🍎Tips membuat Portofolio :
https://rumahinspirasi.com/tips-untuk-orangtua-saat-membangun-portofolio-karya-anak/
🍎https://docs.google.com/document/d/1U7b3t4xdJ748GiFyj1YzYGF7FeDTUdbjRPK8yo7u4uo/edit?usp=drivesdk
🍎Sayaa dokumentasi masi nganclok2.
✔️ Ada file di excel,
✔ pernah bikin di steller
https://steller.co/s/8sZ2fEsXxvv
✔ bikin IG khusus main bocah https://instagram.com/diarybermain_naufal?igshid=1smw7hzi2uy8b
🍎Panduan STPPA :
https://pgpaud.universitaspahlawan.ac.id/index.php/2018/03/18/download-stppa-sesuai-usia/
🍎Denver dan KPSP:
jd Denver dan kpsp adalah salah satu dr sekian banyak tools yang digunakan untuk menskriming tumbuh kembang anak balita.
yang meliputi bahasa, motorik kasar,motorik halus, dan sosial.kemandirian.
bedanya apa denver dan kpsp?
https://puskesmastarogong.blogspot.com/2018/05/skrining-deteksi-perkembangan.html?m=1
🍎PANDU 45
Buat ayah bunda yang kesulitan membersamai anak menemukan bakatnya, kami membuatkan panduan berbagai macam aktivitas yang bisa anda gunakan untuk menjadi pedoman berbagai macam aktivitas yang dilakukan anak-anak.
Sebelum mereka berusia 16 th, perbanyaklah ragam kegiatan anak, sehingga mereka kaya akan wawasan, kaya akan kegiatan, sehingga di usia produktifnya nanti akan muncuk kekayaan gagasannya.
Jangan buru-buru ditestkan beragam macam test bakat jenis apapun. Kita diberikan kekuatan mata hati dan mata fisik kita sebagai orangtua.
Cara ini sangat mahal dibandingkan dengan mengikutkan anak-anak dengan beragam tes bakat.
Karena cara ini tidak bisa dibayar dengan uang, tapi harus dibayar dengan waktu anda, pikiran anda dan hati anda untuk anak-anak.
Ebook yang kami susun inipun mahal, tidak bisa dibayar dengan uang, tapi dibayar dengan kemauan anda menemani anak-anak menemukan jalan hidupnya dengan sabar, rileks, tidak menggegas dan tidak perlu menitipkan (baca : memaksakan) mimpi kita di jalan hidup anak-anak.
Karena anak-anak dilahirkan untuk menghadapi jamannya.
Silakan unduh-print-praktek-berikan feed back ke kami
Ebook ini boleh anda jadikan hadiah untuk teman-teman tercinta, agar anak-anaknya bahagia
Salam Cinta,
Dodik dan Septi
🍎TALENT MAPPING
Talent mapping akan dapat yang namanya streght cluster.
Di keluarga kami, aktivitas anak kami sepakati bersama untuk mencoba berbagai aktivitas yg ada di streght cluster map ini.
Kemudian dibuat 3E nya dulu (yg earn, belum dimasukkan).
Aktivitas dalan streght cluster ini, sebagian bisa dilihat di tes ST-30 (sebagiannya saja), tapi cukup bisa membantu.
🍎FILIO:
https://semanggifamily.wordpress.com/filio/
🍎Resume kelurga PortA
1. cara cek pertumbuhan dan perkembangan anak menggunakan metode denver dan kpsp untuk usia 0-6 tahun
2. format membuat portofolia (pandu 45, frame work FBe, fillio,portofolio by anindita).
🍎Portofolio Anak dalam Home Education
Beberapa waktu lalu, diminta mengisi Kulwap IIP Bekasi dengan tema diatas. Berikut materinya semoga bermanfaat.. :)
Bismilllaahirrahmaanirrahiim.
Agar diskusii kita lebih terarah, mari kita mulai membahas topik ini melalui Intellectual Curiosity kita..:)
#What#
Apakah yang dimaksud portofolio?
Portofolio adalah tas untuk surat-surat (Kamus Besar B. Indonesia)
Portofolio dalam bidang pendidikan adalah sekumpulan informasi pribadi yang merupakan catatan/dokumentasi atas pencapaian prestasi seseorang dalam pendidikannya (wikipedia.org)
#Why#
Mengapa perlu membuat portofolio anak dalam HE?
Jika kalian melihat anakmu berbuat baik, maka puji & catatlah.. Jika anakmu berbuat buruk, maka tegur & janganlah kalian mencatatnya. (Umar Bin Khattab)
Portofolio diperlukan sebagai bahan refleksi kita sebagai orangtua untuk memantau perkembangan serta memfasilitasi minat & bakat anak. Ini akan bermanfaat untuk membantu anak menemukan keunikan serta misi spesifik hidupnya kelak. Dan tentu saja, ia juga akan menjadi dokumentasi kenangan yang berkesan bagi anak & orangtua.
#Who#
Portofolio siapa yang dikumpulkan? Anak.
Siapa yang mengumpulkan?
Orangtua bersama anak.
#When#
Kapan mengumpulkannya?
Kapan pun saat diperlukan, terutama saat sebuah pencapaian/prestasi diraih.
#Where#
Dimana mengumpulkannya?
Dimanapun sesuai kebutuhan. Berdasarkan pengalaman, portofolio fisik terkadang hilang/rusak. Akan lebih baik bila ada back up dokumentasi berupa foto. Untuk momen-momen berkesan, saya pribadi suka share di medsos, selain untuk berbagi juga sebagai back up doukumentasi.
#How#
Bagaimana caranya?
Caranya bisa disesuaikan dengan kebutuhan & keunikan keluarga & anak masing-masing.
Ini beberapa contoh aplikasi pengumpulan portofolio yang telah keluarga kami buat untuk HE anak kami, Lulu (3,5 th).
Saya urut dr kiri ke kanan ya..
1. Album foto
2. Lulu's gallery. Tiap hasil karyanya dipajang di galeri di Ruang Berkarya. Kalo penuh kami masukan folder, pasang lagi yg baru.
3. Learning report ODOMA, ODOM & ODOS lulu serta Deal Board Lulu.
ODOMA (One Day One Meeningful Activity)
ODOM (One Day One Muraja'ah)
ODOS (One Day One Story)
4. Achievement board
5. Butterfly album. Portofolio Family Project Firdaus Ark hometeam kami di Perak 2016
6. Lulu Smart Bag guide book, kompilasi dokumentasi project ODOMA Lulu yg akhirnya jd socioedupreneurahip keluarga kami.
7. IC Book, Kliping yang bersumber dari pertanyaan (Intellectual Curiosity) Lulu yg tidak ditemukan di buku yg ada dirumah.
8. Ceklis perkembangan, tujuan pengasuhan & rapot PAUD yg ditandatangani ayah Lulu sbg kepsek & bundanya sbg guru utama. Dibahas setiap tanggal kelahiran Lulu sbg evaluasi HE Lulu & perencanaan setahun kedepan.
9. Story Book. Memfasilitasi keunikannya yg suka bercerita & berimajinasi.. Cerita khayalannya didokumentasikan di buku ini. Ada 2 buku, yg Lulu buat dia coret2 sambil cerita (belum bisa menulis), yang besar untuk saya tuliskan cerita & tanggalnya. Salah satu tujuannya juga membantunya membedakan mana kenyataan/khayalan.
Demikianlah beberapa ikhtiar yang kami lakukan untuk membuat portofolio HE anak kami.
Apakah mudah? Tentu sangat menantang.. Kami pun sangat jatuh bangun untuk menjaga konsistensi. Namun hal yang selalu membangkitkan semangat kami adalah uswah seorang Hasan Albana, yang dengan segudang kesibukannya ia mampu membuat prtofolio terperinci bagi setiap anaknya.. Padahal da aku mah apa atuuh.. :D
Firdaus Ark Hometeam
Semoga bermanfaat😊
🍎Portofolio anak oleh ust. Harry Santosa
https://ummuchelia.wordpress.com/2017/02/08/portofolio-anak-oleh-ust-harry-santosa/
🍎Kemarin habis belajar bikin kurikulum anak, workshop di aruna_adc.
Rumus kompetensi, teridiri dari : ABCD
- A : Audience
- B : behaviour (deskripsi kemampuan anak secara spesifik)
- C : Context (deskripsi keterangan lebih lanjut dari kemampuan)
- D : Degree (level kemampuan anak)
🍎https://drive.google.com/file/d/1-gHcq_cZ8MSOQ2r5MZ8vKZwQprPxKhli/view?usp=drivesdk
🍎Materi dari Bu Diena:
Bagaimana perjalanan bu Diena bertemu dengan maestro maupun memfasilitasi anak-anak
untuk dapat bertemu dan magang dengan maestro di bidangnya? Bagaimama menenukan
maestro yang tepat?
Bagaimana adab magang dengan maestro?
Apa saja upaya pemantasan diri yang harus kita siapkan sebelum berguru/live in dengan
maestro?
Persyaratan apa saja yang biasanya diajukan sang maestro sehingga beliau bersedia
menjadi tempat magang kita?
Proses magang seperti apa yang bisa dan menjangkau untuk dijalankan oleh para ibu
dengan amanah yang menyertai perannya?
JAWABAN : Kebutuhan perlu maestro itu seiring dengan aktivitas anak, maka stimuluslah
anak dengan beragam aktivitas pada usia 6-10th , setelah itu bawalah ke ruang public dlm
bentuk magang, karena itu saya menganggap magang usia 10-12th adalah magang level 1,
sebagai uji adab ke publik bagaimana anak bersikap dengan orang lain di luar rmh.
Magang level 2 usia 13-16 th terkait skill dan knowledge baru sesuai minat dan bakatnya.
Ketika anak sudah magang ini arinya sdh tuntas urursan adabnya dan sdh teruji saat anak
magang level 1.
Kemudian dilanjutkan dengan magang level 3 (usia 17 th dast) yaitu magang yang terkait
karir anak. Biasanya anak sudah menemukan dan memutuskan sendiri siapa maestronya.
Ini pengalaman saya pada sulung saya dan murid2 sy yg skrg mhs, mrk sdh paham kemana
harus mencari maestro.
Maestronya juga sdh berbeda dg saat mrk dulu magang level 1, dan 2
Oh ya, magang berbeda denga Live in. Magang itu lebih pada belajar hal baru terkait
knowledge dan skill . kalaupun magang di level 1 itu tujuannya menguji adab, tetap anak
beroleh wawasan baru terkait knowledge dan skill.
Sedangkan live ini lebih pada mengambil sisi adab, etika, spirit sesorang atau masyarakat.
Kadang memang magang bisa digabungkan dg live in, namun anak sebaiknya mengalami
hal terpisah dulu antar magang dan live in
(Tanya Jawab, RBI 2)
Mungkin ini bisa sedikit membantu tentang magang🤗
Magangnya juga bertahap mulai dari berkelompok lalu kelompok mengecil sampai akhir nya individu.
Dari home industri sampai nanti ke lembaga/pabrik/perusahaan.
Dari yg magangnya hanya 3 jam sampai nanti betah magang sendirian 1 bln.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar