Bismillahirrahmanirrahim...
Alhamdulillah pekan ini perkuliahan Bunda Salihah, Institut Ibu Profesional telah dimulai dan inilah saatnya memilih BERUBAH atau KALAH.
Wow, setelah membaca jadwal dan agenda perkuliahan, juga website Ibu Pembaharu di -www.ibupembaharu.com rasanya merinding dan bertanya-tanya dalam hati, apakah saya mampu bergerak menjadi seorang pembaharu? Yang mampu mengubah masalah menjadi tantangan, mengubah empati menjadi aksi, dan melakukan inovasi sosial untuk inovasi bersama.
Rasanya belum terpikirkan, hehehehe....
Tapi yang saya tahu, saya punya banyak masalah yang mungkin ada ibu-ibu diluar sana yang mempunyai masalah yang sama dengan saya, yang saya harus lakukan hanyalah menemukan solusi dari setiap masalah yang saya temui, jikapun itu tidak membawa perubahan paling tidak saya tahu pasti akan ada solusi-solusi lain yang bisa menyelesaikan masalah saya. Gimana kah caranya? Menurut Bu Septi, caranya adalah dengan menambah agen perubahan atau changemaker, tentang hal ini kita tidak perlu khawatir, karena Everyone is A Changemaker, Everymother is A Changemaker. Kita hanya perlu movement, bergerak dan bergerak.
Untuk langkah awal dan sebagai materi pertama perkuliahan ini adalah IDENTIFIKASI MASALAH.
Setelah berfikir serius, saya menemukan beberapa masalah yang erat hubungannya dengan peran saya sebagai seorang ibu dan juga sebagai individu (peran sebagai istrinya di skip dulu :-) )
Peran sebagai Ibu ini lah yang membuat saya berpindah passion dari memasak menjadi tentang parenting, karena di masa pandemi ini, waktu saya 24 jam dihabiskan bersama anak-anak, baik bermain maupun belajar sudah tentu bersama saya, dan ini sangat butuh ilmu dan saya merasa ini adalah masalah saya.
Dan ternyata ilmu saja belum cukup kalau diri ini masih belum bisa mengendalikan emosi dan juga membagi waktu dengan baik, karena sebagai ibu dan juga istri sudah tentu saya mempunyai beragam kegiatan domestik yang harus saya kerjakan, terlebih lagi sebagai individu sayapun butuh aktualisasi diri agar mempunyai nilai lebih dan manfaat bagi sekitar.
Bagi saya masalah tersebut telah terpecahkan ketika anak-anak mempunyai progress yang sesuai dengan perkembangan umurnya dalam tumbuh kembangnya baik secara akademis, life skill maupun secara psikologisnya.
Untuk menemukan akar penyebab suatu masalahnya, digunakan metode RCA (Root Cause Analysis) dimana kita melakukan teknis analysis bertahap dan fokus pada penemuan akar penyebab suatu masalah
Tujuan RCA sendiri adalah untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa masalah itu bisa terjadi, dan apa yang harus dilakukan agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
RCA ini banyak sekali metodenya bisa dengan 5 why, fishbone diagram, pareto chart, diagram sebab akibat atau yamg lainnya.
Untuk menganaliisa RCA ini saya menggunakan fishbone diagram, untuk kemudian lanjut menggunakan why why analysis untuk lebih memperdalamnya.
Problem :
Anak-anak mempunyai slow progress dalam tumbuh kembangnya baik secara akademis, life skill maupun secara psikologisnya.
Dari jawaban-jawaban tersebut, saya menemukan akar masalahnya, yaitu tidak fokus dengan satu teori tentang ilmu tumbang anak dan tidak menjadikan berkegiatan dengan anak berdasarkan ilmu yang diperoleh adalah prioritas.
Sehingga action plan yang akan dilakukan adalah menentukan satu teori tumbang anak yang akan dipelajari secara mendalam untuk kemudian dipraktekkan dan menjadikannya prioritas wajib dalam kegiatan sehari-hari.
Salah satu hal yang sedang dilakukan adalah tergabung dengan komunitas bermain, yang juga membahas tentang perkembangan anak sesuai dengan umurnya, dengan harapan bisa konsisten
Bismillah, semangaaat.!!!
Semoga Allah mudahkan, aamiinn.....
#materi1
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia








Tidak ada komentar:
Posting Komentar