Selasa, 27 April 2021

Menumbuhkan Karakter Cinta Kepada Anak

Bismillahirrahmanirrahimm....


Tentang Cinta....

Wah, ini adalah ramuan pokok dan ajaib dalam suatu hubungan apapun, baik kepada Allah sebagai penciptanya, sebagai manusia itu sendiri atau bagi orang lain .

Bersama Kak Yogi, di Ta'lim As Sunnah, kami para orangtua belajar untuk menanamkan karakter cinta kepada anak, agar anak menjadi pribadi yang mencintai dirinya sendiri

Cinta adalah amalan hati yang diwujudkan dalam amalan lahiriah. Jika cinta di ridloi maka bernilai ibadah, jika tidak akan bernilai maksiat (Ibnu Taimiyah – Madarijus Salikin) 

Masya allah.... betapa kadang cinta juga bisa menyesatkan ternyata ya.... J

Bagaimana sih menanamkan karakter cinta kepada anak?

1. Ajarkan bagaimana mencintai dan menghargai diri sendiri, dimana hal ini sangat tergantung pada pola asuh di keluarga

2. Bagaimana interaksi , kedekatan dan kelekatan baik dengan orangtua maupun lingkungan

3. Senantiasa motivasi anak untuk percaya pada lingkungan , sehingga nantinya anak akan nyaman untuk bertemu dengan orang lain, mudah beradaptasi dan mempunyai resiliensi yang tinggi.

4. Tumbuhkan empati  pada anak, sehingga anak mampu berperilaku sesuai dengan nilai moral yang berlaku di masyarakat, tidak hanya sekedar peduli tapi tidak memperdulikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

 

Bagaimana dampak nya ketika anak tidak tumbuh dengan rasa cinta?

1. Cemas, menjadi rendah diri, dan overthinking

2. Mistrust, tidak percaya diri terhadap diri sendiri dan lingkungan

3. Depresi, sehingga akan rawan stress

 

Dunia anak-anak berbeda dengan dunia orang dewasa, dimana bahasa cinta anak-anak adalah verbal dan non verbal, sehingga tunjukkan cinta dengan persepsi/gaya anak-anak (yang paling mudah dilihat adalah ekspresi)

 

Anak-anak butuh untuk diterima dengan cinta tanpa syarat, baik ketika anak berprestasi atau tidak, dalam kondisi senang atau sedih, jika anak cinta disyaratkan, anak-anak akan tumbuh menjadi anak tanpa rasa. Anak-anak pun butuh banyak limpahan kasih sayang dan juga penghargaan.

 

Anak-anak jika dimarahin malah bukan belajar tentang kesalahannya, namun akan belajar tentang emosi yang ditunjukkan oleh orangtua.

Jika salah ingatkanlah, walau batasan tentang boleh dan tidak boleh itu tetap dan harus ada agar anak memunculkan rasa “trust” pada dirinya sendiri.

 

Masalah menumbuhkan cinta ini dimulai dari kita sebagai orangtua, maka kita pun harus belajar dulu untuk menyelesaikan diri sendiri, menerima apa dan bagaimana diri kita, menerima pasangan dan baru kita ekspresikan cinta kita kepada anak-anak.

 

Masya allah.....

Benar-benar belajar dari nol, membenahi diri sebagai orangtua, bismillah semoga Allah mudahkan, aamiiinnnn......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim... Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian...