Selasa, 27 April 2021

Mengajari Anak tentang Allah dan Rasulnya


Bismillahirrahmanirrahim......


Alhamdulillahirrahmanirrahim,  bersyukur sekali  sebagai orantua, masih diberikan kesempatan belajar di TAS (Ta’lim As Sunnah) Dauroh Saffanah bersama Kak Erlan dan Kak Yogi.

Di hari pertama ini yang dibahas adalah bagaimana cara mengenalkan, menanamkan dan juga mengajari anak tentang agama islam, kenapa ini penting sebagai pondasi kita? Karena ini adalah bagian dari ibadah kita sebagai orangtua. Kita sebagai orantua yang meminta amanah anak kepada  Allah iya kan? Maka sudah menjadi kewajiban kita, untuk merawat amanah tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk pertanggungjawaban kita. Anak bisa menjadi Qurrata’ayyun, musuh, fitnah ataupun perhiasan bagi orangtuanya, sehingga secanggih apapun ilmu parenting kita, yang menjadikan anak kita sholeh adalah Allah SWT. Maka jangan henti-hentinya kita mendoakan anak,  karena yang bisa melembutkan hati anak hanyalah Allah SWT.

 Ada kaidah penting yang patut kita perhatikan, yaitu :

  • ·     Ajarkanlah sesuai dengan ahasa dan nalar anak,
  • ·     Ajarkan dari yang sederhana dan ringan

Tidak ada kata telat dalam mencari ilmu ataupun mendidik anak, jika memang sudah lewat waktunya ulangi, bertobat dan berdoa kepada Allah dengan penuh kesungguhan, bukanka Allah maha membolak balikkan hati setiap umatnya?

Mengapa kita sebagai orang tua harus mengajarkan ilmu agama  sejak dini?

  • ·    Karena hal ini disyariatkan dalam agama Islam “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat : Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapatin Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah (HR. Tirmidzi 2516)
  • ·    Karena belajar di waktu kecil adalah masa-masa keemasan, menghafal diwaktu kecil ibaratkan mengukir diatas batu.

Mengajari anak Rukun Islam sesuaikan dengan  fase usianya.

 © 0-2 tahun       : Saat usia ini anak-anak yang paling berperan adalah indra pendengaran , sehingga mengajarinya bisa dengan tasmi dan talqin.  Bisa dimulai dengan memberikan nama-nama yang baik, yang berkaitan dengan Allah agar anak-anak selalu mendengarkan nama-nama Allah, atau juga nama-nama sahabat , nama-nama yang mencintai Allah dan Rasulnya.

© 2 – 7 tahun     : Saat usia ini yang dominan adalah indra pengelihatam, sehingga mulai bisa dilakukan afirmasi positif lewat sounding, diperlihatkan dengan keteladanan, dan mulai diajarkan pelan-pelan. Apa kah makna dari syahadatan, bagaimana rukun-rukun syahadatain, dan konsekwensi syahadatain.

© 7-10 tahun      : Fase tamyis, dimana akal sudah mulai sempurna, bisa diajarkan poin-poin detail kandungan dan konsekwensi, sounding amalan-amalannya dan juga motivasi anak.

© 10 tahun          : Fase pesiapan baligh dan mukallaf, bisa mulai diberikan hukuman dan ancaman.

Dalam mengajari anak-anak tentang Allah ini, kita sebagai orangtua harus sangat memperhatikan konten materi awal yang harus didahulukan, yaitu:

  • Apa sih tujuan manusia diciptakan? Yaitu untuk mentauhidkan Allah,  rujukan: QS. Adz Dzariat : 56
  • Mengenalkan Allah dan menumbuhkkan rasa cinta kepada Allah adalah landasan sebelum kita memerintahkan anak untuk mengerjakan ibadah.
  • Orangtua harus memperhatikan tauhid anak
  • Mengenalkan Allah dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah akan melandasi ketaatan kita dalam ibadah.

Begitulah sedikit yang tercatat, semoga dengan menulis kembali bisa mengikat ilmu yang didapat, mohon maaf jika ada persepsi yang salah ketika menerima ilmu. Semoga Allah memudahkan kita dalam mendidik anak-anak kita, melembutkan hati anak-anak kita karena hanya Allah SWT yang akan membantu meringankan jalan kita. 

Aamiiiin....

Semoga Allah SWT selalu mudahkan, semangaaattt.......


@ummiaray

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim... Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian...