Bismillahirrahmanirrahim....
Alhamdulillah, pas banget dapat kajian tentang puasa, disaat bulan Ramadhan ini, sebagai orangtua tentunya kita sudah akan mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut bulan Ramadhan ini. Salah satunya adalah memperkenalkan ibadah puasa kepada ananda di rumah.
Agar puasa menjadi ibadah yang menyenangkan maka banyak sekali yang bisa kita lakukan, mulai dari sounding sebelum bulan ramadhan, bersama-sama menyiapkan diri dan juga lingkungan dengan nuansa ramadhan seperti selayaknya kita menyambut bulan Ramadhan dan lain-lain.
Namun, ternyata ada hal dasar yang harus kita pelajari tentang karakteristik anak-anak kita untuk menyiapkan menjalankan ibadah puasa ini .
Apa saja kah itu? berikut adalah resume dari Kajian Bersama Kak Erlan Iskandar di Ta'lim As Sunnah
Puasa itu adalah ibadah fisik , sehingga patokan kapan anak mulai puas tergantung oleh kemampuan fisiknya (untuk hal ini orangtua yang paling memahaminya)
Dari sisi ilmu gizi, pernah dijelaskan jika anak dibawh umur
7 tahun itu masih rentan terhadap hipoglikemia, namun kembali lagi bagaimana
kondisi fisik anak, bagaimana orang tua mensiasatinya.
Kunci dalam mengajarkan anak puasa adalah pertolongan orang
tua dan juga kesungguhan dari orangtua, karena segala kemudahan kita sebagai
orang tua untuk mendidik anak datangnya dari Allah SWT. Dan yang perlu diingat
bahwa, mendidik anak itu tidak mendadak, karena yang mendadak itu tidak
mendidik.
Dalam mengajarkan anak puasa kita perlu mempersiapkan waktu
yang bertahap untuk mengenalkan tentang value atau nilai dari ibadah puasa,
sehingga nantinya akan memudahkan kita pada saat sounding atau recall. Kenapa
penting? Ya karena hal ini untuk menghindari anak merasa dicurangi, karena
perlakuan orantua akan termemori dan membuat anak termotivasi dengan puasa.
Jangan sungkan untu memberikan reward, dan juga lihat kondisi anak, jika lemas
tak apa berbuka. Namun perlu untuk dikonfirmasi, niat ingin berbuka apakah karena sakit atau hanya
ingin? Karena sejatinya puasa adalah menahan diri dari keinginan .
Anak-anak dapat sealu dimotivasi bahwa jika anak-anak
melakukan amal perbuatan baik akan dicatat sebagai pahala, walaupun belum
baligh.
Permudahlah, jangan dipersulit......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar