Kamis, 29 April 2021

Menanamkan Karakter Tolenrasi dan Sabar pada anak

Bismillahirrahmairrahim....


Marah? Orang tua mana coba yang ga pernah marah pada orang tuanya? Kalau saya kayaknya setiap hari adaaaa aja yaaa yang memancing emosi, hehhe... 

Marah itu boleh? Boleh laaah, tapi disarankan tidak dengan suara tinggu, menghardik dan ada adab nya (teorinya sih kita pasti sudah tau yaa)

Jadi ternyata, sabar ini sudah dibentuk  dari usia batita – balita.

Ada unsur tolenrasi disini, dimana tolenrasi ini adalah aspek dari sabar. Dengan tolenrasi, mampu membuat naka-anak menjadi adaptive walau dalam keadaan tertekan dan juga dalam keadaan tidak menyenangkan.

Sabar itu apa sih? Sabar itu adalah menerima secara aktif apa yang terjadi, aktif disini itu berarti ada hal yang dilakukan, tidak hanya diam saja. Karena sabar tidak sama dengan menekan atau menahan, karena  jika ditahan hal-hal dibawah alam bawah sadar ini suatu saat akan meledak.

Sehingga sabar itu berkorelasi dengan tolenrasi terhadap hal-hal yang sudah tidak dapat lagi diubah. Menerima tanpa mengeluh, tanpa marah berlebihan dan tanpa menunjuukan sikap yang buruk,

Dengan sabar, kita bisa mengbah respon kita menjadi sesuatu hal yang tidak bisa diubah menjadi hasil.

Dengan melatih sabar pada anak (tentunya dengan syarat kita sebagai orantua sudah memberikan contoh perilaku sabar loh ya) maka akan banyak sekali manfaat untuk anak kelak, seperti:

  • Melatih kemampuan kontrol diri, sehingga emosi lebih stabi;, tidak tantrum, tidak egois
  • Anak juga memiliki kemampuan problem solving, memecahkan masalah dengan mandiri dan mampu berpikir dengan bijak
  • Anakpun menjadi lebih produktif, dapat mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat dan lebih baik
  • Anak juga mempunyai daya tahan atau ressiliensi dalam menghadapi masalah saat menemui tantangan dan kesulitan

Sebagai orantua, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengajarkan anak sabar, misalkan ketika kita antri di kasir, terjebak macet, atau menunggu giliran untuk dipanggil. Disini kita bisa mengalihkan anak-anak dengan menghitung sekelilingm atau mengamati hal-hal sekitar kita dan yang lainnya.

Namun jika anak-anak mempunyai sikap yang tidak sabar, maka dampak pada anak adalah, menjadi mudah gelisah, impulsif , tidak terkendali, mudah cemas, emosional tidak stabil,  mudah sekali marah, sering tidak tuntas dalam jika diberikan tugas, sering merasa insecure dantidak terima jika orang lain lebih baik dari dirinya dan juga lemah tidak mau di kritik atau susah dinasehati,

Teknik spesial nya adalah menyandarkan pada perintah Allah dan Rasulnya, bahwa ada perintah untuk bersabar,  Allah bersama orang-orang yang sabar, Allah senang sekali dengan orang-orang yang sabar dan juga tentang Keutamaan Sabar,  sabar itu pahalanya tanpa batss, dan orang sabar di janjikan pahala surga.


Nah cara bersabarnya gimana nih? Ya berarti kita harus selalu berdoa sama Allah, menahan diri dan uga tidak ngomel-ngomel, sehingga kita bisa tahu kapan harus bersabar untuk menghadapi yakdir Allah.

 

Oh iya, ada perbedaan treatment untuk melatihkan sabar sesuai dengan tahapan anak, diaman untuk anak 0-2 tahun, anak-anak akan butuh respon cepat karena untuk menanamkan rasa kepercayaan diri (trust). Sedangkan untuk anak 2-18 tahun sudah bisa mulai membuat jeda, menjelaskan proses yang butuh waktu karena anak-anak diusia ini sduak paham akan konsep waktu.

kita sebagai orangtua boleh mengatakan "Jangan" namun harus diserta dengan penjelasan kognitif sehingga anakpun bisa mengembangkan kemampuan berfikirnya.


Alhamdulillah, semoga kita bisa selalu semangat yaaa sebagai orangtua untuk menjadikan anak-anak kita bagian dari peradaban muslim di dunia ini, tetap semangat dan jangan lupa selalu minta pertolongan allah SWT, aamiinn,,,,,



semangaaattt.....


nara sumber : Kak Yogi (Ta'lim Anak As Sunnah Grup 44)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konferensi Ibu Pembaharu

Bismillahirrahmanirrahim... Berterimakasih sekali kepada panitia KIP yang sudah menyelenggarakan acara yang super duper keren, betapa kalian...