari.
  • Penilai: diri sendiri dan anak yang menilai
  • Latihan: Latihan menahan marah selama 14 hari (6 -20 September)
  • Cara mengukur: menurut kita sendiri
  • Evaluasi kembali bersama tim. diskusi tantangan dan pengalaman share di IG buncer
II. Membangun Komunikasi yang Cerah
  • Identifikasi: apakah pesan kita tersampaikan kepada anak? 
  • Penilai: diri sendiri dan anak yang menilai
  • Latihan: Latihan berkomunikasi. berfikir sebelum berbicara. buat dahulu skenario saat akan berkomunikasi dengan anak. 
  • Cara mengukur: buat tabel, bahasa sebelumnya, dan bahasa yang telah diperbaiki
  • Waktu : 1 bulan 21 sept-21 oktober 2021
  • Evaluasi kembali bersama tim. diskusi tantangan dan pengalaman share di IG buncer

III. Membuat Visi dan Misi Keluarga
  • Identifikasi: keluarga kita adalah tim atau kerumunan?  
  • Penilai: diri sendiri dan keluarga
  • Latihan: kumpul bareng tanpa gadget pada saat weekend, ajak mainbareng hal yang ringan, lanjut pertemuan selanjutnya diskusi ringan, lalu mulai membuat visi misi. 
  • Cara mengukur: buat visi misi keluarga 
  • Waktu : 22 oktober  - 22 november 2021
  • Evaluasi bersama tim. adakah perubahan?

Kesulitan yang kami hadapi adalah kami belum menemukan dengan pasti program apa yang akan kami lakukan serta output apa yang mau dihasilkan. Pada pembicaraan sebelumnya sempat dibahas tentang support system berupa komunitas wag, edukasi via sosial edia atau webinar. Hanya saja kami perlu menimbang kembali mengenai kekuatan yang kami miliki dan waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

Pada kurun waktu September ini kami masih fokus untuk self assesment untuk membangun emosi pada orangtua dan anak, baru setelah itu kami review dan berbagi perjalanan via sosial media (IG: Bunceri4)

Sekian dulu jurnal kali ini, semoga Allah membimbing dan meridloi setiap proses yang kami jalanin.




Kelompok Buncer,

Bunda Ceria Tangguh, Melompat Lebih Tinggi


Selasa, 24 Agustus 2021

Ibu Pembaharu # Review Understanding Problem

 Bismillahirrahmanirrahim...


Tugas pekan ini kembali mereview jurnal buddy , kali ini saya berpasangan dengan Mba Ummi Hajiroh dari Karawang.

Yang menghubungi pertama kali adalah Mba Ummi, dan kami sempat bertukar problem statement, wah ternyata problem statement Mba Ummi ini sangat menarik, terkait dengan bagaimana memahami peran kita sebagai wanita, baik peran sebagai diri sendiri, ibu, istri atau di lingkungannya. 

Mba Ummipun dan team pun mempunyai cara unik untuk bisa saling berkomunikasi merumuskan problem statement team.

Dan berikut adalah review dari saya ya Mba, semoga berkenan :-) 









Selasa, 17 Agustus 2021

Ibu Pembaharu # Memahami masalah bersama tim

Bismillahirrahmanirrahim...

Dipekan ini kami kembali untuk menyelami masalah yang kami hadapi, melihat permasalahan dari sudut pandang masing-masing anggota tim.

Alhamdulillah, termyata kami ini benar-benar dijodohkan oleh Allah SWT untuk bertemu, karena masalah yang kami hadapi sama. Jadi, setiap salah seorang memberikan statement , salah satu dari kamipun meng-iya-kan.

Dan berikut adalah rumusan masalah kami:

https://docs.google.com/document/d/17mIAVcafli6cVhqPyq6_VXBZxeGvq4ETiHk_NJTRSpw/edit?usp=drivesdk

Dan berikut adalah bagaimana saya mengangkat startbursting menurut pendapat saya:




Terimakasih untuk tim terbaik kami, Mba Harsi, Mba Minta, dan Mba Itha atas semua support terbaiknya, semangat selalu semoga apa yang kita ikhtiarkan mendapatkan keridloan Allah SWT.

#materi3

#memahamimasalahbersamatim

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia

#ibuprofesionaluntukindonesia

Sabtu, 31 Juli 2021

Ibu Pembaharu # Review Feedback System 2

Setelah kami menjalani perjalanan menemukan masalah, mereview jurnal buddy, berkampanye mencari tim, kemudian merumuskan action plan bersama team, kami kembali mereview jurnal teman, melihat keseruan dibalik layar buddy kami mulai dari kampanye hingga merumuskan solusi.

Menurut wikipedia, Buddy System atau Sistem Buddy adalah prosedur dimana dua orang, "teman" beroperasi bersama sebagai satu unit sehingga mereka dapat memonitor dan saling membantu.

Buddy kali ini adalah Mba Syafi'ah yang ternyata adalah temen sekampung, sesama Arema coret yang cuma terpisahkan kurang dari 10 km,betapa surpraise dan senangnya saya.

Yang menghubungi pertama kali adalah Mba Syafi'ah, dan ternyata beliau mempunya jam online tertentu di pagi dan sore, masya allah ini membuat saya terkagum-kagum, ini adalah kekonsistenan yang perlu dicontoh.

Begitupun ketika membaca jurnalnya yang dalam bentuk video, ternyata suaranya yang empuk menjelaskan dengan detail permasalahannya.'Dari slide yang dibaca, Mba Syafi'ah ini mempunyai masalah dengan perkembangan anak selama masa pandemi yang tidak lepas dari gadget, sehingga menimbulkan "gap" antara orang tua dan anak. Disini Mba Syafi'ah ingin sekali mempunyai banyak ide bermain bersama anak sehingga dalam membersamai anak tetap bahagia baik ketika belajar atau bermain. Dalam perjalanan menemukan tim nya pun, Mba Syafi'ah bertemu dengan teman yang berdomisili sama, hal ini adalah salah satu nilai plus karena satu wilayah sehingga mudah koordinasi.

Berikut saya coba memberikan beberapa masukan , semoga Mba Syafiah berkenan ya Mba :-)

1. Tim sudah terbentuk, dan sudah ada pembagian jobdesk sesuai dengan softskill dan hardskill, saran saya perlu membuat nama tim dan tagline untuk membedakan kefokusan dari masalah

2. Membuat timeline program agar tim lebih mendalami big picture dan apa yang harus dilakukan selanjutnya

3. Untuk solusi ketika kehabisan ide bermain bersama anak, mungkin bisa di mappingkan berdasarkan umur anak, sehingga lebih tepat sasaran ketika membuat printable atau metode bermain dan belajar bersama anak, dan juga tentang tips manajemen waktu untuk alokasi bermain bersama anak.




Semangaaatt Mba Syafiah, semoga segera menemukan AHA moment nya untuk menemukan ide bermain bersama anak, bisa jadi ide bermain berasal dari anak-anak :-) 


Selamat bermain bersama ananda tercinta :-)


#materi2

#membanguntimyangsolid

#ibupembaharu

#bundasalihah

#darirumahuntukdunia

#hexagoncity

#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia


FanPage Ibu Pembaharu: 

https://www.facebook.com/ibupembaharu


IG Keluarga Pembaharu

https://instagram.com/keluargapembaharu?utm_medium=copy_link


IG Ibu Pembaharu

https://instagram.com/ibupembaharu?utm_medium=copy_link



Rabu, 28 Juli 2021

KIMS # Mengenal Metode ABC MainSTrEAM

Dipertemuan keempat ini kami belajar Metode ABC, eh apa sih metode ABC itu?

Jujur baru pertama kali mendengar dan memahami apa itu Metode ABC, dan ketika menilik ke dalam diri sendiri ternyata sudah dilakukan, namun belum mengerti dan belum sedetail dengan metode ABC yang dijelaskan oleh Bu Yuni.

Jadi Metode ABC ini kita disuruh untuk Amati - Bayangkan/Bertanya  - Cek/Cari tahu sebelum kita melakukan sesuatu, nah sebenarnya dalam keseharian kita sudah melakukan hal ini, seperti ketika kita mau belanja sesuatu kita pasti amati spesifikasi apa yang kita mau beli, kemudian bayangkan mau di taruh dimana, digunakan untuk apa saja, dan cek di toko mana yang paling murah.

Nah, sebelum kita mengajarkan anak-anak dan membiasakan anak untuk berfikir detail dan keseluruhan kita tentunya harus membiasakan diri kita dengan aktivitas ABC ini kan ya?
Butuh latihan memang, dan menggali apa yang harus diketahui. Banyak sekali manfaat nya, apalagi buat saya yang Ibu-ibu ketika mau membeli sesuatu itu kadang suka lapar mata saja :-)

Jadi di kita diajarkan dan dilatih untuk meningkatkan kemampuan mengamati, membayangkan dan mencari tahu  atau memeriksa ulang hal-hal penting dalam aktivitas kita sehari-hari.


Selamat menerapkan metode ABC, semangaaatt.....!!!



Rabu, 21 Juli 2021

KIMS 3 #Pengenalan Pendekatan STEAM

Ketika kita belajar tentang pengasuhan, apa sih tujuan kita mendidik anak-anak? tentunya agar anak-anak kelak menjadi anak yang mandiri, anak yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan sekitarnya dan selalu bahagia dalam hidupnya.

Tapiiiii.... apakah kita tahu forecast masa depan yang akan dijalani anak-anak kita kelak?ternyata ini adalah point terpenting untuk menentukan bekal anak-anak kelak, selain bekal ilmu agama yang everlasting tentunya ya,,,,,

Dan dimateri ke3 KIMS ini, Kak Yuni selaku founder KIMS memberikan kita materi tentang generai industri 4.0 menuju 5.0, dan ketika melihat videonya, waahh jadi deg-degan, apa yang sudah kusiapkan untuk anak-anak kelak, yang lebih penting lagi saya punya ilmu apa untuk membekali anak-anak agar menjadi skillful worker.

Disini Bu Yuni menjelaskan tentang 4C, dimana 4C ini merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan di abad 

  • Creativity and Innovation
  • Critical Thinking and Problem Solving
  • Communication
  • Collaboration

Nah, selanjutnya terkait pendekatan STEAM. STEAM ini kan akronim dari Sains, Teknologi, EngineeringArt, dan Matematika. Berikut ini penjelasan singkat dari masing-masing komponen pada kata STrEAM:

  • Sains merupakan keterampilan mengamati, membuat pertanyaan, membuat prediksi, merancang, melaksanakan ekspresiman,d an berdiskusi.
  • Teknologi dan Tradisional pada dasarnya merupakan inovasi, alat, atau segala sesuatu baik benda elektronik maupun tidak yang membantu pekerjaan manusia.
  • Engineering merupakan pengetahuan keterampilan, atau proses dari sebuah desain dan konstruksi yang bermanfaat bagi manusia.
  • Art tentu saja seni. Kok seni berhubungan dengan sains teknologi dan lain-lain, sih? Itu karena proses art atau seni membutuhkan pemikiran kreatif untuk menyelesaikan masalah. Ilmuwan meski cara berpikirnya sistematis dengan metode ilmiah juga perlu punya pemikiran kreatif, kan?
  • Terakhir adalah, Matematika. Segala sesuatu yang berkaitan dengan angka, pola, pengukuran, serta logika sistematis dalam memecahkan masalah ada di ranah matematika. 

Menurut Bu Yuni, minimal dalam satu aktivitas tersebut ada 2 dari 5  unsur-unsur STEAM, karena aktivitas ini harus integrasi, kalau kurang dari 2 bukan aktivitas STEAM berarti. 

Dan, aktivitas yang dipilih yang mengandung unsur STEAM adalah Memasak Sate

Apakah ada STEaM dalam membakar sate? 

Science: Belajar tentang perpindahan panas dan juga proses perubahan wujud benda

Tecnology: Menggunakan kipas untuk membantu mendistribusikan panas dan menjaga api tetap menyala

Engineering: Pengetahuan ttg jenis bahan bakar untuk membakar sate, desain alat pembakaran kenapa harus ada sekat besinya

Art: Bagaimana cara agar sate tidak gosong dan matang merata

Mathematic: Memastikan tiap tusuk jumlah daging nya adalah sama yaitu 4 potong, menghitung berapa jumlah tusuk sate yang optimal untuk dibakar.


Wah, masya allah ternyata membakar sate ini banyak sekali ilmu yang diperoleh yaa....

Betapa banyak ilmu yang bisa kita sampaikan ke anak-anak dengan aktifitas sederhana yang mungkin simple dan kita lakukan setiap hari.

Yuuukk, kita main STEAM bareng😍😍😍



Senin, 19 Juli 2021

Ibu Pembaharu #Membangun tim yang solid



Di minggu ini kami diminta untuk memulai bergerak dengan mengkampanyekan apa yang menjadi problem statement yang sudah dibuat.
Waah, kampaye? macam politikus aja nih, heheh...

Akhirnya diberanikanlah kampaye di medsos, dimana yaaah agak ga pede sebenernya, tapi mengingat insya allah akan membawa manfaat akhirnya share lah problem statement untuk mencari ibu-ibu yang juga mempunyai masalaah yang sama.

Berikut link kampaye saya : 

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10223143692052037&id=1574224050


Untuk memudahkan siapapu tertarik dengan atau merasa sefrekwensi dengan masalah yang saya hadapi adalah dengan membuat user persona, dan berikut adalah user persona yang saya buat:


Dan juga untuk mempermudah memahami problem statement , dibuatlah story boardnya, 


Sebelum mencari tim yang solid, kita pun harus memetakan potensi apa yang kita punyai dan kita butuhkan agar permasalahn kita dapat solusinya.

Setelah seminggu kampanye, akhirnya di detik-detik terakhir bertemu juga dengan jodohnya, dan betapa bahagianya ternyata jodohnya adalah saudara seperjuangan di bunda produktif.

Pertama-tama, saya dihubungi dengan Mba Harsi dan tanpa berfikir lama sayapun segera mengiyakan pinangannya, dan setelah ngobrol kamipun merekrut Mba Itha dan juga Mba Minta, walaupun Mba Minta sudah tidak lanjut ke Bunsal, tapi mempunyai permasalahan yang sama.

Sore inipun kami cuss ketemu via zoom, dan dari ngobrol temu kangen ternyata memang benar semua masalah kami ini ada benang merahnya, yaitu perkembangan anak-anak kami yang cenderung lambat bahkan kok terkesan stuck semenjak pandemi ini, dari kebiasaan baik dan disiplinnya, juga kemampuan kognitifnya, juga yang tak kalah penting adalah kemampuan sosialisasinya.

Dari pertemuan singkat kami selama kurleb 1.5 jam, akhirnya kami merumuskan beberapa solusi yang pastinya nanti akan berkembang lagi yaitu diantaranya:

1. Bagaimana kami upgrade ilmu dan memantaskan diri menjadi fasilitator anak dalam proses belajarnya?

2. Cek dan ricek kembali apakah selama ini keluarga kita sudah ada road map keluarga yang jelas? apakah kepala keluarga dan kita (sebagai istri) sudah berjalan selaras dan beriringan? atau masih ada gap?

3. Bagaimana cara mengkonsistensikan anak-anak melakukan kebiasaan baik yang sudah dilakukan?

Wah, ternyata banyak sekali solusi yang harus kita pikirkan kembali dan berdiskusi kembali, insya allah kami akan membawa solusi yang mencerahkan :-)


#materi2
#membanguntimyangsolid
#ibupembaharu
#bundasaliha
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestakaryauntukindonesia


Selasa, 13 Juli 2021

Ibu Pembaharu # Review Feedback System

 Review Feedback System, wah berpasangan lagi πŸ’—πŸ’—

Yap, dipekan ini setelah kami sebelumnya menguraikan masalah kami dengan opini kami, tentunya akan lebih valid jika kita direview oleh orang lain. Mungkin akan ada yang bertanya-tanya kenapa sih harus di review? oleh orang yang ga kenal dengan keseharian kita lagi. Justru bagi saya ini akan menjadi review yang netral, semacam "helicopter view" sehingga dapat membantu kevalidan identifikasi masalah dan solusi yang kita buat. Bagi saya, review ini akan membuat saya melihat dari sisi lain .

Di review feedback system ini saya berpasangan dengan Mba Rita dari IP Jakarta. Setelah mendapat list, saya langsung menghubungi beliau, dan kami berjanji untuk berdiskusi, Alhamdulillah Mba Rita langsung merespon dengan sangat baik.

Setelah membaca jurnal Mba Rita, saya surpraise karena jurnalnya dalam bahasa inggris, ternyata Mba Rita ini adalah seorang Instruktur Bahasa Inggris dan sedang menantang dirinya untuk menuliskan jurnal dalam bahasa inggris. Di jurnalnya, Mba Rita menjelaskan masalah yang dihadapinya adalah masalah manajemen waktu, sikap yang introvert dan meniru gaya orang lain ketika melakukan pelatihan. 

Kesan pertama yang aku terima adalah kejujuran, diaman Mba Rita dengan jujur dan berani menyampaiakan permasalahan yang dihadapinya selama ini. Menerima dengan ikhlas kekurangan diri  dan yakin bisa menaklukkan masalahnya. Sehingga sayapun termotivasi , bahwa sayapun juga akan bisa menaklukan masalah saya,

Selama ini tanpa kita sadari, dalam menyelesaikan masalah adalah dengan meniru dari apa yang sudah ada, dari berbagai referensi, namun biasanya akan ber beda penyelesaiannya tergantung dari referensi dan pengalaman tiap orang.

Bismillahirrahmanirrahim, jia kita bisa menyelesaiakan masalah kita, bukan tidak mungkin kita bisa menjadi referensi Ibu-ibu diluar sana yang mempunyai masalah yang sama dengan kita. Karena masalah adalah sebuah tantangan untuk diselesaikan bukan untuk ditinggalkan.

Dan berikut adalah umban balik saya untuk Mba Rita, semoga berkenan ya Mba....




#umpanbalik1
#Identifikasimasalah
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Senin, 12 Juli 2021

KIMS#2 _ Ibu Main Stream Paham HAKI

 Ternyata, jika kita mendapatkan ilmu atau informasi itu kita selain kita harus cek dan ricek valid tidak nya sumbernya namun kita juga harus mempertimbangkan banyak hal sebelum re-share ilmu/informasi yang sudah kita peroleh, seperti apakah informasi tersebut bermanfaat atau tidak, ketika memutuskan untuk di-share kita harus mencantumkan sumber berita, tidak mengubah isi berita, dan jika dimungkinkan meminta ijin penulis beritanya.


Masyaallah, materi kali sangat berguna bagi saya mak-mak yang suka googling informasi, download worksheet buat anak-anak di rumah, ternyata oh ternyata ketika kita mengambil karya orang lain itu ada etikanya, tohpun saya menggunakannya untuk pribadi, coba misalnya nih kita bikin karya yang membutuhkan waktu lama namun tiba tiba ada yang menggunakannya tanpa ijin, pasti syedih dong yaa?

Tapi, bukan berarti kita tidak boleh share hal-hal yang baik, karena beberapa pembuat konten memang sengaja membuat untuk disebarluaskan agar mendapat manfaat dari apa yang dibuat, namun ada etikanya jadi cek dulu licence nya .

Salah satu web tempat kita bisa cek macam-macam licence itu bisa di baca di https://creativecommons.or.id/lisensi-cc-bahasa-indonesia/ ada logo-logo tertentu yang menjelaskan tentang license apa yang dimiliki oleh karya tersebut.

Yuk, mari kita melek HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) supaya kita bisa menghargai hasil karya orang lain, dan juga kita bisa loh mendaftarkan karya kita untuk dilindungi. Hal ini penting untuk membatasi penggunaan apakah untuk pribadi maupun komersil. 



Minggu, 04 Juli 2021

Materi Kuliah 1 Bunda Saliha

 Bismillahirrahmanirrahim.......




Alhamdulillah , perkuliahan Bunda Salihah Institut Ibu Profesional telah dimulai pekan ini, dan inilah saatnya memilih BERUBAH atau KALAH. 

Untuk menjadi seorang pembaharu, maka kita harus bisa mengubah masalah menjadi tantangan, mengubah empati menjadi aksi, dan melakukan inovasi sosial untuk inovasi bersama.

Di dunia saat ini, dengan mudahnya kita mengatakan bahwa jumlah masalah lebih banyak dari jumlah solusi. Untuk itu kita perlu menambah jumlah solusi agar keadaan bisa berbalik. Caranya dengan menambah agen perubahan atau changemaker. Tentang hal ini kita tidak perlu khawatir, karena Everyone is A Changemaker, Everymother is A Changemaker. Kita hanya perlu movement, bergerak dan bergerak.

Untuk sampai pada titik tersebut, seorang ibu perlu melakukan Cognitive Emphaty yang mendalam dengan secara aktif mendengarkan dan memperhatikan masalah sosial yang terjadi di sekitarnya kemudian memikirkan solusi-solusinya. 

Berikutnya ia akan melengkapi dirinya, timnya dan komunitasnya untuk berkolaborasi dalam mengajarkan solusi yang berarti. Karena Changemaker need an Ecosystem, maka sebuah teamwork akan sangat membantunya. Dampaknya pun akan membesar jika dikerjakan secara tim, dibandingkan dengan sendirian.

Ibu pembaharu juga membutuhkan New Leadership untuk mengembangkan ketahanan dan kepemimpinan dalam upaya memecahkan masalah sosial, dilengkapi dengan Creative Problem Solving Skill.

/Indikator Sukses/

Untuk menuju ke arah sana, hal pertama yang harus ditentukan adalah indikator kesuksesan yang ingin diraihnya. Di kampus Ibu Pembaharu, ini berupa indikator komunal dan personal. 

Indikator komunal berlaku untuk semua mahasiswi, ditentukan oleh komunitas, yaitu:
1. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 tantangan
2. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 review yang ada
3. Mampu mengubah empati menjadi minimal 1 aksi untuk 1 solusi 
4. Ikut berpartisipasi aktif minimal 2 dari 3 event besar di Kampus Ibu Pembaharu yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus, Oktober dan Desember 2021
5. Mampu membuat 1 portofolio aksinya dalam bentuk websites/pdf/karya digital lain

Sementara untuk indikator personal, sifatnya custom. Ini ditentukan oleh diri kita sendiri. Setelah berfikir dan merenung, saya menetapkan 4 indikator kesuksesan, yaitu:
1. Saya mampu menuntaskan membaca 1 buku tiap pekan.
2. Saya konsisten membagikan isi buku yang saya baca tiap pekan baik dalam bentuk lisan (berupa siaran live di akun media sosial) sebagai bagian dari upaya mengajak masyarakat untuk melek literasi dan mencintai aktivitas Tholabul Ilmi.
3. Saya mampu membuat resume buku yang telah dibaca. 
4. Saya mampu menulis 1 artikel perjalanan saya tiap pekan.

/Problem Statement/

Sangat penting bagi kita untuk memahami persoalan apa yang sesungguhnya sedang kita hadapi. Dari sekumpulan masalah tersebut, kemudian dikelompokkan menjadi masalah pribadi, keluarga, dan lingkungan. Selanjutnya ditentukan satu masalah yang ingin diselesaikan dalam bentuk aksi nyata.

Setelah berfikir serius, setidaknya saya menemukan 12 masalah dalam hidup saat ini. Yang terbagi ke dalam masalah pribadi (5 item), masalah keluarga (3 item), dan masalah lingkungan (4 item).

Saya memilih satu masalah pribadi untuk diselesaikan terlebih dahulu. Terkait dengan salah satu passion saya di dunia literasi. Masalah tersebut adalah saya punya banyak buku (lebih dari 1000 judul), tetapi belum semuanya terbaca secara tuntas. 

Hal ini sangat mengganggu, dan saya yakin inilah masalah saya. Karena ketika melihat deretan buku di rak, muncul rasa bersalah karena belum semua buku sempat terbaca secara tuntas. Selain itu, saya juga merasa gemas jika menemui persoalan di tengah masyarakat, sementara saya tidak tahu solusinya. Padahal hal tersebut ada di antara buku yang saya miliki. Keinginan membaca sampai tuntas pun selalu muncul meskipun tidak selalu terealisasi karena berbagai kesibukan. Mata berbinar dan muncul keinginan kuat untuk berbagi isinya usai membaca tuntas sebuah buku. Satu alasan lagi, suami telah mengeluarkan warning untuk tidak membeli buku lagi sebelum semua buku yang ada di rumah tuntas dibaca. 

Menurut saya, masalah tersebut telah terpecahkan ketika saya bisa rutin menuntaskan membaca sebuah buku dalam periode tertentu (1 pekan tuntas 1 buku), kemudian membagikan isinya kepada orang lain, dan bisa menuliskan kembali poin penting buku (resume) dalam sebuah catatan pribadi.

/Root Cause Analysis/

Root Cause Analysis (RCA) adalah teknis analysis bertahap dan fokus pada penemuan akar penyebab suatu masalah, bukan sekedar dilihat dari gejala-gejalanya. Dikenal juga sebagai Why Why Method.

Tujuan RCA sendiri adalah untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa masalah itu bisa terjadi, dan apa yang harus dilakukan agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.


Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim... Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian...