Kenapa korden?
Krn korden di rumah kami itu baru dibeli pada saat awal pernikahan, customize dan harganya cukup menguras kantong pada saat itu.
Tapi seiring berjalan nya waktu, korden itu tentu ada umurnya, dan saat ini kondisinya sudah lapuk dan pudar warna nya.
Kalau dulu selain fungsional menutup jendela, ada fungsi estetika. Sekarang, dia hanya berfungsi sebagai penutup jendela ruang tamu kami saja.
Selalu ada wacana untuk mengganti korden kami, selalu ada...
Tapi kembali lagi , itu hanya wacana, tidak pernah di prioritaskan.
Setiap ada rejeki, termyata ada prioritas yang harus diutamakan, korden itu dianggap tidak penting karena toh pun walau usang masih bisa menutupi jendela rumah kami.
Itulah saya saat ini, hanya sebagai istri yang harus nurut sama suami, melayani kebutuhannya dan juga sebagai ibu yang harus mendidik anak anak nya.
Sudah tidak ada lagi keingiinan atau mimpi yang lain, karena sudah pudar dan lapuk.
Hanya tersisa jasa nya untuk menjalankan hidup di sisa umurnya. Karena hidup dan kesenangan saya BUKAN PRIORITAS!!!!
Itu adalah curhat dari teman, dan kok saya makjleb yaaa bacanya😔😭
Sedih? Iyaa...
Merasa ada beberapa hal yang sama? Iya..
Tapi, imho yaa....
Yang menentukan kebahagian kita adalah kita sendiri, bukan orang lain....
Yaah, mungkin kau bisa bilang itu teori, susah praktekinnya .
Tapi , ya itu keputusan kita.
Mau bahagia apa terpuruk...
Mau memberikan kenangan indah atau buruk ke anak anak?
Ya jika suami tidak memprioritaskan, ya kita saja yang membuat kita jadi prioritas.
Kita yang atur, yang jelas suami tinggal terima beres kan?
Ahh temans, semoga kau bahagia selalu jangan biarkan kamu menjadi korden yang usang, kusam dan akhirnya dibuang ketika sudah benar benar tidak berfunsi lagi😭😭
Kupeluk erat dirimu, yakin lah engkau adalah permata keluarga mu, tak ada seorangpun yang menganggapmu seperti korden😍😍😍
Tidak ada komentar:
Posting Komentar